Queen My Heart

Queen My Heart
Bab. 189


__ADS_3

Gelas yang dipegang oleh Dessy terjatuh ke lantai. Dessy langsung khawatir dengan keadaan suaminya yang sampai sekarang belum ada tanda-tanda segera keluar dari ruangan interogasi. Dessy segera menyusul keberadaan Arya.


Arya segera menelpon nomor hp Alan dan menanyakan perihal tentang kedatangan Aditya.


"Halo Alan apa Aditya sudah datang?" Tanya Arya.


"Iya dia sudah datang dan bukti kesalahan Mark dan Dimas sudah ada ditangan kami," jawab Alan.


"Alhamdulillah kalau gitu, kasih hpmu aku mau bicara dengan Aditya," perintah Arya yang sangat khawatir dengan kondisi Dimas yang tidak hentinya menatap ke arah pintu ruangan interogasi.


"Aditya tolong retas cctv yang ada di ruangan interogasi, sudah hampir 3 jam Dimas berada di dalam sana, tapi Dimas belum keluar dan aku sangat khawatir dengannya," ucap Arya.


"Ok" Jawab singkat Aditya yang langsung berbalik dan menekan beberapa tombol dan muncul kah angka-angka yang othor pun yah tahu hanya orang yang mengerti dengan perkejaan Aditya yang mengerti.


"Arya sepertinya ini sudah direncanakan dan ada yang memanfaatkan keadaan ini, aku kesulitan meretas cctv ruangan itu," jelasnya Aditya yang masih setia dengan keyboard komputernya.


"Maksudnya sepertinya ini adalah jebakan yang sudah terencana dengan baik," ungkap Aditya kembali.


Dessy pun datang tergopoh-gopoh dan menghampiri Arya yang masih menelpon Aditya. Dessy tidak mau mengganggu sehingga Dessy hanya berdiri di samping Arya dan pengacaranya.


"Masih mau melawan Aditya, tidak semudah itu," ketusnya Aditya.


Sedangkan di dalam ruangan khusus milik orang yang berada di balik layar langsung segera melapor kepada tuannya.

__ADS_1


"Sepertinya orang yang sedari tadi berusaha menembus keamanan kita bukanlah orang biasa tuan," ucap si B yang menunduk karena takut melihat ekspresi dari junjungannya.


"Lanjutkan," jawabnya.


"Dia ternyata kuat juga tuan bahkan dia berhasil mengacau sistem kita," ucapnya lagi.


"Pria tersebut berdiri dari kursinya dan melempar botol minuman ke arah anak buahnya. Untung anak buahnya segera menghindar tepat waktu. Dan hanya mengenai tembok yang tidak berdosa dan tidak tahu apa-apa.


"Ingat ini yang terakhir kalinya kalian gagal Saya tidak mau mendengar kegagalan lagi," ucap pria tersebut sambil berlalu dari hadapan Anak buahnya.


Sedangkan Dessy sudah menangis tersedu-sedu menunggu Dimas. Arya kaget dan sangat murka karena melihat rekaman cctv yang dikirim oleh Aditya ke hpnya.


Arya Segera menghubungi semua anak buahnya dan beberapa polisi yang sedang berjaga untuk segera menyerbu dan menyergap ruangan tersebut dan tidak lupa memperlihatkan bukti rekaman cctv tersebut.


Dan untung saja Dion dan beberapa anak buahnya belum berhasil lolos sehingga mereka bisa dilumpuhkan walau pun ada penolakan dan perlawanan dari mereka.


Arya dan anak buahnya sempat berkelahi dengan Dion karena Dion tidak ingin menyerah sehingga polisi langsung menembak untuk melumpuhkan Dion di kakinya. Arya segera membantu Dimas yang sudah tidak sadarkan diri dan segera melarikan Dimas ke Rumah Sakit.


Arya langsung memberikan kabar tersebut ke seluruh keluarganya terutama kepada Dessy agar dirinya tidak khawatir dengan keadaan Dimas, Arya terpaksa berbohong mengingat Dessy yang sedang hamil muda.


"Dessy sementara waktu kamu nginap di rumahku dulu nanti selesai masalah Dimas baru kamu pulang bersama Dimas," tuturnya Arya yang sebenarnya tidak kuasa melihat keadaan adik sepupunya.


Silahkan mampir juga ke novel aku yg lainnya ceritanya tidak kalah seru dengan My Queen Heart loh...

__ADS_1



dilema diantara dua pilihan


cinta dan dendam


pelakor pilihan


hanya sekedar pengasuh


cinta ceo pesakitan


ketika kesetianku dipertanyakan


menggenggam asa


cinta kedua ceo


kau hanya milikku



Makasih banyak bagi kakak readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...

__ADS_1


Tetap dukung my queen heart dengan cara like setiap babnya, rate bintang 5, favoritkan dan votenya serta komentarnya yah...


__ADS_2