Queen My Heart

Queen My Heart
Bab. 245


__ADS_3

Elizah menjauhkan sedikit hpnya dari telinganya. Karena suaranya pak Hendri cukup tinggi, melengking dan kasar.


"Tapi Pa perut aku sakit banget, aku mohon antar aku yah?" rengeknya Bu Elisha kepada suaminya.


"Harus berapa kali aku bilang padamu kalau aku itu sibuk dan tidak punya waktu untuk kamu lagian ada supir pribadi yang bisa mengantar kamu pergi ke rumah sakit, kamu itu terlalu ngeyel sudah dibilangin kalau aku sibuk dan tidak punya waktu apa kamu tuli haaaa!!" hardik Pak Hendry.


Satu bulan kemudian, Hendry sudah terang-terangan memperlihatkan dan menunjukkan kemesraan mereka di depan mata Elisabeth hingga Elizabeth ingin melahirkan ke dua anaknya.


Sakit hati yang dia rasakan disaat Suaminya berselingkuh mengalahkan sakit perut yang dia rasakan akibat kontraksi yang akan melahirkan.


Lengkap sudah penderitaan dari Elizabeth ke rumah sakit harus naik mobil angkot karena perempuan selingkuhan suaminya melarang semua supir pribadinya untuk mengantarnya ke rumah sakit.

__ADS_1


Hanya seorang diri berjuang bertaruh nyawa agar ke dua anaknya lahir dengan selamat ke dunia ini. Sakit sangat sakit sekali rasanya saat bertaruh nyawa untuk melahirkan tidak dihiraukan lagi oleh Elizabeth. Air matanya menetes dikala anaknya sudah selamat lahir ke dunia ini.


Air mata itu bercampur dengan air mata duka karena disaat bahagianya satu pun keluarganya tidak hadir mendampinginya dan suaminya pun turut tidak hadir menemaninya melahirkan. Dua hari kemudian, Elizabeth sudah diperbolehkan pulang ke rumahnya beserta membawa ke dua buah hatinya. Mama Elisabeth berjalan perlahan dan mendorong troli anaknya masuk ke dalam Pintu.


Dengan senyuman yang tulus dari wajahnya, Elizabeth melangkahkan kakinya menuju kamarnya tapi langkahnya terhenti di kala dirinya melihat Hendry yang bermesraan dengan selingkuhannya. Hatinya hancur berkeping-keping tak terbentuk lagi. Air matanya menetes membasahi pipinya.


Elizabeth berjalan ke arah mereka dan tanpa aba-aba, Elizabeth langsung menampar wajah perempuan itu hingga dua kali. Hendry yang melihat hal itu langsung memegang tangan Istrinya dengan kuat. Hingga Elizabeth mengeluh kesakitan saking kuatnya pegangan tangan suaminya.


"Sekali lagi kamu menyentuh wanitaku aku tidak akan segan untuk memukulmu!" Geramnya pak Hendry yang matanya sudah memerah pertanda dirinya sangat marah.


"Hanya karena demi perempuan yang baru kamu kenal dan gak jelas kamu tega menyakitiku, ingat siapa yang membantumu selama ini, siapa yang menyuntikkan dana ke perusahaan kamu waktu perusahaanmu bangkrut, demi perempuan itu kamu tidak peduli sedikitpun kepada anak-anakmu, apa salahku kepadamu mas, kamu tega sekali melakukan hal ini kepadaku!" Tampik Bu Elizabeth yang setengah berteriak dengan deraian air matanya.

__ADS_1


"Perempuan itu akan menjadi calon istriku pengganti dirimu karena mulai hari ini aku talak kamu dan pergilah dari sini tapi ingat kamu tidak boleh membawa anakku keluar dari sini pasti kemungkinan dan jangan bawa apa pun barang-barang yang kamu beli pakai uangku," sarkasnya Pak Hendry yang sudah gelap mata yang tega mengusir istrinya demi perempuan gak jelas.


"Baiklah aku akan keluar dari rumah ini tapi ingat suatu saat kamu akan menyesali apa yang kamu pilih hari ini dan satu hal lagi jika kamu menyesali semuanya dan itu sudah terlambat," kesalnya Elisabeth dan berlari ke dalam kamarnya untuk mengambil beberapa barang-barangnya dan tidak lupa memasangkan sepasang gelang kecil peninggalan ke dua orang tuanya.


"Maafkan Mama sayang, insya Allah Mama pasti akan datang menjemput kalian," gumam Nyonya Elisabeth kepada ke dua anak kembarnya.


Elizabeth berjalan menuruni undakan tangga dan tidak menoleh sedikit ke arah mereka. Dan hanya air mata yang menjadi saksi kehancurannya hari itu. Dengan berat hati dia melangkahkan kakinya ke luar dari rumah yang menorehkan banyak kenangan di dalam hidupnya.


"Maafkan aku ya Allah, aku sudah mempertahankan pernikahanku tapi aku tidak tahu harus berbuat apa jika dia sudah tidak menginginkan aku lagi berada di sampingnya," batinnya Mama Elisabeth.


Dan sejak itu lah hubungannya dengan Hendry sudah putus, setiap hari dia mendatangi villa untuk melihat kondisi dari ke dua anaknya tapi setiap kali dia datang setiap kali Dirinya datang dia tidak diijinkan untuk bertemu dengan putra dan putrinya.

__ADS_1


Hanya mampu memandang dari kejauhan anak-anaknya dan tidak diperbolehkan untuk mendekat dan melewati pintu pagar villa itu yang cukup tinggi. Hal ini dilakukan oleh Mama Elisabeth yang terakhir kalinya karena sudah pasrah terhadap nasibnya sendiri.


Dan di saat dirinya terpuruk ada yang mengulurkan tangannya ke hadapannya dan selalu ada di saat dia butuh bantuan apa pun itu, ya dialah Wiguna Albert Kim Said yang sejak dulu telah diam-diam mencinta dirinya tapi dia tidak pernah mengungkapkan perasaannya kepada Elizabeth. Hingga suatu hari dirinya memutuskan untuk menerima lamaran dari pak Wiguna.


__ADS_2