Queen My Heart

Queen My Heart
Bab. 87. Pikirannya Yang Sempit


__ADS_3

Mami Clara sudah geram melihat bukti kejelekan dan kemunafikan dari Jefri. Beliau sangat tidak percaya karena selama ini yang Dia kenal Jefri Pria yang religius, agamis, selalu bertutur kata yang sopan santun, tidak pernah mengecewakan dan mengungkap rahasia sikap jeleknya.


"Aku tidak menyangka jika Jefri Pria brengsek," sesal Mami Clara lagi.


Mark yang penasaran dan tidak percaya dengan apa yang mereka katakan akhirnya mengambil hp itu dan memeriksa dengan detail gambar yang ada di dalam rekaman video itu apa asli atau sekedar gambar editan semata.


Zack memegang tangan istrinya agar percaya padanya dan tidak perlu khawatir ataupun takut. Zack yakin dengan memperlihatkan bukti itu, hubungan Pernikahannya yang baru sekitar sejam lalu direstui.


Raut wajah Mark berubah dan tidak bisa terbaca dan ditebak sama sekali oleh siapa pun. Dia mengepalkan tangannya hingga tulang-tulang dan urat-urat tangannya begitu nampak jelas.


Eliana pun muncul sedari tadi hanya berdiri mematung dan menjadi saksi bisu dari pertengkaran dan drama yang diciptakan oleh suaminya. Ia segera berjalan ke arah suaminya berada.


Semua menatap tidak percaya kedatangan Elliana ke Mesjid tersebut.


"Elliana, putriku," tutur Mama Elisabeth.


"Makasih banyak Zack kamu sudah membuka mataku dan mengetahui dengan sangat jelas siapa sebenarnya pria yang akan dinikahkan oleh Suamiku untuk putri pertamaku," ujarnya Eliana Ibu mertuanya.


Mark menoleh ke arah istrinya berada. Mark terkejut dengan kehadiran istrinya di tengah-tengah mereka.


"Mas, sampai kapan pun saya tidak akan mengijinkan putriku untuk menikahi di Jefri itu, apa pun alasannya, bukan karena Zack adalah keponakanku, itu terlepas dari hubungan kami, tapi karena mereka saling mencintai dan sudah sah dan resmi menikah," tolak Eliana dengan sikap tegasnya.


Elliana baru kali ini dan untuk pertama kalinya dia menentang keputusan dari suaminya. Selama dia menikah sedikit pun tidak pernah menentang atau pun menolak apa saja yang sudah diputuskan oleh suaminya.


Ia akan manut saja walaupun di dalam hatinya tidak menyetujui hal tersebut, tapi demi keluarganya dia ikhlas menerima semuanya tanpa ada bentuk protes darinya.


"Mas apa Kamu ingin melihat putri kecilku bersedih hingga ujung usianya, apa Kamu tidak pernah sedikitpun memikirkan keinginan mereka? sudah cukup Mas mengekang dan mengatur hidup anak-anakku!" Geram Elliana yang sudah muak dan jengah melihat sikap keras kepala suaminya itu.


Wajah Eliana kali ini tidak seperti biasanya yang selalu berwajah teduh, tenang dan penuh kesabaran.


"Kalau Mas tidak merestui mereka, maafkan Eliana jika hari ini adalah hari terakhir kita bertemu," ancam Eliana dengan penuh keyakinan.


Eliana segera berjalan ke arah anak dan menantunya berada. Dia tidak perduli lagi dengan tanggapan dan komentar dari siapa pun. Elliana menarik tangan keduanya dan berjalan melewati suaminya yang sedari tadi terdiam dan membisu Langkah kakinya terhenti sesaat setelah berada di samping suaminya.


"Maafkan Eliana Mas, kita akhiri semuanya cukup sampai di sini saja," jelasnya dengan penuh keyakinan.


"Moms!," ucap Key yang air matanya sudah membanjiri wajahnya yang cantik dengan polesan make up-nya.


Eliana tidak perduli perkataan dari anaknya. Eliana terus menarik tangan Zack dan Key.


Mereka berjalan ke arah tempat mobilnya berada.


"Pak supir jalan," ucapnya setelah mereka sudah berada di dalam mobil dan duduk di tempat masing-masing.


Satu persatu orang-orang meninggalkan ruangan Mesjid tersebut.


"Pak penghulu tolong urus semua buku dan akta nikah cucuku dan kalau selesai antar ke rumah," pinta nenek Elizabeth.

__ADS_1


"Baik Nyonya," jawab Pak penghulu.


"Ini ada sedikit uang untuk bapak, makasih banyak sudah membantu dan menikahkan cucuku," ucap Nenek Elisabeth yang memberikan amplop putih berisi beberapa sejumlah uang yang cukup banyak.


"Syukur Alhamdulillah, Makasih banyak Nyonya," tutur Pak Penghulu.


Mama Elisabeth hanya tersenyum menanggapi perkataan dari pak penghulu.


Pak Penghulu sangat bahagia karena gaji yang dia dapatkan malam ini seumur hidupnya yang paling banyak bahkan sangat banyak.


Mobil yang mereka tumpangi sudah meninggalkan Masjid. Eliana akan memboyong anak dan menantunya pergi jauh dari Indonesia agar hidup mereka bisa aman dari pengganggu.


Watching you go


Staring sadly crying uncontrollably Imagining the time together we passed the most beautiful times When you hugged me say love


You are all my love


Which always soothes my feelings


You will always be by my side forever


You are like breath on my body


who can animate all my movements I will always adore you until later we will be together


After half my life, I cry for you


There is no longer the most beautiful stanza sounds sweetly spoken


Seducing flattering me calms the soul


You are all my love for me


who always reassures my feelings


You will always be by my side forever


You are like breath on my body


Who can animate all my movements I will always adore you


Until then we'll be together


There is no love as sincere as your love


no one can replace you There is no feeling as beautiful as your love

__ADS_1


No one can accompany me


You are all my love


Which always reassures me


You will always be by my side forever.


Tetap dukung novelnya Fania yah dengan cara:


Like setiap Babnya,


Rate Bintang 5,


Favoritkan agar selalu mendapatkan Notifikasi Updatenya


dan


Votenya Juga serta Giftnya yah bagi lah Kakak hehehe..


Silahkan mampir juga ke novel aku yg lainnya:



dilema diantara dua pilihan


cinta dan dendam


pelakor pilihan


hanya sekedar pengasuh


cinta ceo pesakitan


ketika kesetianku dipertanyakan


menggenggam asa


cinta kedua ceo


kau hanya milikku



makasih banyak bagi kakak readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...


tetap dukung my queen heart dengan cara like setiap babnya, rate bintang 5, favoritkan dan votenya serta komentarnya yah...

__ADS_1


maaf jika ada kesalahan dalam pengetikannya atau typonya...


__ADS_2