
"Assalamu alaikum," ucap salam mereka sebelum berpisah.
Mereka sama-sama saling mengucapkan salam. Elang tersenyum ke arah Zoe yang sedari tadi tersenyum malu-malu selalu menunduk tidak berani menatap ke arah Elang. Zoe tidak seperti biasanya jika mereka bertemu.
"Ternyata Kamu juga bisa malu-malu, Aku semakin sayang denganmu gadis kecilku," batinnya Elang dengan senyuman smirknya.
Arya berjalan beriringan dengan Emre, Adrian dan Dimas. Mereka berbincang-bincang setelah sudah jauh dari tempat Elang berdiri hingga detik ini.
"Apa kalian sudah mendapatkan informasi tentang Elang?" tanyanya Arya yang penasaran tingkat dewa.
Emre langsung memberikan hpnya karena dia tidak bisa menjelaskan semuanya mulai dari mana. Arya membaca artikel biodata tentang Elang. Mereka terkejut setelah membaca keseluruhan data diri Elang.
Arya membaca artikel biodata tentang Elang. Mereka terkejut setelah membaca keseluruhan data diri Elang.
"Ternyata dugaanku benar, kalau Elang bukan orang yang mudah disinggung." gumam Arya Wiguna Albert.
"Kamu akan memiliki menantu yang luar biasa, Elang adalah pebisnis yang berhati dingin terhadap saingannya, dia tidak akan segan untuk menyingkirkan lawannya."
Mereka sudah berada di dalam mobil yang akan mengantar mereka kembali ke kediaman Arya Wiguna. Perbincangan mereka menjadi seru ketika mereka membaca langsung data-data semua aset kekayaan yang dimiliki oleh Elang.
Mereka juga sangat kaya, tapi ternyata masih ada dan banyak yang lebih kaya dari mereka. Harta kekayaan Elang dikategorikan masuk rangking 7 besar di seluruh dunia.
"Kalau kekuatanmu digabungkan dengan kekuatannya pasti kalian akan semakin hebat dan sama-sama kuatnya." Emre menimpali percakapan mereka.
Sedari tadi, Zoe kebanyakan terdiam memikirkan lamaran dadakan dari Elang. Pria yang sempurna, ganteng, tajir melintir, di mata semua wanita, Elang sangat sempurna. Zoeya menatap ke arah luar jendela, sambil memikirkan tentang perkataan yang diucapkan oleh Elang.
Suara Elang terngiang-ngiang di telinganya, dia ingin bilang ya tapi ada setitik keraguan dan kebimbangan yang muncul di dalam hatinya. Dia tidak memungkiri jika di dalam hatinya akhir-akhir ini merindukan Dosen baru di kelasnya itu.
Pria yang terpaut jauh dengan usianya. Elang sudah berusia 30 tahun, usia yang sangat matang sedangkan Zoe baru 20 tahun. Mereka selisih 10 tahun. Cinta itu sudah ada, tapi untuk menikah ada kekhawatiran yang melandanya.
Adelia yang melihat putrinya termenung dengan menatap terus pemandangan ke luar, sangat tahu apa yang sedang dipikirkannya.
__ADS_1
Delia memegang ke dua tangan anaknya, Zoe menoleh saat dia merasakan sentuhan halus di atas kulit tangannya. Zoya tersenyum membalas senyuman mamanya.
Minta lah petunjuk sama Allah, jika ada keraguan di dalam hatimu, berserah dirilah padaNya Nak, jika Kamu belum yakin dan kebingungan akan jawaban apa yang engkau berikan," wajahnya teduh dan penuh kasih sayang ke pada anak keduanya sekaligus putri tunggalnya.
"Iya Ma, tapi aku belum siap untuk menikah," jawabnya dengan menundukkan kepalanya.
"Tapi, menurut Mama hatimu menginginkannya, hanya saja Kamu terlalu takut jadi banyak pertimbangan yang muncul dalam hatimu,"
Zoeya menatap sendu perempuan yang telah melahirkannya dan merawatnya dengan setulus dan sepenuh hatinya.
"Mama hanya meminta sama Kamu jalani saja dulu, kalau Kamu belum siap, Mama dan Ayah tidak bakalan memaksa Kamu untuk mengiyakan jika emang hatimu tidak menginginkannya."
Zoe memeluk tubuh Mamanya, itu lah hal yang paling disyukuri dan disukai oleh Zoeya dari Mamanya. Beliau tidak pernah sedikit pun memaksakan kehendaknya. Mereka akan menempatkan dirinya sebagai sahabat untuk saling berbagi suka duka.
Berbanding terbalik dengan perlakuan dan sikap mendidik anak-anaknya dengan saudaranya yang lain.
"Insya Allah Ma, Zoe akan shalat istikharah dan meminta petunjuk kepada Allah SWT," jelasnya.
Masalah seberat apapun,jika dihadapi dengan kepala dingin dan musyawarah insya Allah akan berakhir dengan kesepakatan bersama.
Elang masuk ke dalam mobilnya, entah kenapa setiap kali menyebut namanya Zoe saja sudah membuat hatinya bergetar. Dia merindukan semua yang ada ditubuhnya Zoya.
Bahkan selama dirinya berada di Jepang, bisa dibilang setiap hari dia merindukan suara, senyuman, canda tawanya Zoe.
"Aku akan melakukan, apa pun untuk meraih cintakamu, menukarmu dengan semua yang aku miliki pasti akan aku lakukan," batin Elang.
"Tuan Muda kita ke mana, pulang ke rumah atau mau keliling Jakarta dulu?" tanya Supirnya yang menatap ke arah Elang yang terdiam sedari tadi.
"Tuan Muda, kita mau ke mana?" supirnya sedikit meninggikan volume suaranya.
Barulah Elang kembali ke dunia nyatanya. Dia hanya menganggukkan kepalanya. Sang supir malah kebingungan, karena Elang hanya memberikan kode dengan menganggukkan kepalanya. Seharusnya menjawab ya atau tidak.
__ADS_1
...****************...
Silahkan mampir juga ke novel aku yg lainnya ceritanya tidak kalah seru dengan My Queen Heart loh...
dilema diantara dua pilihan
cinta dan dendam
pelakor pilihan
hanya sekedar pengasuh
cinta ceo pesakitan
ketika kesetianku dipertanyakan
menggenggam asa
cinta kedua ceo
kau hanya milikku
Makasih banyak bagi kakak readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...
Tetap dukung my queen heart dengan cara like setiap babnya, rate bintang 5, favoritkan dan votenya serta komentarnya yah...
Maaf jika banyak terdapat kesalahan dalam pengetikannya atau typonya...
__ADS_1