
"Ihh Abang gak suka yah kalau tubuh Rina layak buntelan," ketusnya Rina yang matanya sudah berkaca-kaca karena Emre mengatakan secara tidak langsung gembrot.
Emre tidak membalas ucapan dari Rina dan langsung tancap gas menuju rumah sakit DA.
"Aaahh sakit Bang!!" Keluhnya Rina yang perutnya semakin sakit.
"Tahan yah dek dikit lagi kita akan sampai," ucap Emre yang menambah lagi kecepatan laju mobilnya.
Beberapa saat kemudian, Rina dan Emre sudah sampai di Rumah Sakit bersalin DA. Ternyata Dessy dan Dimas sudah ada di Rumah Sakit DA sejak tadi pagi tapi sakit yang dirasakan Dessy timbul tenggelam.
Dessy sekarang menikmati makanan yang tersaji dalam depannya di salah satu restoran yang di dalam area rumah sakit. Dimas pun mendapat kabar kalau Emre dan Rina juga ada di sana karena Rina sudah siap untuk melahirkan.
"Yang katanya Rina sudah akan melahirkan dan sudah pembukaan sembilan," ucap Emre saat dirinya sudah duduk di depan Dessy.
Dessy yang mendengar berita tersebut langsung buru-buru menghabiskan makanannya.
"Serius Mas?" tanya Balik Dessy.
"Iya aku serius," ucap Dimas sambil mengeja kata serius di depan Dessy.
"Kalau gitu tunggu apa lagi," ucap Dessy yang buru-buru berjalan.
"Yang hati-hati dong ingat kamu itu sedang hamil," teriak Dimas.
Setelah Dimas berteriak baru lah Dessy tersadar kalau dirinya juga sedang hamil besar. Dimas dan Dessy berjalan biasa saja karena takut jika terjadi sesuatu kepada Dessy dan kandungannya.
Arya dan Delia sudah berada di depan kamar operasi karena Emre tidak ingin melihat istrinya tersiksa sehingga Tim dokter mengambil langkah untuk operasi caesar padahal kondisi Rina yang baik dan bisa melahirkan normal.
Tapi gitu lah Emre yang tidak ingin kepunyaannya bertambah ukurannya jika harus Rina melahirkan normal. Beberapa menit kemudian, tangis bayi pun terdengar.
__ADS_1
"Alhamdulillah Makasih banyak ya Allah…" ucap Emre sambil mengusap wajahnya.
"Selamat Pak putra bapak lahir dengan selamat dan sehat," ucap Dokter.
Emre langsung memeluk tubuh dokter saking bahagianya karena sudah memiliki anak sepasang cewek dan cowok.
"Makasih banyak dokter atas bantuannya," ucap Emre dan langsung berlari masuk ke ruang operasi sedangkan Rina masih tertidur akibat pengaruh obat bius tersebut.
Emre pun segera mengadzani putranya di samping para sahabatnya. Dessy yang tidak sengaja menyentuh kaki putra Emre dan Rina langsung merasakan sakit dibagian perutnya.
"Auuuhh sakit," teriak Dessy sambil memegang perutnya.
"Sepertinya kamu akan melahirkan juga Dessy," ucap Delia.
Dessy hanya manggut-manggut karena sudah tidak tahan dengan sakit perutnya. Air ketuban Dessy pun sudah pecah dan mengalir ke kakinya. Delia yang melihat itu pun segera berteriak dan ikut panik melihat air ketuban Dessy.
"Dimas air ketuban Dessy sudah pecah panggil segera dokter" ucap Delia.
"Mas sakit!!" Pekik Dessy.
Dokter dan beberapa perawat sudah menangani Dessy dan Dimas disuruh ke luar tapi Dessy melarang Dimas untuk pergi.
"Biarkan suami saya berada di Sini dokter aaaahhh," ucap Dessy yang sudah mengedan.
"Iya mas tidak akan pergi kok, mau harus kuat bayi kita akan segera lahir Dessy" ucap Dimas yang memberikan semangat kepada Istrinya.
"Ayok ibu dorong yang kuat lagi dan tarik nafasnya dalam-dalam dan hembuskan dengan kuat sambil mengedan," ucap Dokter yang melihat Dessy hanya tinggal dikit saja bayinya akan lahir.
Dessy pun mengikuti saran dokter dan sekali tarikan nafas putrinya pun lahir ke dunia ini hanya beda sejam dari putranya Emre dan Rina. Semua keluarga sudah diberitahukan atas kelahiran putra dan putri mereka.
__ADS_1
Semua anggota keluarga Wiguna sangat bahagia dengan kabar baik tersebut. Ucapan selamat pun berdatangan dari keluarga, kerabat jauh yang ada di luar daerah maupun diluar negeri turut bahagia.
Kecuali Uncle dan Auntynya Emre yang tidak senang mendengar kalau Emre punya anak laki-laki. Bahkan relasi dan rekan bisnisnya ikut memberikan ucapan selamat.
"Kita jadi Aunty dan Uncle lagi Delia," tutur Arya yang bahagia karena anggota keluarga mereka bertambah
silahkan mampir juga ke novel aku yg lainnya ceritanya tidak kalah seru dengan my queen heart loh...
dilema diantara dua pilihan
cinta dan dendam
pelakor pilihan
hanya sekedar pengasuh
cinta ceo pesakitan
ketika kesetianku dipertanyakan
menggenggam asa
cinta kedua ceo
kau hanya milikku
__ADS_1
makasih banyak bagi kakak readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...
tetap dukung my queen heart dengan cara like setiap babnya, rate bintang 5, favoritkan dan votenya serta komentarnya yah