
"Alhamdulillaah makasih banyak Kakak," ucap Hyuna yang membalas ucapan mereka.
Sedangkan Alan yang berdiri di samping ke dua orang tuanya tersenyum malu-malu dan juga bahagia karena akhirnya akan menikah besok berarti yang kemarin sempat tertunda bisa segera dituntaskan.
"Apa menurut kakak Alan adalah cowok yang baik?" tanya Hyuna kepada Dimas di saat mereka hanya berdua Saja malam itu.
Dimas tersenyum,"Kalau menurut kakak insya Allah Alan akan membahagiakan kamu, Alan itu tipe cowok yang setia, bijaksana dan pastinya sangat mencintaimu, jadi hilangkan pikiran yang tidak baik dari kepalamu," tutur Dimas sambil menyentuh bagian kepala Hyuna.
"Mudah-mudahan yah kak," balas Hyuna.
Hyuna pun berfikir kalau Alan tidak baik dan bukan cowok yang bertanggung jawab pasti kemarin Alan akan menuntut untuk menuntaskan yang sempat tertunda, dan Alan tidak akan menerima semua Kenyataan kalau dirinya sudah tidak pe raa wan lagi.
"Serius mamat sih, emang lagi bahas apaan?" tanya Dessy yang ikut duduk di samping suaminya.
"Cuma cerita biasa saja kok kak Dessy, minta masukan saja sama kak Dimas gimana rasanya kalau jadi pengantin baru," ucap Hyuna yang tersenyum manis ke arah Dessy.
"Alan itu sangat mencintaimu loh Hyuna buktinya ia berani melamar kamu di depan Daddy mu padahal mereka baru pertama kali bertemu dan Kakak yakin Alan pasti akan berusaha membahagiakanmu," timpalnya Dessy.
Dessy yang memegang tangan Hyuna untuk meyakinkan kalau keputusan pak Edward adalah benar dengan mempercepat pernikahan mereka. Hyuna langsung melirik cincin emas yang sudah melingkar cantik di jari manis Hyuna.
"Berdoa saja dek, moga Alan bisa membahagiakanmu dan menjagamu," ucap Dessy lagi.
"Sudah jam 12 malam nih, kamu masuk ke kamarmu dan istirahatlah yang cukup besok kamu akan menikah dan ingat jangan berfikiran yang macam-macam dan aneh-aneh," sahut Dimas yang melirik jam dihpnya.
__ADS_1
"Kami pamit dulu Hyuna, semoga mimpi yang indah," tuturnya Dessy sambil berlalu dari hadapan Hyuna dan berjalan keluar menuju kamarnya.
Hyuna sudah berganti pakaian untuk bersiap tidur dan bermimpi indah tapi tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamarnya. Hyuna pun bangkit lagi dan berjalan ke arah pintu untuk melihat siapa yang datang bertamu di tengah malam. Hyuna kaget karena Aditya lah yang datang. Hyuna ingin menutup kembali pintunya tapi dicegah oleh Aditya menggunakan kakinya.
"Tolong Hyuna sebentar saja, Kakak ingin bicara denganmu untuk yang terakhir kalinya" ucap Aditya yang memohon kepada Hyuna agar dirinya diijinkan masuk.
"Baik Hyuna buka pintunya tapi ingat hanya sebentar saja," ungkap Hyuna yang membuka sedikit pintu kamarnya Karena tidak ingin ada orang lain yang salah mengartikan keadaan tersebut.
"Hyuna apa kamu sudah yakin untuk menikah dengan Alan cowok yang baru kamu kenal?" tanya Aditya.
"Untuk apa kakak bertanya tentang hal itu, yang Kakak perlu ketahui kalau Alan adalah cowok setia yang pastinya bertanggung jawab dan yang paling penting Alan itu tidak seperti kakak," jelas Hyuna yang agak marah dengan pertanyaan Aditya.
"Tapi apa kamu sudah tidak cinta lagi dengan Kakak Hyuna??". tanya Aditya yang berharap jawaban dari Hyuna adalah Hyuna masih mencintai Aditya.
"Aku akui, memang dulu aku sangat mencintaimu tapi itu sebelum aku mengetahui kalau Kakak akan menikah dengan wanita lain dan tidak pernah mau untuk memperjuangkan cinta kita dari situlah aku belajar dan berusaha untuk melupakan Kakak hingga aku bertemu dengan Alan yang mampu membuat aku melupakan semua kenangan indah yang pernah kita lalui bersama dan satu hal lagi yang perlu kakak ketahui kalau nama Kakak di dalam hatiku hanya sebagai saudara saja tidak lebih," pungkasnya panjang lebar Hyuna.
Hyuna ingin meluruskan kepada Aditya bahwa mereka tidak akan pernah bersatu karena status mereka adalah saudara sedarah dan juga mereka sudah memiliki masing-masing pasangan hidup yang baru.
"Tapi Hyuna aku masih mencintaimu dan aku sama sekali tidak mencintai Helena," ucap Aditya.
Silahkan mampir juga ke novel aku yg lainnya ceritanya tidak kalah seru dengan My Queen Heart loh...
__ADS_1
dilema diantara dua pilihan
cinta dan dendam
pelakor pilihan
hanya sekedar pengasuh
cinta ceo pesakitan
ketika kesetianku dipertanyakan
menggenggam asa
cinta kedua ceo
kau hanya milikku
Makasih banyak bagi kakak readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...
Tetap dukung my queen heart dengan cara like setiap babnya, rate bintang 5, favoritkan dan votenya serta komentarnya yah...
__ADS_1
Maaf jika banyak terdapat kesalahan dalam pengetikannya atau typonya....