
Terjadi perbincangan hangat malam hari itu. Mereka berdiskusi tentang rencana berbagi kebahagiaan dengan seluruh lapisan kalangan masyarakat atas nikmat yang selama ini mereka dapatkan. Tetapi, Dinda berunding terlebih dahulu dengan saudara-saudaranya sebelum memutuskan untuk membuat menu-menu makanan yang akan mereka bagikan.
"Kalau menurut kalian kita beli daging saja atau beli dua ekor sapi, dan menurut kalian mana yang bagus dan lebih banyak hasilnya?" tanya Dinda ke arah saudaranya yang lain.
"Kalau menurut aku sih dagingnya saja langsung, biar gak terlalu repot lah dan menghemat waktu," timpalnya Elsa.
"Kalau menurut aku sih lebih bagus beli sapi dua ekor ditempat pemotongan dan kita potong langsung saja di sana, hitung-hitung tulang iga dan bagian isi dalamnya bisa dibuat makanan khas makassar seperti, sop konro dan coto makassar, dan saya ingin menu makanan yang kita buat khas Indonesia dari Sabang sampai Merauke," imbuhnya Dena.
"Itu ide yang bagus juga, semua ide dan masukan kalian juga sangat bagus dan jadi aku pusing harus pilih yang mana," pungkas Elsa.
"Jadi kita buat rendang, sop konro, coto makassar, kari juga kita buat sedangkan sayurnya kita masak sup ayam, capcay, sayur urap sama telur balado dan sambalnya jangan lupa," usulnya Sherly.
"Kita bisa tambahkan acar timun juga sama krupuk ya," ucap Hana.
__ADS_1
Semua mata memandang ke arah Hana yang membuat mereka tersenyum dan bahagia karena menurut mereka Hanna sudah kembali ke hidupnya seperti sebelum meninggalnya Ricky.
"Masukannya Hana juga harus dikabulkan," ujarnya Dena.
"Jadi kita sudah sepakat dan menyetujui dengan menu masakan yang nanti kita masak, tapi gimana dengan sembakonya apa sudah dipacking?" tanya Dinda.
"Alhamdulillah semuanya sudah beres dan anak buah kita sudah memasukkan barang-barang tersebut ke kantong kresek," tutur Elsa.
Setelah mereka sudah berbincang dan bermusyawarah mereka kembali ke kamar masing-masing sebelum memulai rencana mereka untuk memasak. Mereka menemui anak-anaknya dan mengurus suaminya yang akan berangkat kerja. Ada beberapa mobil truk dan mobil box yang sudah terparkir di belakang rumah utama.
Siang harinya, Emir dan Rima sudah datang dari Turki, dan tidak beristirahat langsung membantu Mommy kece untuk memasak dan bertempur dengan beberapa perlengkapan dapur. Para Mommy kece serius memasak makanan yang akan mereka bagi.
Mereka membagi kelompok dan tugas yang mereka kerjakan hari itu meminimalisir waktu yang mereka pakai. Mereka ada yang masak makanan berat dan ada yang memasak untuk campuran es campur buah-buahan.Ricky mengaduk-aduk minumannya padahal sudah tecampur rata di dalam gelas tersebut walaupun ia tidak perlu repot-repot lagi untuk mengaduknya dan entah kenapa pikirannya tertuju kepada Hana dan bayinya.
__ADS_1
"Kakak bicara langsung saja pada intinya, jujur aku khawatir dengan kondisi kesehatan Hyuna," pintanya Ricki yang to the points.
Mereka kadang-kadang masak sambil bercanda agar suasana lebih ramai dan tidak ada yang tertekan dengan pekerjaannya masing-masing yang sangat banyak. setelah beberapa jam kemudian masakan mereka sudah masak dan siap untuk dimasukin ke dalam wadah yang tersedia.
"Alhamdulillah sudah selesai juga masakan kita, aromanya wangi banget," ucap Aerina.
"Alhamdulillah, ternyata capek juga yah masak dengan banyak makanan, ternyata seperti ini lah yang dirasakan oleh koki warung atau koki yang menyiapkan makanan untuk pesta dan hajatan yang besar," ungkapnya Sherly.
Mommy kece membantu semua art untuk mengisi berbagai macam-macam masakan dalam plastik khusus makanan yang berkuah. Mama Elisabeth yang melihat mereka tersenyum bahagia walaupun di dalam hatinya ada sebersit ketakutan dan kebimbangan yang menderanya.
"Ya Allah lindungilah anak-anakku dan mudah keputusanku ini menbawa kebaikan untuk mereka," batinnya Bu Elisha yang penuh harap .
Bu Elisabeth pun mengambil tasnya dan meminta kepada supir pribadinya untuk mengantarnya ke sebuah vila yang letaknya agak jauh dari rumahnya.
__ADS_1
"Pak Ramlan tolong rahasiakan apa yang Saya lakukan hari ini kepada siapa pun yah," ujarnya Bu Elisha.
Pak Ramlan hanya menganggukkan kepalanya. Setelah beberapa saat kemudian, mobil yang dipakai oleh Mama Elisah pun sudah sampai di depan villa yang sangat mewah tersebut. Mama Elisah hanya mengucap bismillah dan berdoa sebelum melangkah kakinya turun dan masuk ke dalam Villa mewah tersebut.