
Pak Anton tersenyum tipis seraya berucap,"Ijinkan kami membantu Nyonya," pintanya Pak Antoni kembali kepala koki tersebut.
"Makasih banyak, silahkan kalau kalian ingin membantuku,"sahut Mama Elisha Selma Ridha Wijayanto.
"Nyonya mau masak apa biarkan saya siapkan bahan-bahannya terlebih dahulu" ucap kepala koki yang menawarkan bantuan.
Tidak terasa hari Jum'at telah tiba, sang calon pengantin telah berada di tempat yang telah ditentukan untuk melaksanakan ijab kabul antara Arman Satya Nadella Wijaya dan Karina Arinda Auliani Razak dengan Ratna Antika Monata Wijaya dan Firmansyah Rafli Amar.
Mereka sudah siap untuk dinikahkan tapi Arman digerogoti rasa grogi dan tidak percaya diri untuk mengucapkan lafal ijab qobul, bahkan disaat diajari oleh orang lain sering melakukan kesalahan. Anggota keluarga besar Wiguna Albert Kim Said sudah memenuhi ruangan masjid yang dipilih oleh kedua calon mempelai sebagai tempat pelaksanaan acara akad nikahnya.
Kembali hanya minus Yuliana dan Emilia beserta suami dan anaknya yang tidak hadir. Kesedihan itu pasti dirasakan oleh Mama Elisabeth, tapi Mama Elisabeth tidak menampakkan wajah murung dan sedihnya. karena tidak ingin membuat anaknya yang hadir di tempat tersebut ikut sedih.
"Alhamdulillah Bapak Penghulunya sudah datang, gimana dengan kedua calon pengantin pria nya apa mereka sudah siap?" tanya Aryanta.
"Alhamdulillah kakakmu sudah siap walau pun masih grogi bahkan takut melakukan kesalahan pas ijab kabul nya," jawab Bu Elisha.
Bu Elisa sambil tersenyum mengingat kejadian semalam waktu Arman menghafalkan kata-kata ijab kabul.
"Itu hal yang biasa dan lumrah terjadi kepada siapa pun Ma, tapi kalau aku dulu Alhamdulillah lancar jaya saja padahal tidak ada persiapan apa pun sebelumnya karena semuanya serba dadakan," ucap Arya yang mengingat kejadian saat dirinya digrebek dan akhirnya menikah dengan Dinda Paramitha Wirawan Kim Said kenangan itu masih terpatri di dalam hati dan pikirannya.
"Iya betul apa yang kamu katakan Nak, perasaan canggung, grogi dan tidak percaya diri pasti itu ada dalam diri setiap calon pengantin pria tapi kalau menurut aku sih berdo'a saja dan jangan lupa ucapkan bismillah sebelum memulainya," ucap Emier yang ikut mengingat sewaktu dirinya juga menikah dengan Rina.
Mereka berbincang-bincang sambil menunggu waktu yang tepat untuk memulai akad nikahnya. Karena saksi dan wali dari pihak Karina belum hadir dikarenakan berada di luar pulau S yaitu di pulau J. Sehingga mereka menunggu kedatangan wali nikahnya Karina dari pihak Bapaknya.
Mesjid yang khusus diperuntukkan untuk melaksanakan acara akad nikah di lantai dasar sudah disulap dengan warna dominan ungu shift dan warna pink sesuai keinginan Ratna Antika Monata dan Karina Amelia Latif.
Hari ini Villa milik Pak Hendry akan mengadakan open house yaitu buka bersama dan dirangkai dengan pemberian sembako kepada masyarakat yang kurang beruntung.
__ADS_1
Sehingga Pak Hendry menurunkan semua anak buah terbaiknya untuk mengawasi dan mengamankan acara tersebut. Pak Hendry tidak ingin acara tersebut terganggu oleh apa pun itu.
Paman Karina beserta istrinya berjalan tergopoh-gopoh karena merasa dirinya yang terlambat datang membuat Keponakannya harus menunda acara sakralnya.
Karina sangat bahagia karena rombongan keluarga dari pihak Bapak dan ibunya juga sudah turut hadir di tempat acara. Mereka sangat bahagia dan mengagumi dekorasi tempat pelaksanaan acara.
"Ternyata calon suaminya Karina bukan orang sembarang," ucap bibi Wani adik dari Bapaknya Karina.
"Iya sepertinya mereka ini orang yang sangat kaya dan berpengaruh di kota M, lihat saja di sekeliling kita," timpal Bibi Sumarti adik ipar ibunya Karina
"Apa yang kalian katakan benar adanya buktinya kita datang ke sini bukan jumlah yang sedikit dan semua fasilitas dan biayanya mereka yang tanggung bahkan saya dilarang bawa apa-apa ke sini," jelas Rida kakak sepupunya Karina dari pihak bapaknya Pak Razak.
"Saya ingin bertanya nanti sama suaminya Karina sempat masih ada pria yang seperti nak Arman untuk saya jodohkan dengan putriku," tutur Ibu Mur Ipar dari ibunya Karina.
"Huuu dasar loh yah mana ada pria yang mau sama putrimu yang hanya tamatan sekolah dasar saja," pungkas ibu Nur minati sepupu dari bapaknya Karina yang kebetulan tinggal di Kota M.
Kasat kusut terdengar dari tempat duduk semua anggota keluarga besar Karina. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang sangat bahagia dan ada juga yang cemburu karena merasa Karina sangat beruntung bisa menikah dengan pria sultan.
"Saya serahkan kepada bapak penghulu untuk menikahkan anak dari kakak saya berhubungan saya kurang paham dengan menikahkan orang kalau menikahi anak orang lain saya bisa dan siap saja," imbuhnya Pak Anwar paman dari Karina yang membuat suasana yang sempat tegang jadi mencair dengan gurauan dari pak Anwar.
"Kalau gitu kita mulai saja akad nikahnya," tuturnya pak penghulu yang sudah memegang tangan Arman yang sudah berkeringat dan grogi.
"Apa nak Arman sudah siap?" tanya pak penghulu.
Mereka sungkeman bergantian kepada orang tuanya dan juga anggota keluarga yang dianggap lebih tua dari mereka. Tangis haru menyertai acara sungkeman tersebut hingga tepat di hadapan Nyonya Besar Elisha.
Ratna tak henti-hentinya menangis dan mengucap kata Maaf kepada Mamanya yang selama sudah menyakiti hati Mama nya. Semua orang ikut terharu dan sekaligus bahagia melihat mereka yang sudah resmi dan sah menjadi pasangan suami istri.
__ADS_1
Mereka pun bahagia hingga kakek nenek hingga mereka melahirkan anak dan cucu yang banyak.
Acara akad nikah antara Arman Satya Nadella Wijaya dan Karina Adinda Chandani Ahmad. Firmansyah Rafli Amar dengan Ratna Antika Monata Wijaya tertutup dari awak media apa pun. Mereka ingin melangsungkan akad nikah yang sakral dan dalam suasana kekeluargaan yang sangat kental tanpa adanya jepretan kamera dari para pewarta.
Rencananya hari ini juga sebelum buka puasa mereka akan mengadakan open house. Mereka mengundang semua masyarakat yang kurang beruntung untuk ikut bergabung dengan mereka berbuka bersama di villa megah dan besar itu.
Hal itu menjadi perihal yang pertama kalinya terjadi dalam sejarah berdirinya bangunan megah itu. Kedatangan kembali Nyonya Elisya Muller Winata di Villa itu membawa pengaruh dan dampak positif yang sangat besar pengaruhnya.
Banyak tatanan dalam kediaman tersebut yang baru tapi, penghuninya sangat suka dengan perubahan dan pembaharuan tersebut. Mereka malah senang dan bersyukur karena kehidupan dari seluruh penghuni anggota rumah tersebut. Sehingga menjadi lebih baik bahkan sangat baik yang mereka rasakan.
"Selamat yah Bang, semoga Abang dan Karina menjadi keluarga yang selalu diberkahi dan dilimpahi dengan kasih sayang dan bahagia hingga kakek nenek," ucap dia tulus Aryasetio Kusuma Adelio Hilmar sambil memeluk tubuh kakaknya.
Arman membalas pelukan dari saudara seibunya dengan erat pula. Arman bersyukur karena kehadiran dari anggota keluarga besar Kusuma sangat membantu proses dari acara akad nikahnya.
"Makasih banyak atas semuanya dan Abang sangat bahagia karena kalian bisa hadir dan menyaksikan pernikahan kami," balasnya tulus Arman sambil membalas pelukan dari adiknya itu.
"Kamu pantas mendapatkan semuanya karena kita ini adalah saudara dan kewajiban kita untuk membantu dan membahagiakan anggota keluarga yang lain yang membutuhkan," imbuhnya Satya lagi.
"Kami ikut bahagia atas pernikahan kalian dan semoga pernikahan kalian langgeng dan menjadi Keluarga yang sakinah mawadah warahmah," Arimbi istri dari Hilmar.
Setelah semua sudah memberikan ucapan selamat serta doa restu mereka pun meninggalkan Mesjid dan menuju ke Villa milik Pak Hendry. Kedua pasang mempelai pengantin baru tak henti-hentinya tersenyum bahagia.
Bahkan senyuman di wajah mereka tidak pernah pudar. Sedangkan Ratna Antika Monata dan Karina Amelia Latif kepikiran tentang apa yang akan terjadi dengan malam pertamanya mereka.
Mereka khawatir tidak bisa mempersembahkan yang terbaik untuk para suami mereka di malam pertamanya. Bahkan Ratna sudah kursus khusus dengan Arimbi dan meminta agar Arimbi memberikan masukan dan berbagi pengalaman, secara Arimbi lebih senior tentunya dalam hal berumah tangga.
Ratna hanya bisa berdoa saja semoga malam pertamanya lancar jaya dan tanpa hambatan seperti jalannya di tol. Mereka sudah berkumpul di ruangan yang sudah ditentukan oleh Pak Hendry Wijaya selaku pemilik rumah itu.
__ADS_1
Keluarga besar Karina yang dari pulau Sumatera dan Bali sangat bersyukur dan bahagia bahkan mereka tidak hentinya memuji kemegahan Villa milik mertua Karina.
"Kalian kampungan banget sih, mentang-mentang kalian baru pertama kali menginjakkan kaki di Villa yang besar seperti ini, menurut saya reaksi kalian terlalu berlebihan dan sangat norak," sarkas sepupu Karina yang dari bapaknya yang bernama Linda.