Queen My Heart

Queen My Heart
Bab. 212


__ADS_3

Hana pun berinisiatif untuk mengikuti ke mana pergi istrinya. Hana curiga jika, Ricki akan bertemu dengan seseorang di luar sana. Sehingga Hana pun memutuskan untuk membuntuti Ricki dari belakang.


"Aku harus mengikuti ke mana perginya Mas Ricki," Gumamnya Hana.


Hana segera berjalan ke arah mobilnya dan menyuruh supir pribadinya untuk mengejar mobil Ricki. Hana mengikuti suaminya bagaikan stalker saja. Hana melihat suaminya masuk ke dalam Kafe sendirian.


"Kalau bertemu klien pasti tidak sendirian tapi di mana Asisten pribadinya?" tanya Hana yang mulai kebingungan.


Ketenangan orang-orang di kediaman Utama Keluarga Wiguna Albert Kim Said terganggu akibat ulah dari baby Arjuna. Semua orang sudah diperintahkan untuk mencari keberadaan baby Arjuna tetapi sudah hampir satu jam belum membuahkan hasil yang baik dan belum ada titik terang dari keberadaan Baby Arjuna.


"Apa sih kerjaan kalian menjaga satu anak kecil saja tidak becus, percuma kami membayar kalian mahal kalau cara kerja kalian yang sangat buruk, Tapi ingat baik-baik jika terjadi sesuatu kepada cucuku awas kalian yang akan menerima akibatnya" ucap Ibu ratu Mahdalena.

__ADS_1


Hana pun menelpon nomor hp Rickin. Tetapi Ricki selalu tidak mengangkat telponnya. Hingga puluhan kali Hana memanggil nomor handphone suaminya tapi hasilnya masih sama. Hana pun mengirim pesan lewat aplikasi chat yang berwarna hijau.


Tapi hanya dibaca tidak dibalas satupun. Hana pun meneteskan air matanya lalu masuk ke dalam Kafe tersebut secara diam-diam agar Ricki tidak mengetahui keberadaannya.


"Maaf Mbak mau pesan apa?" tanya Mbak pelayan tersebut.


"Aku mau air putih yang dingin saja," ucap Hana.


Pelayan tersebut diam-diam mencibir Hana yang hanya memesan air putih toh, "Dari penampilannya sih seperti istri Sultan dan cara berpakaiannya pun pasti orang-orang akan jelas tahu kalau ia ini kaya, tapi tidak seperti orang kaya karena cuma pesan air minum saja sangat berbanding terbalik dengan fakta yang ada," batinnya pelayan tersebut sambi menggelengkan kepalanya.


"Siapa yah perempuan itu tapi kok kayak aku kenal yah?" tanya Hana yang menganggap demikian apa yang dilihatnya.

__ADS_1


Hana terus memandangi Alan dan perempuan yang selama ini dia kira orang yang Hana kenal. Ia berpindah tempat karena sudah menajamkan pendengarannya tetapi tidak berhasil juga apa yang mereka bicarakan.


Sehingga Hana mengambil kursi baru dan posisinya tepat dibelakang mereka. Tapi Aerin tetap membelakangi Ricky sehingga Hyuna penasaran dengan apa yang mereka bahas. Hana sangat shock setelah mendengar perkataan Aerin dan Ricki dengan jelas yang mengatakan bahwa kehamilannya yang sekarang ini sangat berisiko tinggi yang bisa merenggut nyawanya.


Hal itu bisa mengakibatkan kematian dan Ricki dihadapkan pada pilihan yang sangat sulit. Ia harus memilih satu diantara mereka. Hyuna menahan Isak tangisnya agar tidak ada yang curiga kalau dirinya sedari tadi menguping pembicaraan Ricky dan dokter Aerin kakak sepupunya sendiri Ricki.


Perut Hana tiba-tiba kram dan membuat Hana meminta kepada pihak Kafe untuk mengantarnya ke rumah sakit. Tetapi belum sempat berjalan ke rumah sakit dirinya kembali dibuat heran dengan rasa sakit tersebut yang tiba-tiba hilang. Hyuna tidak jadi berjalan ke rumah sakit karena perutnya tidak lagi sakit.


"Aku harus bagaimana ya Allah, tolonglah aku tidak mungkin membunuh anakku cukup yang telah lalu yang membuat aku semakin terpuruk dalam jurang penyesalan tetapi jika aku terus mempertahankan anak kami maka hidupku dan nyawaku yang menjadi taruhannya." Lirihnya Hana dengan deraian air matanya.


Dilema diantara kebahagiaan yang ingin menggendong seorang bayi mungil dan hidupnya. Hana dan Ricki dihadapkan pada pilihan yang sangat sulit dalam dilema.

__ADS_1


silahkan mampir juga ke novel aku yg lainnya ceritanya tidak kalah seru dengan my queen heart loh...


tetap dukung my queen heart dengan cara like setiap babnya, rate bintang 5, favoritkan dan votenya serta komentarnya yah....


__ADS_2