
Ayam berkokok pertanda pagi sudah datang, Ke esokan harinya, pagi-pagi sekali Mami Emilia dan Aunty Delia sudah berkutat dan berperang di meja dapurnya. Mereka memasak berbagai macam jenis makanan khusus makanan khas Nusantara. Mulai dari sop banjar, soto betawi, konro bakar, coto makassar, opor ayam, rendang, kari kambing, sate ayam dan masih banyak lagi lainnya.
"Hari ini kita harus masak makanan yang banyak Del, mereka kan lama baru kembali lagi," tutur Emilia yang masih setia dengan pisau dapurnya yang sedang memotong daging ayam.
"Betul sekali apa yang kamu katakan Emilia, Saya sangat antusias dan bahagia putra putriku akan datang dengan Mama Elisabeth serta yang lainnya," timpal Delia Paramitha Wirawan yang mengulek bumbu halus.
Pricilla yang baru bangun dari tidurnya dan sudah bersih dan cantik karena sudah mandi wajib. Mendengar secara langsung perbincangan mereka. Awalnya tidak kepo dan penasaran dengan pembicaraan mereka, tapi semakin lama dia pun ingin mengetahui apa yang terjadi di dapur.
"Aku sangat bahagia Zack, Zoeya dan lainya akan pulang dan katanya rencananya mereka akan di sini hingga akhir bulan Juli," ucap Delia.
"Alhamdulillah kalau begitu, berarti mereka akan merayakan hari raya kurban bersama Kita, Saya sama Mas Adrian juga sudah memutuskan untuk menetap dan menunggu hari raya tersebut, tapi Mas Adrian akan ke UK beberapa hari dulu, tapi aku gak ikut," jelas Emilia.
"Alhamdulillah mereka akan kesini, bisa bertemu dengan keluarga baru pasti akan menambah suasana semakin meriah dan ramai kalau gitu," timpalnya Emilia lagi.
Langkah kakinya semakin menuntunnya hingga ke dalam dapur. Art sudah sibuk membantu dua Mommy kece tersebut. Mereka berdiri dan berjaga jika sewaktu-waktu mereka dibutuhkan tenaga dan batuannya oleh keduanya. Tetapi, hingga sekarang mereka masih anteng dan belum menemukan kesulitan yang berarti dalam memasak.
Asisten rumah tangganya, hanya sesekali membantu mereka saat memotong atau mencuci dan membersihkan bahan-bahan makanan serta bumbu dapurnya. Apron terpasang dengan cantik di tubuh mereka yang masih langsing padahal umur mereka sudah terbilang matang dan sudah siap jadi nenek muda.
Itu lah satu bentuk rasa syukur mereka, walaupun doyan dan hobi makan, tapi tidak pernah berubah bentuk tubuh mereka yang slim dan standar untuk ukuran ibu-ibu. Tidak ada treatment atau cara khusus untuk merawat tubuh mereka, kebanyakan emak-emak tubuhnya akan melar jika sudah berumur 30 tahun ke atas, tapi hal itu tidak berlaku pada mereka. Itu mereka dapatkan dari keturunan Mama Elisabeth yang masih bagus bentuk tubuhnya walaupun sudah tua dan lansia.
"Hmm," Pricilla berdehem ketika sudah berada di belakang punggung mereka.
Emiliana dan Delia bersamaan menoleh ke belakang. Mereka sama-sama mempersembahkan senyuman khasnya mereka di depan Cilla.
Peluh keringat bercucuran membasahi wajah mereka yang masih sangat Cantik di usianya mereka sudah hampir kepala 5 itu. Siapapun yang melihat mereka, tidak ada yang percaya jika umur mereka sudah lebih dari empat puluh tahun.
"Hey sayang, sini gabung dengan Mami," ucap Emilia yang menyambut kedatangan menantunya yang cantik itu.
__ADS_1
"Akhirnya bangun juga si pengantin baru," gurau Delia sembari tersenyum simpul ke arah Pricilla yang berjalan menghampiri mereka di dalam dapur.
"Apa suami Kamu sudah bangun atau masih tidur sayang?" tanya Emilia yang melirik sekilas ke arah anak menantunya itu.
"Andreas sudah bangun kok Mi, tapi baru mandi kayaknya," jawabnya.
"Bagaimana apa ada yang ingin Kamu makan? biasanya kalau lagi ngidam banyak makanan aneh yang tidak pernah dicicipi ingin dimakan," terang Emilia lagi.
Pagi ini mereka masak banyak makanan untuk menyambut kedatangan keluarga berencana mereka dari Inggris, London. Mama Elisabeth serta cucu-cucunya akan datang pagi ini. Mereka sudah sampai dengan selamat di Bandara internasional Soekarno Hatta Tangerang Indonesia.
Mereka berbondong-bondong mudik ke Indonesia dalam rangka akan menyambut dan melaksanakan idul Adha bersama di tanah air. Mereka juga kembali ke Jakarta, setelah mendapatkan kabar dan berita bahagia dari Aunty Emilia tentang pernikahan Andreas dengan Margaretha Agatha Pricilla.
Kebahagiaan mereka semakin bertambah setelah mengetahui jika akan segera memiliki keponakan serta cucu. Semakin lengkap sudah kebahagiaan mereka.
Kebahagiaan jelas terpancar dari wajah mereka setelah beberapa tahun kembali menginjakkan kakinya kembali ke Tanah air gara-gara pandemik covid 19 sehingga dua tahun mereka tidak kembali mudik.
But, you also have to be prepared for the afterlife. Marriage is a right to find opportunities to be happy with each other and fight as often as possible.
you don't marry someone you can live with. However, you.
Anda tidak menikahi seseorang yang bisa hidup dengan Anda. Tetapi, anda menikahi seseorang yang tidak bisa hidup tanpa Anda.
Bagiku yang terpenting bukanlah siapa yang kunikahi, tapi bagaimana aku membangun pernikahan itu dengan keyakinan dan komitmen.
......................
Silahkan mampir juga ke novel Aku yg lainnya:
__ADS_1
Dilema Diantara Dua Pilihan
Cinta dan Dendam
Pelakor Pilihan
Hanya Sekedar Pengasuh
Cinta ceo Pesakitan
Ketika Kesetianku Dipertanyakan
Menggenggam Asa
Cinta Kedua CEO
Kau Hanya Milikku
Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...
Tetap dukung My Queen Heart dengan cara Like setiap Babnya, Rate Bintang 5, Favoritkan dan Votenya serta komentarnya yah...
Maaf jika ada kesalahan dalam pengetikannya atau Typonya...
__ADS_1