Queen My Heart

Queen My Heart
Bab. 183


__ADS_3

"Emangnya ada apa sih, kalau bicara itu yang jelas, bukannya menjawab malah bertanya balik lagi,' timpalnya Alan yang mulai dongkol menghadapi Hyuna.


"Tadi aku lihat di TV berita tentang Kak Mark," ucap Hyuna.


"Maksudnya berita kak Mark?" tanya Alan.


"iya benar," jawab Hyuna.


"Wajar kali kalau kak Mark beritanya ada di TV kan salah satu pengusaha sukses yang pastinya akan selalu disorot oleh lensa kamera di mna pun dia berada," timpal Alan lagi.


"Tapi kali ini beritanya beda dari biasanya," pungkasnya Hyuna yang memeriksa hpnya dan langsung mencari berita tersebut.


Alan pun menengok ke arah apa yang dilakukan Hyuna dan langsung kaget melihat banyaknya foto yang beredar di Internet.


"itu pasti bukan kak Mark aku yakin itu, pasti ada seseorang yang sengaja melakukan hal ini," timpalnya Alan.


"Awalnya aku pun tidak percaya dengan foto dan berita tersebut," sahutnya Hyuna.


"jadi Amanda itu adalah putrinya kak Mark dari wanita yang ada di dalam foto ini?" tanya Alan dengan raut wajahnya yang penasaran.


"Aku harus segera menelpon kan Eliana," ujar Hyuna dan mencari nomor hp Eliana.


Telpon tersebut tidak tersambung, hanya nada dering yang terdengar sedangkan Eliana tidak menjawab telponnya padahal sudah ditelpon berulang kali.


"Gimana?" tanyanya Alan.


Hyuna menggelengkan kepalanya.


"Kalau begitu kita langsung ke rumah utama," ujarnya Alan.

__ADS_1


Alan segera menyalakan mesin mobilnya dan segera tancap gas menuju kediaman utama keluarga Wiguna. Sedangkan Arya sudah melihat berita tersebut dan geram dengan pemberitaan media yang menurutnya bohong.


"ini pasti foto rekayasa seseorang," tutur Arya yang memeriksa kebenarannya dari foto tersebut.


Arya segera menghubungi nomor hp Dimas, tapi Dimas tidak mengangkat telponnya padahal sudah berkali-kali Arya mencoba untuk menelpon Dimas.


Semua anggota keluarga Wiguna kaget dengan pemberitaan dari media yang mengatakan bahwa Mark telah berselingkuh dan dari hasil perselingkuhannya itu lahir seorang putri kecil dan beberapa foto Mark yang sangat tidak pantas orang lihat.


"ya Allah Dimas angkat dong, kamu di mana," keluhnya Arya yang sudah cemas karena dari berita tersebut saham di perusahaan ayahnya dan perusahaan DA Anjlok.


Bukan hanya perusahaan ke duanya tapi juga perusaan Mark yang baru dirintis pun ikut terkena imbas dari berita tersebut. Perusahaan Emre, Adrian dan beberapa cabang perusahaan Arya Wiguna ikut mengalami dampak dari berita tersebut.


Banyak yang sudah menuntut untuk menarik saham dan modal mereka jika keluarga besar Wiguna tidak segera mengklarifikasi kebenaran berita tersebut.


Arya pun terpaksa mengirim chat ke beberapa anak buahnya untuk mencarinya Sumber siapa yang telah menyebarkan berita tersebut karena, setiap kali Arya menelpon nomor kontak anak buahnya atau pun keluarga dan sahabatnya selalu gagal dan tidak tersambung.


Arya pun segera mendatangi kediaman Keluarga besar Wiguna. Arya sangat marah karena tidak mampu untuk menembus dan mencari siapa dalang dibalik berita tersebut.


"Tumben yah, hpku tidak berdering selama kita pulang dari Australia?" tanya Emre yang heran.


Karena biasanya Hpnya akan sibuk berdering dari anak buahnya atau tidak pun dari rekan bisnisnya.


"Iya, aku juga sama, aku sudah cek berulang kali tapi hpku normal, sinyalnya dan jaringannya bagus," timpal Mark


Mereka berbincang-bincang di kafe rumah sakit tempat istri-istri mereka periksa. Dari arah pintu asisten pribadi pak Wiguna datang dengan berlari.


Tampak wajahnya pucat dan peluh keringat bercucuran diwajahnya. Dia langsung mengambil hp Dimas dan memperlihatkan berita tersebut dan membisikkan kata-kata yang membuat Dimas baik pitam.


"Apa yang kamu katakan??" tanya Dimas.

__ADS_1


"Karena kita tidak bisa menggunakan sementara hp kita, makanya Pak Arya dan pak Wiguna menyuruh saya untuk menyusul bapak ke rumah sakit," jelas asisten pribadinya pak Wiguna.


Mereka pun segera memeriksa hpnya dan ternyata benar apa yang dikatakannya kalau ternyata ada yang mensabotase dan menghecker hp Mereka.


"Ayok kita segera ke rumah utama," ajak Dimas.


Silahkan mampir juga ke novel aku yg lainnya ceritanya tidak kalah seru dengan My Queen Heart loh...



dilema diantara dua pilihan


cinta dan dendam


pelakor pilihan


hanya sekedar pengasuh


cinta ceo pesakitan


ketika kesetianku dipertanyakan


menggenggam asa


cinta kedua ceo


kau hanya milikku


__ADS_1


Makasih banyak bagi kakak readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...


Tetap dukung my queen heart dengan cara like setiap babnya, rate bintang 5, favoritkan dan votenya serta komentarnya yah...


__ADS_2