
"Kamu memangil dia Tante?" Tanyanya sembari menunjuk ke arah wajahnya Listie.
Zi hanya menganggukkan kepalanya ke arah ke dua pamannya itu.
"Ya ampun emak-emak gini Kamu selamatkan dan tolong? Apa tidak ada lagi perempuan yang single gitu Zi?" Tanyanya Dimas.
"Hey!! Aku sudah menikah dan sebentar lagi sudah jadi janda dan satu hal lagi Aku bukan emak-emak loh,aku belum punya anak," terangnya yang sedikit mengerucutkan bibirnya.
Begitu lah reaksi dan percakapan mereka setiap kali bertemu satu sama lain. Dari dulu memang mereka sudah seperti Tom and Jerry yang selalu berdebat dan bertengkar hal apapun itu. Mereka kemudian tertawa terbahak-bahak setelah mereka bertengkar kecil. Mereka sama-sama tidak menyangka jika akan kembali dipertemukan setelah enam tahun lamanya tidak bertemu.
Pertemuan yang tak terduga dan sama sekali tidak disangka oleh keduanya. Antara Lesti dan Dimas yang ternyata mereka sahabat sedari kecil.
"Pak ini semua bukti dan berkas yang bapak minta tadi," ucap Zidane yang menyodorkan berkas tersebut ke hadapan Kepala pengacara Keluarganya yang nantinya akan mengurus segala keperluan gugatan perceraian dan tuntutan yang akan dilayangkan ke Roy.
"Tuan Muda tenang saja, Kami pasti akan berusaha sekuat tenaga dan kemampuan Kami untuk menolongnya dan yakinlah jika kita pasti akan memenangkan kasus ini," jawabnya.
"Amin ya rabbal alamin, Alhamdulillah saya senang mendengarnya," balasnya.
Lesti sedang di dalam ruangan pemeriksaan dan sudah hampir dua jam dia di dalam. List diperiksa oleh Tim penyidik Polda Metro Jaya.
Mereka tidak ingin bertindak sebelum ada bukti nyata yang mereka pegang. Zidane sedikit merasa was-was menunggu hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh Tim kepolisian terhadap Tante Listiani. Dimas memegang tangannya Zidane yang mengerti dengan kegelisahan yang dia rasakan.
"Si apa Kamu sudah yakin, jika apa yang Kamu rasakan terhadapnya adalah murni cinta bukan hanya nafsu sesaat dan obsesi saja?" Tanya Emre yang memperhatikan raut wajah Zi.
Zi melihat ke arah Pamannya sebelum menjawab pertanyaan tersebut.
"Entahlah Uncle, hanya yang aku tahu setiap kali bertemu dengannya, hatiku merasakan kegembiraan dan jantungku selalu berdebar-debar jika berdekatan dengannya," jawabnya.
__ADS_1
"Zi apa Dia perempuan pertama yang dekat denganmu?" Tanyanya lagi Emre.
Emre ingin mengetahui apa yang terjadi di antara Zi dengan Listi. Mereka sangat jelas-jelas tahu jika, mereka berbeda jauh usianya. Mereka tidak ingin, jika Zi salah melangkah dan mengambil keputusan dalam hidupnya.
Di dalam keluarga besar Wiguna Albert Kim Said, status janda ataupun duda tidak menjadi halangan atau pun batasan untuk memulai hidup baru. Mereka menghormati dan menghargai segala bentuk keputusan dan pilihan dalam hidup anggota keluarganya.
Bagi mereka kebahagiaan yang paling utama dari segalanya. Yang paling penting status dari calon pasangan hidup mereka jelas. Maksudnya sudah tidak terikat dengan orang lain dalam hubungan apa pun itu.
"Iya Uncle, dia yang pertama dalam hidupku, tapi Zi masih bingung dengan apa yang Zi rasakan saat ini, hanya Zi tahu kalau Zi bahagia ada di dekatnya."
"Kalau gitu jangan terlalu cepat mengambil keputusan lagian Kamu juga baru tahun kedua kuliah, hidup Kamu masih panjang dan nikmati masa muda Kamu lebih dulu," Emre menepuk pundak keponakannya.
"Makasih banyak Uncle atas nasehatnya, Zi pasti akan ingat selalu lagian Zi belum ada niat ataupun rencana untuk menikah hanya jalani saja seperti air yang mengalir," tuturnya.
"Satu hal yang perlu Kamu ingat jangan sekali-kali untuk bertindak atau melakukan hal diluar kendalimu, karena penyesalan itu selalu datangnya di belakang Nak," jelasnya lagi.
Mereka tidak ingin Zi salah melangkah dan membuat keputusan yang bodoh hanya untuk menuruti hawa nafsunya saja. Tidak lama kemudian,Listy sudah kembali dan berjalan ke arah mereka.
Tapi, hati kecilnya merasa sedih dan sedikit kecewa karena Zi masih sangat muda untuk memikirkan hubungan yang sangat serius. Apa lagi mengingat Zi adalah pewaris tahta dari kerajaan Perusahaan Sinopec Group.
Dia berharap untuk terbaik dalam hidupnya. Dia tidak ingin terlalu bermimpi yang tinggi. Ia hanya berharap semoga kepahitan dan kesedihannya di masa lalu tidak kembali menghampiri dan mengusik ketenangan masa depannya.
Setiap manusia memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk bahagia. Mereka memiliki peluang untuk merubah dan meraih mimpi indahnya.
List tersenyum ke arah tiga pria yang berbeda generasi tersebut. Listi tidak ingin mengikuti hawa nafsunya dan mementingkan kepentingan pribadi semata.
Mulai detik ini dia sudah bertekad untuk memulai hidup yang baru tanpa ada bayang-bayang masa lalunya.
__ADS_1
****************
Silahkan mampir juga ke novel aku yg lainnya ceritanya tidak kalah seru dengan My Queen Heart loh...
dilema diantara dua pilihan
cinta dan dendam
pelakor pilihan
hanya sekedar pengasuh
cinta ceo pesakitan
ketika kesetianku dipertanyakan
menggenggam asa
cinta kedua ceo
kau hanya milikku
Makasih banyak bagi kakak readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...
__ADS_1
Tetap dukung my queen heart dengan cara like setiap babnya, rate bintang 5, favoritkan dan votenya serta komentarnya yah...
Maaf jika banyak terdapat kesalahan dalam pengetikannya atau typonya...