Queen My Heart

Queen My Heart
Bab. 132


__ADS_3

"Tidak mungkin Abang Elang? Pasti dia baik-baik saja, tapi dia ada di mana?" Tanyanya yang sudah mulai panik dengan ketakutannya sendiri.


Dia kembali berlari untuk mencari keberadaan Elang. Hingga suara bariton seseorang mampu mengalihkan perhatian dan langkah kakinya yang terhenti sesaat setelah mendengar teriakan dari orang itu. Raut wajahnya yang awalnya ketakutan, cemas, khawatir sekarang berubah jadi jengah.


Karena orang itu dengan santainya menikmati makanan dan minuman yang disuguhkan di depannya. Zoe berjalan ke arah Elang, dengan menghentakkan kakinya dengan kuat di atas lantai keramik.


"Abang!!! Kenapa sih gak bilang-bilang kalau Abang baik-baik saja, kan kita gak perlu repot-repot mencari keberadaan Abang," jelasnya dengan memonyongkan bibirnya di hadapan Elang.


Elang yang melihat reaksi dan tingkah laku Zoe segera menarik tangan Zoe hingga dia terjebak dalam pelukan dan pangkuan Elang. Tatapan mereka beradu hingga nafas mereka sama-sama memburu dan saling tabrakan satu dengan yang lain.


"Kamu sangat manis jika wajahmu cemberut gini," ujarnya sembari menarik pelan bibirnya Zoya.


"Iiihh apaan enggak jelas banget, di mana coba letak cantiknya kalau wajah kayak gini," balasnya dengan semakin mengerucutkan bibirnya ke arah Elang.


Elang yang melihat hal tersebut tidak menyia-nyiakan kesempatan. Dia langsung memajukan wajahnya. Dia memegang tengkuk leher jenjangnya Zoe.


Elang mengecup sekilas bibirnya Zoe. Zoe Saldana yang diperlakukan seperti itu hanya terdiam mematung, pasrah dan refleks menutup ke dua matanya.


Elang yang melihat reaksi dari Zoe hanya tersenyum saja tanpa ada niatan untuk melanjutkannya ciumannya di atas bibir seksinya Zoeya.


"Belum saatnya Abang melakukan hal yang lebih dari sekedar pelukan dan kecupan saja, tunggulah jika sudah ada kata sah di antara kita."


Elang menyentuh bibirnya Zoe yang sedikit basah dan semakin memerah. Zoe tersipu malu mendengar penuturan dari Elang. Elang menatap ke dalam bola matanya Zoe, yang bening itu sebening embun pagi dan secerah sinarnya mentari.


Mereka saling beradu pandang dan saling mengagumi satu sama lain. Mungkin kalau pria lain sudah mengambil kesempatan dalam kesempitan apa pun. Iya gak Readers..


"Abang sekali lagi bertanya sama Kamu, apa Kamu bersedia untuk menjadi istriku dari ibu anak-anakku kelak?"


Elang masih memangku Zoe dan masih setia dan sabar menunggu keputusan dan jawaban dari Zoe.

__ADS_1


"Ya Allah apa aku jawab ya saja?"


Zoe menatap tak berkedip ke arah Elang. Dia ingin sekali dan mau jadi istrinya Elang, tapi banyak keraguan yang muncul dari dalam benaknya.


Ketakutan yang meliputi hatinya yang teringat dengan biduk rumah tangga Auntynya yaitu Eliana dan Mark sehingga membuatnya takut untuk melangkah ke jenjang yang lebih serius. Dia kembali teringat dengan perkataan dari Mamanya.


"Sayang berfikir lah setenang mungkin untuk mengetahui apa yang diinginkan oleh hatimu, dan ingat lah jika keputusanmu itu adalah untuk masa depanmu untuk selama Kamu bernafas."


Elang harap-harap cemas dan juga takut jika Zoe kembali menolaknya yang kedua kalinya.


"Ya Allah semoga Zoe siap menjadi istri dan pendamping hidupku."


"Bismillahirrahmanirrahim, yes," jawabnya singkat.


Elang meminta untuk mengulang perkataan dari Zoe. Ia ingin memastikan bahwa apa yang dia dengar barusan adalah bukan salah dengar atau pun hanya ilusi semata saja.


Zoe tanpa protes sedikit pun bersedia untuk mengulang kembali jawabannya. Dia tidak mengetahui jika.


Elang sengaja melakukan hal itu agar dia bisa ngerjain Zoe yang sudah nampak sangat serius dengan keputusannya itu. Zoe memegang kedua pipinya Elang dengan kedua tangannya.


"Abang Elang, Zoe bersedia jadi kekasih halalnya Abang Elang dan siap menjadi pendamping hidupnya Abang hingga maut memisahkan kita berdua," jelasnya lalu mencium sekilas bibirnya Elang lalu turun dari pangkuannya Elang sambil berlari ke arah pintu keluar.


Apa yang mereka lakukan sama sekali tidak dilihat oleh anak buahnya Elang. Mereka sedari tadi hanya terdiam mematung dan menundukkan kepalanya dan tidak berani menatap atau pun mencuri pandang ke arah mereka.


Arya dan Zack awalnya akan segera ke sana menyusul mereka, tetapi segera dicegah oleh Elang.


Mereka akan bertemu di kediaman Arya Wiguna untuk membahas kekacauan tersebut dan membahas lamaran dan pernikahannya. Elang ikutan berlari mengejar Zoe. Mereka berkejaran seperti artis-artis Bollywood jika sedang bernyanyi.


...****************...

__ADS_1


Silahkan mampir juga ke novel aku yg lainnya ceritanya tidak kalah seru dengan My Queen Heart loh...



dilema diantara dua pilihan


cinta dan dendam


pelakor pilihan


hanya sekedar pengasuh


cinta ceo pesakitan


ketika kesetianku dipertanyakan


menggenggam asa


cinta kedua ceo


kau hanya milikku



Makasih banyak bagi kakak readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...


Tetap dukung my queen heart dengan cara like setiap babnya, rate bintang 5, favoritkan dan votenya serta komentarnya yah...


Maaf jika banyak terdapat kesalahan dalam pengetikannya atau typonya...

__ADS_1


__ADS_2