
"Sa-ya pesan lobster, kepiting tumis dan Ikan bakar sambal terasi," ujarnya Ratna sedikit gagap.
"Baik Mbak ditunggu yah pesanannya," pungkas Firman.
Sinta dan Firman berlalu dari hadapan Ratna yang masih bingung dengan apa yang terjadi kepadanya.
"Senyuman itu membuat jantungku berdetak lebih cepat apa yang sedang terjadi dengan jantungku, atau mungkin aku harus segera ke dokter," batin Ratna.
Ratna menikmati makanannya di siang hari itu di mana umat muslim lainnya sedang menjalankan ibadah puasa kecuali yang berhalangan.
Ratna sangat menyukai makanan buatan resto tersebut. Bahkan Ratna disela makannya tak hentinya memuji makanan yang dua santap.
"Mbak sini?" Teriak Ratna yang memanggil salah satu pelayan restoran.
Pelayan yang dipanggil langsung berjalan ke arah Ratna, "Iya Mbak ada yang bisa saya bantu?" tanya Mbak pelayan itu.
"Maaf boleh nanya siapa yang masak semua makanan ini?" tanya Ratna Antika Monata sambil melap sisa makanan yang ada di mulutnya.
"Itu Chef handal kami Mbak dan kebetulan yang punya restoran tersebut orang yang memasaknya," terang Mbak pelayan tersebut.
"Karena makanan yang ada di sini membuat saya kenyang dan makanannya lezat Saya kasih tips ke mbak deh" tuturnya Ratna sambil menyerahkan uang beberapa lembar dan juga kartu kredit untuk pembayaran semua makanan yang sudah dia habiskan.
"Makasih banyak Mbak," balas pelayan tersebut lalu berjalan ke arah meja kasir.
Beberapa saat kemudian, Mbak pelayan tersebut kembali dengan wajah yang kurang bersahabat, ia langsung menyerahkan kartu kredit milik Ratna.
"Maaf kartu Mbak tidak bisa dipakai," tutur Mbak pelayan tersebut.
Ratna melototkan matanya,"Apa!! maaf Apa yang kamu katakan? Pasti kamu salah deh," pungkas Ratna yang sudah naik pitam.
"Iya Mbak kartu Mbak tidak bisa dipakai dan sepertinya sudah diblokir," Jelas Mbak tersebut.
"Itu tidak mungkin pasti ada yang salah di sini atau mungkin mesin Mbak yang bermasalah sedang rusak kali," kilah Ratna yang tidak percaya jika kartu kreditnya tidak bisa dipakai.
"Kalau Mbak tidak percaya, ikut saya kita cek langsung ke kasir Mbak," pinta Mbak itu lagi yang bername tag Susan.
"Ok, karena aku yakin pasti ada kekeliruan di sini, gak mungkin banget kartuku gak bisa dipakai padahal di luar negeri saja aku bisa memakainya sesuka hatiku," ketusnya Ratna lalu mengikuti langkah kaki Pelayan tersebut.
__ADS_1
Mereka pun berjalan ke arah kasir dan ternyata apa yang dikatakan oleh pelayan tersebut benar adanya. Ratna pun mengambil kartu kredit lainnya dan hasilnya sama tidak bisa dipakai. Ratna mengambil kartu debitnya dan kembali mendapatkan hasil yang sama pula. perawatan Arman sedangkan Arman sudah berada di atas bangkar rumah sakit di dalam kamar perawatan VIP. Karena sudah pukul 4 pagi, mata Karina tersisa 5 watt, Karina pun terlelap di samping tangan Arman sambil duduk di kursi.
"Ini tidak mungkin, pasti ada kesalahan yang terjadi, atau mungkin mesin Mbak yang bermasalah lagi," sanggah Ratna.
"Kalau Mbak tidak punya duit gak usah berlagak sok jadi anak sultan, kasih tips ke saya padahal apa yang Mbak Makan saja gak mampu mbak bayar," Sindir Mbak pelayan itu lagi.
"Apa kamu bilang haa!!" Hardiknya Ratna Antika Monata yang sudah ingin berdiri dan menarik tangan pelayan tersebut tapi tiba-tiba seseorang datang dari arah belakang dan mencegah tangan Ratna.
"Tolong jaga sikap Mbak, kalau Mbak membuat kekacauan di sini tolong tinggalkan restoran kami dan sebelum anda keluar tolong bayar makanan yang anda makan," sarkasnya Firman.
"Cantik tapi sayang banget kelakuannya seperti preman pasar saja yang tidak tahu etika dan sopan santun," gumamnya Firmansyah.
"Apa kamu bilang?" Bentak Ratna lagi.
"Orangnya ganteng sih tapi sayangnya mulutnya pedes juga kayak bin cabe level 11 saja nih mulutnya," umpatnya Firman.
"Aku hanya meminta Anda untuk membayar semua jumlah makanan yang anda makan lalu Anda angkat kaki dari sini, dari pada mempermalukan diri Anda sendiri, coba perhatikan di sekeliling restoran bukannya anda sudah menjadi pusat perhatian," geramnya Firman lagi.
Ratna kemudian memperhatikan seluruh penjuru resto, banyak orang-orang yang sudah berbisik-bisik sambil melihat kearahnya. Ratna semakin dibuat jengkel karena seakan-akan dirinya sengaja dibuat esmosi jiwa raga.
"Berapa semua tagihannya aku masih sanggup untuk bayarnya jadi Anda semua tidak perlu marah dan mempermalukan saya seperti ini," tampiknya Ratna yang mulai jengah.
Saat hati ini mulai merapuh
Saat raga ini ingin berlabuh
Ku berharap engkau lah
Jawaban segala risau hatiku
Dan biarkan diriku
Mencintaimu hingga ujung usiaku
Jika nanti ku sanding dirimu
Miliki aku dengan segala kelemahan ku
__ADS_1
Dan bila nanti engkau di sampingku
Jangan pernah letih tuk mencintaiku
Saat hati ini mulai merapuh
Ku berharap engkau lah
Jawaban segala risau hatiku
Dan biarkan diriku
Mencintaimu hingga ujung usiaku
Jika nanti ku sanding dirimu
miliki aku dengan segala kelemahan ku
Dan bila nanti engkau di di sampingku
Jangan pernah letih untuk mencintaiku
Berniat menyenangkan pasangan juga jadi bagian dari adab serta tata cara berhubungan suami istri sesuai Sunnah dan syariat Islam.
Istri yang baik dalam Islam adalah dia yang berniat menyenangkan suaminya dalam segala hal yang dilakukannya, termasuk saat bercinta.
Dalam Islam membahagiakan suami itu penting karena surga istri ada di bawah kaki suaminya. Suami pun juga harus memperlakukan istrinya dengan baik.
Karena hubungan intim suami istri tentu dilandasi dengan niat untuk saling memberi kesenangan pada diri sendiri dan juga pasangan.
Intending to please your partner is also part of the adab and procedures for marital relations according to the Sunnah and Islamic law.
A good wife in Islam is one who intends to please her husband in everything he does, including when making love.
In Islam, making the husband happy is important because the wife's paradise is under her husband's feet. Husbands also have to treat their wives well.
Because the intimate relationship of husband and wife is certainly based on the intention to give each other pleasure to yourself and your partner.
__ADS_1