Queen My Heart

Queen My Heart
Bab. 260


__ADS_3

"Kami terima uang ini tapi pihak rumah sakit menunggu Mbak untuk melunasinya hingga jam 1 siang kalau Mbak belum melunasi nya terpaksa kami pindahkan Teman mbak ke Ruangan perawatan lain dan sisa pembayarannya adalah 245 juta yah Mbak," terang mbak itu.


Karina kaget setelah mendengar total uang yang masih harus dia bayar, "Banyak mamat sih Mbak, boleh diganti sebagian pakai beras atau pakai jasa bersih-bersih hehehehe," Karina membatin.


"Makasih Mbak, saya akan usahakan secepatnya" ucap Karina sambil berlalu dari hadapan Mbak itu.


Karina berjalan masuk ke kamar perawatan Arman sedangkan Arman sudah berada di atas bangkar rumah sakit di dalam kamar perawatan VIP. Karena sudah pukul 4 pagi, mata Karina tersisa 5 watt, Karina pun terlelap di samping tangan Arman sambil duduk di kursi.


Balas dendam tak akan pernah menyelesaikan masalah, bahkan sebaliknya akan memperpanjang masalah karena semua yang balas dendam hanya akan mendapatkan kepuasan sesaat


"Pembalasan adalah monster nafsu makan, haus darah selamanya dan tidak akan kenyang."

__ADS_1


Karena itu lah Bu Elisabeth tidak ingin dendam dengan apa yang dilakukan dulu oleh putra pertamanya dengan suaminya. Bu Elisabeth sangat tahu siapa sosok yang menyebabkan kematian Bu Estella dan yang menembak suaminya serta yang melukai cucu kesayangannya adalah Pak Wiguna Albert Kim Said yaitu Putranya Arman Maulana Yusuf dan Hendry Yusuf.


Nyonya Elisabeth berdoa dan berharap agar Pak Hendry dan Arman bertaubat dan menyesali perbuatannya dengan cara berubah jadi lebih baik jangan mengulangi kesalahan itu lagi dan berusaha jadi manusia yang bermanfaat untuk orang.


"Manusia yang terbaik adalah manusia yang berguna dan bermanfaat untuk orang lain."


Setelah mengetahui kalau Arman adalah putranya dari bukti barang peninggalan Arman sewaktu-waktu masih bayi. Mama Elisabeth telah berjanji untuk membantu Arman agar dirinya lelas berubah dan meninggalkan semua perbuatannya yang tidak baik itu.


Pakaian yang dipakainya yang semula basah perlahan-lahan sudah kering. Matahari sudah berada di ufuk timur dan siap menyinari dan memanaskan seluruh isi bumi. Arman dan Karina masih belum juga bangun, saat Mama Elisabeth dan pak Hendry sudah berada di dalam ruangan perawatan Arman.


"Mas ternyata putra kita masih hidup, ternyata dia di dekat kita, tapi kenapa kita tidak mengetahui hal tersebut," ucap Mama Elisabeth yang memegang ke dua tangan putranya.

__ADS_1


"Aku pun sama terkejutnya dengan dirimu, karena sejak dulu Linda selalu mengatakan kepadaku kalau Arman adalah anak yatim piatu yang tinggal di panti asuhan, bahkan Linda sering kali melukai, membentak bahkan pernah memukul Arman hingga Arman masuk rumah sakit gara-gara Linda dan selingkuhannya." tutur pak Hendry.


Bu Elisabeth menutupi mulutnya dengan kedua jari tangannya yang sangat terkejut mendengar perkataan dari pak Hendry.


"Apa Linda sengaja menyembunyikan Arman dari kamu mas agar dia bebas melampiaskan amarahnya dan menanamkan doktrin yang tidak baik sehingga Arman seperti sekarang ini yang selalu hidup dalam dendam," pungkasnya Bu Elisha.


Pak Hendri pun teringat kejadian yang membuat kedua anak kembarnya dan dinyatakan yang pertama hilang tanpa jejaknya dan yang kedua putrinya dinyatakan meninggal dunia tapi ada keganjilan yang terjadi saat pemakaman jasad bayi dua bulan itu.


Linda tidak mengijinkan Pak Hendry untuk melihat terakhir kalinya putrinya dengan berbagai alasan. Pak Hendri kembali teringat beberapa tahun yang lalu. Waktu itu saya sedang berangkat ke luar kota dan menitipkan anak-anak kita pada Linda.


Hanya sehari keberangkatanku ke luar kota dan dikabarkan kalau kedua anak kita menghilang dan putri kita sudah meninggal. Waktu saya yang terlalu sibuk dengan pekerjaannya sehingga saya tidak pernah memikirkan kejadian tersebut dengan baik.

__ADS_1


Satu Minggu kemudian dengan alasan kalau Linda sangat sedih atas kehilangan dan kematian putri kita dia membawa sepasang anak bayi dan kami merawatnya hingga berumur 10 tahun. Di usia Arman yang sepuluh tahun, aku mengetahui perbuatan tidak manusiawi Linda yang setiap hari menyiksa Arman jika saya ke luar daerah maupun keluar negeri.


__ADS_2