
"Kalau gitu apa yang kalian tunggu! Segera bergerak cepat sebelum terlambat," perintah Bu Nyonya Ratu.
Mereka segera berjalan dan ada juga yang berlari ke arah kamar Hana. Mereka tidak sabar ingin menemukan baby Arjuna yang comel dan menggemaskan. Mama Elisah langsung membuka pintu kamar Hana.
Mereka terperangah dan bahkan banyak yang tidak menyangka dengan apa yang dilihatnya. Bu Elisha dan Ibu Ratu menangis setelah melihat apa yang terjadi. Dipikiran mereka bayangan tentang Hana berbanding terbalik dengan kenyataan yang mereka lihat dengan ke dua pasang mata mereka. Bahkan Mama Elisah dan Mama Ratu tidak bisa berbuat apa-apa lagi.
Kebahagiaan tidak selamanya dilihat dari segi banyaknya materi dan harta yang Kamu miliki, tapi bagaimana Kamu bisa membuat dan melihat senyuman yang tercipta dari orang-orang yang Kamu sayangi.
Kamu tidak akan menemukan kebahagiaan jika terus menuntut kesempurnaan. Syukuri apa yang kamu miliki, maka di sana akan kau temukan kebahagiaan.
Ketenangan orang-orang di kediaman utama keluarga Wiguna Albert sedikit terganggu akibat ulah dari baby Nathan dan Noah. Semua orang sudah diperintahkan untuk mencari keberadaan baby kembar, tetapi sudah hampir satu jam belum membuahkan hasil yang baik dan belum ada titik terang dari keberadaan Noah dan Nathan.
"Apa sih kerjaan kalian menjaga satu anak kecil saja tidak becus, percuma kami membayar kalian mahal kalau cara kerja kalian yang sangat buruk, tapi ingat baik-baik jika terjadi sesuatu kepada cucuku awas kalian yang akan menerima akibatnya," sarkas Ibu Ratu Mahdalena.
Mama Elisah hanya menatap kasihan kepada semua Baby sitter Nathan yang kena marah dan omelan yang menurutnya luar biasa. Tetapi Mama Elisah sangat tahu karakter sepupu suaminya yang sejak dari dulu karakternya seperti itu tetapi sebenarnya beliau itu baik.
Bu Elisah langsung mendatangi baby sitter tersebut yang sedari tadi menundukkan kepalanya dan tidak berani menatap ke arah mata majikannya.
"Maafkan neneknya Nathan dan Noah yah, jangan dimasukin ke hati dan aku yang akan menjamin pekerjaan kalian di sini," tuturnya Bu Elisha sambil berlalu dari hadapan mereka yang sudah seperti patung Pancoran saja.
"Alhamdulillah untung saja Nyonya besar orangnya baik tidak seperti ibu Ratu yang datang kesini setiap hari hanya ngomel-ngomel saja," Gumam Santa.
__ADS_1
"Upps jangan bicara gitu entar gaji kita dipotong lagi dan ingat kita ini sedang puasa," tampik yang satunya Susi.
"Ayo kita kembali mencari keberadaan baby Nathan dan Noah sebelum Nyonya Besar kembali ke sini," usul kepala pelayan.
Mereka kembali mencari keberadaan baby Arjuna tetapi hasilnya masih sama tetap nihil. Mereka kembali ke tempat ruang semula dan satu persatu maid, security dan baby sitter sudah kembali dan mereka masing-masing menggelengkan kepalanya tanda tidak menemukan keberadaan baby kembar.
"Bagaimana apa kalian sudah ada yang menemukan keberadaan cucuku?" tanyanya Nyonya Elisha.
"Belum Nyonya besar, kami sudah mencari ke seluruh penjuru dan sudut ruangan tetapi tidak menemukan baby Nathan," ucap Security A.
"Kami pun sudah menelusuri di seluruh bagian taman tapi tidak ada jejak sedikitpun dari baby Arjuna Nyonya," timpal tukang kebun.
"Kami juga sudah mencari keberadaan Noah di dapur dan semua kolom meja di lantai dasar dan dua tetapi hasilnya nihil, baby Arjuna tidak ada di sana," timpal chef Burhan.
"Maksud kamu apa, tolong bicara yang jelas," ucap ibu Ratu.
"Kamar Nona muda yang belum sempat kami periksa karena kami takut jika masuk ke dalam dan membuat Nona muda terganggu dan akan ngamuk," ucap Security tersebut.
"Kalau gitu ayo kita langsung kesana semoga Nathan dan Noah berada di sana," ucap Mama Elisah yang segera berjalan ke arah kamar Hyuna. Mereka berbondong-bondong berjalan mengikuti langkah Bu Elisabeth.
Dan Bu Elisah langsung saja membuka knop pintu kamarnya Hana. Semua terkejut dengan apa yang mereka lihat. Bahkan mereka tidak percaya dengan penglihatan mereka sendiri.
__ADS_1
Mama Elisabeth langsung berlari menuju arah Hyuna dan langsung memisahkan Hyuna dengan baby Arjuna. Hyuna menggendong tubuh Arjuna Ingin melempar tubuh baby Juna keluar lewat jendela.
"Kalau begitu apa lagi yang kalian tunggu? apa kalian ingin melihat Istriku bangun dan marah-marah lagi kepadaku?" Tutur Alan yang meninggalkan mereka dan berjalan ke arah parkiran khusus motor.
Setelah beberapa saat, Alan pun memutuskan untuk pergi mencari di mana ada pohon kelapa yang tumbuh di tengah pusat perkotaan. Mereka berangkat dengan rombongan security dan beberapa anak buahnya.
Alan sudah lelah mengemudikan motornya tetapi belum sampai juga. Dengan susah payah dan melalui jauhnya perjalanan dan melewati lorong-lorong kecil yang sempit akhirnya rombongan mereka sampai
Hana tak henti-hentinya tertawa terbahak-bahak melihat banyaknya orang yang berada di dalam kamarnya dan tiba-tiba langsung menangis histeris.
"Aku tidak ingin melihat dia, aku benci dengan ayahnya yang sudah meninggalkan aku sendiri di sini," ucap Hana yang sudah mulai kacau dan tidak terkendali melempar semua barang yang ada di dalam jangkauannya.
"Cepat amankan baby Noah dan Nathan dan telpon dokter Rindiani ke Sini cepat!!" teriak Mama Elisah yang sudah ketakutan melihat reaksi Hyuna yang tidak seperti biasanya.
Sedangkan security sudah bertindak dan mengamankan Hana yang sudah mengamuk bahkan ada dua pelayan yang terkena lemparan di kepala mereka masing-masing. Mereka mengikat tangan dan kaki Hana sambil menunggu kedatangan Dokter Rindiani.
"Ya Allah apa yang telah terjadi kepada kamu Nak, apa yang terjadi dengan kamu aunty tidak mengerti dengan keadaanmu ini?" tanya Bu Elsa yang masih shock setelah melihat aksi dan amukan Hana.
"Mama kira kamu sudah baikan dan tidak akan bertambah parah penyakitmu tapi ternyata,...." ucap Ibu mertuanya Hana yang menangis tersedu-sedu.
Sedangkan baby Nathan dan Noah sudah diamankan ke dalam kamarnya dan mencoba untuk memberikan asi kepada baby kembar agar bisa tenang dan diam dari tangisnya.
__ADS_1
Dokter Rindiani segera memeriksa kondisi Hana yang sudah histeris dan mengamuk untung saja tangan dan kakinya terikat kuat.