Queen My Heart

Queen My Heart
Bab. 128


__ADS_3

"Masih lama Ma, kandungannya juga baru empat bulan," jawab Key.


"Iya juga Mama lupa sayang, Mama terlalu bahagia soalnya," jelas Delia yang tersenyum penuh arti.


Beberapa saat kemudian, mereka sudah selesai sarapan. Zoe dan Listie sudah berada di dalam mobilnya dan akan menuju Perusahaan Sinopec Group. Perusahaan milik Kakeknya Pak Wiguna Albert Kim Said. Sebenarnya Zi yang bisa membantu melakukan hal itu, tapi Arya Ingin memberikan kejutan kepada ke duanya.


Mereka sama-sama tidak mengetahui jika Listi akan menjadi calon sekertaris cantik Zi. Mereka beriringan berjalan ke arah Loby Perusahaan tapi langkahnya Zoe terhenti ketika ada suara seseorang yang memanggilnya.


Suara yang beberapa bulan ini dia rindukan kehadirannya. Pria yang selalu hadir dalam mimpinya tapi, karena ketakutannya untuk menikah sehingga dia membohongi dirinya sendiri.


Listi melirik ke arah luar pandangan matanya Zoe. Hanya sekilas saja Listi sudah mengetahui jika ada hubungan spesial dengan pria pemilik tubuh tinggi, tegap, kekar dengan wajah yang tegas dan hidung sangat mancung.


Listi sempat kagum dengan pria itu, tapi kembali teringat dengan wajahnya Zidane yang mampu bersaing dengan pria tersebut. Zoe hanya mematung di tempatnya menunggu kedatangan Elang.


Elang menyunggingkan senyum tipisnya yang hanya mereka bertiga yang melihat senyuman manis itu. Tanpa segan dan aba-aba, Zoeya langsung memeluk tubuh Elang lalu menangis tersedu-sedu. Kerinduan yang dia rasakan sudah tidak tertahankan.


Dia mencintai dan menyayangi Elang tapi ketakutan dan kekhawatirannya selalu menghantu hidupnya. Dia selalu teringat dengan kejadian yang terjadi dengan rumah tangga Authy Elliana dengan Uncle Mark.


Dari situlah muncul trauma dan ketakutannya sehingga hingga detik ini. Belum memiliki keputusan dan kepastian untuk lamaran dari Elang yang sudah hampir tiga bulan itu.


Elang membalas pelukan dari Zoe kekasih dan pujaan hatinya. Elang sangat bahagia, karena untuk pertama kalinya Zoe sendiri yang berinisiatif untuk memeluk tubuhnya di depan umum.


"Abang," ucapnya disela Isak tangisnya.


"Abang sudah kembali dan saatnya menagih janji Kamu," ucap Elang yang tersenyum manis karena masih dipeluk erat oleh Zoe.


"Heeemmm," deheman dari Listie membuat mereka melepaskan pelukannya.

__ADS_1


Zoe saking malunya langsung berlari meninggalkan Elang dan Listie. Dia baru menyadari bahwa mereka berpelukan di tengah Loby dilihat dan diperhatikan oleh banyak karyawan perusahaan Kakeknya.


Wajahnya memerah menahan malu, dia segera menekan tombol Lift untuk segera naik ke lantai tempat kantor adiknya berada. Andai saja Doraemon meminjamkan kantong ajaibnya mungkin dia sudah masuk ke pintu ajaib agar dia bisa menghilang dalam sekejap mata. Elang berjalan beriringan dengan Listie. Mereka menuju lantai 15 tempat ruangan wakil CEO berada.


"Anda pacarnya Zoe yah?" Tanya Listie yang tetap melangkahkan kakinya menuju ke dalam Lift.


"Bisa dibilang Yes bisa dibilang Bukan," jawabnya.


"Maksudnya, kok gitu?" Tanya Listie yang heran dengan jawaban yang diutarakan oleh Elang.


Elang hanya tersenyum menanggapi perkataan dari Listi.


"Saya bukan kekasihnya karena Saya adalah calon suaminya, tapi belum di jawab Yes sih, tapi aku yakin dia akan segera jawab Yes."


Elang sangat yakin jika Zoe akan menerima lamarannya. Hanya saja belum diungkapkan secara gamblang.


"Apa Anda tidak terlalu yakin gitu, jangan sampai Zoe punya kekasih lain di luar sana, dan hal itu tidak menutup kemungkinannya kan?" Tanya Listi yang ingin melihat keseriusan dari Elang.


Mereka sudah berada di dalam lift akan menuju lantai tempat Zoe dan Zidane berada.


"Ya Allah apa aku harus jawab ya di hadapan Abang Elang, tapi gimana jika dia menyakiti hatiku dan mengecewakan aku nantinya." Batinnya.


Zoe memandang ke arah luar jendela kaca yang tinggi itu. Dia bersandar di ujung meja kerja adiknya. Zidane yang mengetahui kegelisahan hati kakaknya hanya terdiam dan tidak ingin ikut campur dan banyak bertanya.


Kecuali Zoe sendiri yang curhat dengannya barulah dia sedikit memberikan masukan atau apa lah itu. Mata indah dengan bulu mata lentiknya masih asyik menatap langit biru di atas sana.


Cinta iya, sayang iya juga tetapi, untuk maju ke titik dan jenjang yang lebih serius sulit dia lakukan. Terlalu banyak pertimbangan yang muncul di dalam benaknya. Rasa takutnya lebih dominan merajai hati dan pikirannya.

__ADS_1


----------------


Silahkan mampir juga ke novel aku yg lainnya ceritanya tidak kalah seru dengan My Queen Heart loh...



dilema diantara dua pilihan


cinta dan dendam


pelakor pilihan


hanya sekedar pengasuh


cinta ceo pesakitan


ketika kesetianku dipertanyakan


menggenggam asa


cinta kedua ceo


kau hanya milikku



Makasih banyak bagi kakak readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...

__ADS_1


Tetap dukung my queen heart dengan cara like setiap babnya, rate bintang 5, favoritkan dan votenya serta komentarnya yah...


Maaf jika banyak terdapat kesalahan dalam pengetikannya atau typonya...


__ADS_2