Queen My Heart

Queen My Heart
Bab. 188


__ADS_3

"Maaf jawaban saya masih sama, bukan saya yang menabrak pejalan kaki tersebut dan bapak polisi yang terhormat sampai kapan pun jawabanku sama bukan saya," ucap Dimas dengan nada suara yang agak tinggi.


Ada seseorang yang langsung menendang perut Dimas sehingga Dimas langsung tersungkur ke lantai dan memegang perutnya yang sakit dengan tangan yang terborgol.


"Apa kamu sudah lupa dengan saya?" tanya orang tersebut sambil memberikan kode kepada rekannya untuk melapisi ruangan tersebut dengan alat peredam suara sehingga mereka bebas untuk bertindak sesuai kehendaknya.


Sedangkan Arya dan tim pengacaranya tidak bisa berbuat apa-apa dan masuk mendampingi Dimas yang sedang diinterogasi. Padahal sudah hampir tiga jam Dimas di dalam tapi belum ada tanda-tanda jika Dimas akan keluar.


Orang tersebut membuka topeng penyamarannya yang sempat dipakainya yang ternyata wajah sebelumya hanyalah wajah rekayasa ciptaan teknologi yang sering dipakai oleh artis jika sedang syuting.


Ternyata orang tersebut adalah seseorng yang pernah menjadi sahabat baik Dimas di masa sejak mereka masih Putih abu-abu.


"Apa kamu sudah ingat??" ingat ucap Dion sambil menarik rambut Dimas.


Dimas hanya meringis kesakitan saat rambutnya ditarik.


"Gara-gara kamu aku tidak lulus sekolah waktu itu dan karena kamu lah yang melapor kepada pihak sekolah kalau yang mengambil Kunci jawaban yang ada di lemari kepala sekolah," jelas Dion yang sangat membenci Dimas.


Dion sebenarnya adalah sahabat baik Dimas tetapi karena Dimas tidak suka dengan sikapnya Dion yang setiap kali ujian selalu mengandalkan kunci jawaban curian.


Berulang kali Dimas sudah melihat langsung dengan mata kepalanya sendiri dan berulang kali juga Dimas untuk menasehati Dion tapi hal itu sia-sia saja dan Dion malah marah.


Dion adalah salah satu anak pemilik saham tertinggi dari yayasan sekolah tersebut dan Dion sedari kecil dituntut oleh Ayahnya untuk tidak melakukan Kesalahan dalam hal apa pun dan harus selalu jadi juara.

__ADS_1


Karena kemampuan otak dan berfikir Dion yang tidak seperti Dimas membuat Dion salah langkah dan buta hati. Kebetulan Dion mendengar kabar bahwa Dimas ditahan di kantor polisi sehingga Dion menyuap dan mengancam beberapa anggota polisi untuk berkerja sama dalam menangani kasus Dimas.


Dion sengaja mengambil kesempatan ini sedari dulu Dion tunggu sedangkan otak dibalik penangkapan Dimas tertawa terbahak-bahak di saat dirinya menonton langsung rekaman cctv yang terpasang di dalam ruangan tersebut.


Cctv yang khusus anak buahnya pasang tanpa sepengetahuan dari yang lain atau pun pihak kepolisian.


"Hahaha tangan ini tidak perlu repot-repot untuk memberikan pelajaran untuk keponakanmu Wiguna Albert Kim Said dan ini baru awal dari segalanya, sampai kapan dendam ini akan aku lakukan hahaha," gertak orang tersebut dibalik kursi kebesarannya.


Arya sudah mulai khawatir dan curiga dengan pihak kepolisian karena baru kali ini ada yang diinterogasi oleh pihak kepolisian tanpa ada pengacara yang mendampinginya.


"Aku bukan lah orang yang melaporkan kamu ke kepala sekolah bahkan aku tidak tahu kalau kamu dikeluarkan dari sekolah setelah kedapatan mencuri soal dan kunci jawaban," ungkap Dimas yang sudah kembali mengingat kejadian beberapa tahun silam.


Dion memberi kode kepada anak buahnya untuk menghajar Dimas. Dimas yang diborgol tangannya dan kakinya tidak mampu untuk melawan mereka yang jumlahnya terbilang banyak.


"Aaaahhhh!!!" suara teriakan Dimas disaat benda tajam itu mengenai kaki bagian pahanya di atas dan Dion langsung menyiram air garam di atas luka tersebut.


Gelas yang dipegang oleh Dessy terjatuh ke lantai. Dessy langsung khawatir dengan keadaan suaminya yang sampai sekarang belum ada tanda-tanda segera keluar dari ruangan interogasi. Dessy segera menyusul keberadaan Arya.


Arya segera menelpon nomor hp Alan dan menanyakan perihal tentang kedatangan Aditya.


"Halo Alan apa Aditya sudah datang?" Tanya Arya.


"Iya dia sudah datang dan bukti kesalahan Mark dan Dimas sudah ada ditangan kami," jawab Alan.

__ADS_1


Silahkan mampir juga ke novel aku yg lainnya ceritanya tidak kalah seru dengan My Queen Heart loh...



dilema diantara dua pilihan


cinta dan dendam


pelakor pilihan


hanya sekedar pengasuh


cinta ceo pesakitan


ketika kesetianku dipertanyakan


menggenggam asa


cinta kedua ceo


kau hanya milikku


__ADS_1


Makasih banyak bagi kakak readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...


Tetap dukung my queen heart dengan cara like setiap babnya, rate bintang 5, favoritkan dan votenya serta komentarnya yah...


__ADS_2