Queen My Heart

Queen My Heart
Bab. 139


__ADS_3

"Stop!!! Jika tidak Kamu akan kami segera menangkap mu lalu membawamu ke kantor polisi." Teriakan yang berupa ancaman yang mereka layangkan.


Adiguna tidak mengindahkan peringatan dan larangan dari Dimas. Dia tetap melangkah hingga berlari ke arah luar rumahnya dan masuk ke dalam mobilnya.


Saking cepatnya berlari, Adiguna tidak terkejar oleh mereka. Hingga mobilnya berhasil lolos dari hadapan mereka. Mereka bertiga mengikuti langkahnya Adiguna tapi, sia-sia saja usaha yang mereka lakukan. Mereka tidak menyangka jika, Adiguna akan bertindak seperti itu.


Malam semakin larut, burung hantu beterbangan dari satu dahan pohon lainnya, suasana malam yang begitu sunyi. Orang-orang sudah terlelap dalam buaian mimpinya. Begitu pula halnya dengan Arya dan Delia.


Setelah memenuhi kewajiban dan tanggung jawabnya masing-masing lebih memilih untuk langsung tidur. Mereka berpelukan untuk mencari kehangatan dari dinginnya pendingin ruangan. Selimut tebal sudah membungkus tubuh mereka, tetapi selimut itu tidak mampu menghalau dinginnya angin malam. Sedangkan di dalam ruangan lainnya.


Seorang perempuan berusaha menenangkan suaminya yang sangat marah, setelah mendengar kabar tentang Adiguna yang sudah ketahuan, kalau selama ini telah menyalahgunakan wewenang dan kekuasaannya di Perusahaannya Sinopec Group.


"Ini tidak mungkin!!! Kita sudah melakukannya dengan sangat rapi dan aman, tapi kenapa bisa mereka mengetahui hal tersebut?" Teriaknya di hadapan antek-anteknya.


"Sabar sayang, kalau gagal rencana pertama kita,kan masih ada cara lain yang bisa kita lakukan," ucap istrinya sembari berjalan ke arah atas paha suaminya itu.


Istrinya mengalungkan tangannya ke lehernya dengan mesranya. Dia tidak peduli dengan kehadiran orang lain di dalam ruangan itu. Mereka bermesraan di hadapan orang-orang.


Tidak ada rasa malu atau pun risih di antara mereka. Apa yang mereka lakukan sudah biasa sehingga tidak ada rasa malu sedikitpun di dalam hatinya mereka.


"Segera cari Adiguna dan bawa segera kesini dalam keadaan hidup-hidup, aku tidak ingin mendengar kegagalan dari kalian!!" teriaknya lagi.


Wanita itu menatap ke arah salah satu dari mereka. Hingga salah satu tangannya bergerak memberikan kode.


"Tunggulah jika saatnya tiba-tiba semua yang Kamu rebut dari orang lain akan menjadi milikku terutama istrimu juga akan aku rebut," batin seseorang yang berjalan meninggalkan ruangan itu.


Pria itu berjalan mengikuti langkah kaki rekan kerjanya menuju parkiran mobil. Wanita melihat dengan tatapan matanya yang tajam ke arah pria yang sudah tidak kelihatan siluet yang dipakainya.

__ADS_1


"Bersabarlah sayang, sedikit lagi kita akan pergi dari sini dan menikmati kekayaannya yang berhasil direbut dari tangan orang lain."


Keesokan harinya Arya dan yang lainnya melaporkan hal tersebut ke kantor polisi untuk segera ditindaklanjuti. Delia yang ditanya sebelum mereka berangkat ke kantor polisi terkejut dan sangat tidak menyangka jika saudara sepupunya sendiri yang berbuat culas di Perusahaannya.


"Siapapun orangnya jika berbuat yang tidak baik dan merugikan orang lain segera hancurkan saja tidak peduli latar belakangnya."


Perkataan dari Delia masih terngiang di telinganya. Dia tidak menyangka jika tanggapan dan pandangannya terhadap kasus yang dilakukan oleh Adiguna sepupunya sendiri, sama sekali tidak membuatnya gentar sedikitpun untuk memperjuangkan kebenaran dan keadilan.


Bagi Delia semua orang sama di mata hukum dan agama. Kedatangan Arya dan lainnya disambut hangat dan baik oleh pihak kepolisian. Mereka tanpa menunggu waktu lama segera menjalankan semua prosedur penangkapan terhadap Adiguna.


Adiguna sudah masuk daftar DPO polisi. Beritanya pun sudah disiarkan langsung dibeberapa stasiun televisi. Bibi Ainun shock mendengar kabar tersebut.


Beliau pun segera menghubungi nomor hp Delia keponakannya. Dia menangis tersedu-sedu dan sangat menyesal dan tak henti-hentinya memohon maaf atas kesalahannya Adiguna.


"Maafkan Delia Bi, Delia harus menyelesaikan semua persoalan Perusahaan Sinopec Group ketangan polisi," ujarnya sembari membersihkan tangannya yang baru saja mengolesi mentega cetakan kuenya.


"Jangan dimasukin dihati Bi, semua perbuatannya Adiguna, kita berdoa saja semoga Abang Adiguna bisa berubah dan menyesali semua perbuatannya yang telah merugikan orang lain," tuturnya.


"Bibi sangat sedih dan menyesal telah salah mendidik Adiguna nak, ini semua kesalahannya Bibi dan semoga pamanmu tidak mengetahui hal ini, jika tidak Bibi yakin paman akan…" perkataan dari bibi Ainun terpotong setelah mendengar bunyi benda jatuh.


Praannggggg…


Bunyi itu bersumber dari vas bunga yang dijatuhkan tanpa sengaja oleh pamannya Lukman. Bibi Ainun lupa mematikan sambungan teleponnya sebelum berlari menyelamatkan diri Pak Lukman yang sudah terkapar di atas lantai.


----------------


Silahkan mampir juga ke novel aku yg lainnya ceritanya tidak kalah seru dengan My Queen Heart loh...

__ADS_1



dilema diantara dua pilihan


cinta dan dendam


pelakor pilihan


hanya sekedar pengasuh


cinta ceo pesakitan


ketika kesetianku dipertanyakan


menggenggam asa


cinta kedua ceo


kau hanya milikku



Makasih banyak bagi kakak readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...


Tetap dukung my queen heart dengan cara like setiap babnya, rate bintang 5, favoritkan dan votenya serta komentarnya yah...


Maaf jika banyak terdapat kesalahan dalam pengetikannya atau typonya...

__ADS_1


__ADS_2