Queen My Heart

Queen My Heart
Bab. 207


__ADS_3

"Ini bro Bosku yang kasihan Istrinya sedang ngidam dan ingin makan masakan yang ada kelapa parutnya dan kasihan juga sama Bosku karena dia sendiri yang boleh mengambil buah kelapa tersebut langsung dari pohonnya," tutur Pak Nawir kepada sahabatnya.


Pak Kumis langsung membantu Alan untuk naik ke pohon kelapanya dengan membuat tumpuan kaki dan pegangan di pohon kelapa tersebut untuk mempermudah proses manjatnya. Satu jam kemudian dengan susah payahnya Alan pun berhasil mengambil beberapa buah kelapa tua maupun muda.


Pak kumis pun membantu Alan untuk mengupas kulit dari kelapa tersebut dan mengambil karung dari rumahnya sebagai wadah untuk menyimpan buah kelapanya agar mempermudah pak Nawir untuk menaikkan ke atas motornya.


Satu jam kemudian dengan susah payahnya Alan pun berhasil mengambil beberapa buah kelapa tua maupun muda. Pak kumis pun membantu Alan untuk mengupas kulit dari kelapa tersebut dan mengambil karung dari rumahnya sebagai wadah untuk menyimpan buah kelapanya agar mempermudah pak Nawir untuk menaikkan ke atas motornya.


"Makasih banyak pak atas bantuannya dan terima lah ini sebagai ucapan terima kasihku kepada Bapak," ucap Alan sambil mengulurkan sebuah amplop putih yang isinya lumayan tebal ke atas tangan pak kumis.


"Tidak usah bos, saya ikhlas menolong bos karena saya pernah juga mengalami hal tersebut dimana saya mengalami kebingungan disaat istri saya ngidam," ucap pak kumis yang menolak halus pemberian dari Alan.


"Ambillah Bahar itu resky untuk anak dan istrimu, jangan menolak pemberian bos Alan," imbuhnya Pak Nawir sambil tersenyum ke arah oak Bahar.


"Iya Pak ini ucapan syukur saya karena sekian lama istrinya akhirnya hamil juga," tutur Alan lagi.


Pak Bahar pun dengan bahagia mengambil amplop itu dan mengucapkan terima kasih banyak kepada Alan atas pemberiannya.


"Makasih banyak dan saya doakan semoga Allah membalas kebaikan Bos dan bayi dan istri bis sehat dan selamat sampai lahiran," ucap syukur Pak Bahar dengan senyuman yang selalu merekah.


Rombongan Alan pun kembali ke kediaman Alan. Tidak butuh waktu lama mereka sudah sampai karena pak Bahar menunjukkan arah jalan pintas untuk mudah untuk pulang.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian, mereka sudah sampai dan Alan langsung ke arah dapur.


Alan kaget melihat Hyuna yang tertidur pulas di atas meja dapur mereka. Alan langsung mencuci bersih kelapa tersebut lalu masukkan buah kelapa tersebut ke dalam alat khusus untuk memarut kelapa tersebut dan kemudian memisahkan kelapa yang sudah Alan parut menjadi dua bagian.


Bahan kelapa yang akan diambil santannya untuk dimasukan kedalam beras ketan hitam yang sudah dimasak kemudian dimasak kembali hingga nasinya matang. Dan kelapa parut untuk toppingnya terlebih dahulu untuk mengsangrainya dan mencampur beberapa bumbu penyedap rasa.


Beberapa menit kemudian songkolo begadang buatan Alan tanpa bantuan dari chef rumahnya dan dengan penuh perjuangan untuk mendapatkan kelapa sebagai toppingnya akhirnya jadi juga. Alan pun membangunkan Hyuna karena makanan permintaan dari Hyuna sudah siap untuk disantap.


Aroma dari santan dan bumbu khas dari songkolo tersebut hingga tercium e indera penciuman Hyuna. Hyuna tersenyum manis dan matanya berbinar binar melihat makanan yang dia inginkan makan sudah tersaji cantik di depan nya. Hyuna langsung mencicipi makanan khas Makassar asal othor tersebut tanpa banyak bicara lagi.


Makanan tersebut tersedia pas adzan subuh berkumandang. Alan bahagia karena hasil masakannya disukai oleh Hyuna hingga piring Hyuna isinya tandas.


Tapi yang membuat Alan kembali pusing setelah mendengar perkataan dari Hyuna yang menginginkan dibuatkan lagi coto khas Makassar. Alan tidak bisa berkata apa-apa lagi dan hanya tersenyum menanggapi perkataan dari Hyuna.


"Ya Allah cobaan apa lagi ini?" Batinnya Alan dengan mengusap wajahnya dengan gusar.


silahkan mampir juga ke novel aku yg lainnya ceritanya tidak kalah seru dengan my queen heart loh...



dilema diantara dua pilihan

__ADS_1


cinta dan dendam


pelakor pilihan


hanya sekedar pengasuh


cinta ceo pesakitan


ketika kesetianku dipertanyakan


menggenggam asa


cinta kedua ceo


kau hanya milikku



makasih banyak bagi kakak readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...


tetap dukung my queen heart dengan cara like setiap babnya, rate bintang 5, favoritkan dan votenya serta komentarnya yah....

__ADS_1


__ADS_2