
"Eehh enggak apa-apa kok Abang, hanya pesan chat dari Mama yang bertanya kenapa belum pulang juga," jawabnya yang sedikit berbohong itu untuk menutupi kebenaran yang baru diketahuinya.
Mobil meluncur dengan mulus dan tanpa hambatan di atas aspal malam itu. Zoe kembali kepikiran dengan maksud dari pesan kaleng dari orang yang tidak dikenalnya itu.
"Aku harus mencari tahu, apa maksud dari pesan orang itu."
Mobil perlahan memasuki area halaman kediaman utama keluarga Arya Wiguna. Zoe segera keluar dari mobil setelah mesin mobil sudah berhenti. Elang merasa ada yang aneh dengan Zoe, tapi dia tidak ingin bertanya lebih jauh lagi.
Dia sudah menanamkan prinsip dalam dirinya, untuk tidak akan pernah memaksakan kehendaknya dalam bentuk apapun terhadap kehidupan Zoe. Mereka berjalan beriringan hingga ke dalam ruangan tempat Ayahnya berada.
Arya memberikan kode kepada Elang agar mengikutinya masuk ke dalam ruangan khususnya. Elang yang melihat kode dari calon Ayah mertuanya segera berjalan di belakang Arya.
Sedangkan Zoe, dia menaiki undakan tangga lalu masuk ke dalam kamarnya. Dia segera ke dalam kamar mandi untuk membersihkan seluruh tubuhnya yang sudah sedikit lengket dan kotor terkena debu dan keringat.
"Apa hubungannya Elang dengan Pemimpin Black Dragon, apa tujuan dan maksud orang itu mengirimkan pesan tersebut ke nomorku, aku sudah hubungi orang itu tapi, tidak aktif."
Air dari shower membasahi seluruh tubuhnya, Zoe mandi di bawah guyuran air tanpa membuka pakaiannya. Pikirannya terlalu sibuk memikirkan chat orang yang tak dikenalnya tersebut.
Elang, Dimas dan Emre berada di dalam ruangan tersebut dengan wajahnya yang masing-masing berubah tegang dan serius setelah mendengar penjelasan dari Elang.
"Ini tidak mungkin!! Pasti bukan Adiguna pelakunya," jelas Arya yang shock setelah membaca beberapa berkas bukti keterlibatan Adiguna dalam pencucian uang serta penyelewengan beberapa dana milik perusahaan Ayahnya Wiguna Albert Kim Said.
Emre mengambil alih berkas tersebut dan dia tidak meragukan sedikit pun hasil temuan dari Elang. Bahkan sangat yakin dengan hal tersebut.
"Aku sangat yakin dengan bukti yang ada, dan tidak mungkin Elang dengan sengaja merekayasa bukti tersebut, iya kan Elang?" Tanyanya dengan mengarahkan pandangannya ke arah Elang yang duduk menyandarkan punggungnya ke kursi.
__ADS_1
Elang hanya balas menatap ke arah mereka. Sedangkan Dimas pun sama sekali tidak meragukan hal tersebut, karena sudah pernah mendapati keganjalan, tapi hingga tadi dia belum pernah menemui bukti yang akurat dan detail.
"Arya apa yang tertulis di sini sudah sangat jelas, dan kecurigaan saya selama ini sudah terbukti," timpalnya.
"Jadi apa yang harus kita lakukan dengan perbuatannya Adiguna yang sudah merugikan Perusahaan Papa?" Tanya Arya yang teringat dengan paman dan bibinya Delia di kampung jika dia mengetahui hal tersebut.
Mereka pasti akan kecewa dan sedih, jika mereka mengetahui bahwa putra keduanya telah melakukan kesalahan yang sangat fatal. Arya tidak ingin memberikan beban pikiran kepada paman dan bibi Ainun. Pasti mereka akan sedih dan kecewa.
"Kalau menurut saya, tidak usah berita ini kedengaran sampai ke telinga mereka, untuk menekan segala resiko yang mungkin muncul untuk kedepannya."
Mereka saling berpandangan satu sama lain. Mereka setuju dengan usulan dari Emre.
"Besok pagi-pagi sekali, kita harus berkunjung ke rumah pribadinya Adiguna sebelum dia berangkat ke Kantor dan meminta pertanggungjawabannya," terang Dimas.
"Kalau menurut aku harus ditindak tegas, aturan tetap aturan jangan lembek, mau orang yang dikenal atau pun keluarga yang berbuat kesalahan tetap harus segera diberikan hukuman sesuai dengan kesalahannya dan perbuatannya," jelas Arya.
"Harus disiplin dan tegas pada semua yang melanggar aturan tidak pandang bulu, ini menjadi contoh untuk semua orang," terangnya Dimas.
Mereka kembali duduk saling berhadapan dan sibuk dengan pikirannya masing-masing. Mereka masih sering geleng-geleng kepala dan tidak menyangka dan menduga hal itu terjadi.
Jikaka keluarga sendiri yang membuat kekacauan dan keonaran di dalam Perusahaan. Perusahaan yang sudah dirintis dan dibangun oleh Papanya dengan penuh perjuangan dan bukan pengorbanan sedikit.
...****************...
Silahkan mampir juga ke novel aku yg lainnya ceritanya tidak kalah seru dengan My Queen Heart loh...
__ADS_1
dilema diantara dua pilihan
cinta dan dendam
pelakor pilihan
hanya sekedar pengasuh
cinta ceo pesakitan
ketika kesetianku dipertanyakan
menggenggam asa
cinta kedua ceo
kau hanya milikku
Makasih banyak bagi kakak readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...
Tetap dukung my queen heart dengan cara like setiap babnya, rate bintang 5, favoritkan dan votenya serta komentarnya yah...
__ADS_1
Maaf jika banyak terdapat kesalahan dalam pengetikannya atau typonya...