Queen My Heart

Queen My Heart
Bab. 150


__ADS_3

"Kok Cucu Kakek nangis, hilang loh tampannya Zi kalau nangis," ungkap Pak Wiguna yang berusaha membujuk Cucunya yang merajuk.


"Zo Marah sama kakek nenek, Zi tidak cuka kalau cuma Kirana yang disayang" ucap Zi yang merajuk dalam pangkuan kakeknya.


"Kakek sama Nenek sayang semuanya, Zi, Kirana dan Kakak Zi juga semuanya Kakek sayangi jadi jangan ngambek lagi yah nak" bujuk oak Wiguna kepada baby Zi.


Setelah mendengar perkataan dari kakeknya baby Zi sudah tidak merajuk lagi. Bahkan Tawa Zi memenuhi ruangan tersebut. Setelah mereka melihat Pak Wiguna tidak marah lagi, mereka yang ada di dalam sana bisa bernafas lega. Adrian dan Emilia segera datang setelah mereka mendapatkan panggilan dari Pak Wiguna.


Adrian sudah bertekad untuk mempertahankan rumah tangganya apa pun yang terjadi. Semua orang menikmati hidangan yang disajikan oleh Chef kapal tersebut. Menu makan malam mereka adalah khusus makanan tradisional Indonesia. Rencananya besok pagi kapal mereka akan sandar di pelabuhan T.


Sesuai jadwal yang sudah ditentukan. Setelah mereka makan malam, satu persatu ingin meninggalkan ruangan tersebut tapi mereka dicegah oleh Pak Wiguna.


"Tolong jangan ada yang meninggalkan ruangan ini, kecuali anak-anak biarkan mereka ke luar dulu," ucap Pak Wiguna dan kembali menyeruput kopi hitamnya.


Semua orang menuruti perkataan dari Pak Wiguna dan kembali duduk ke tempat mereka semula. Mereka tidak ada yang berani berkomentar atau apa pun itu. Mereka hanya diam dan duduk manis sambil menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya.


Ruangan sudah disterilkan dari gangguan anak kecil. Adrian dan Emilia langsung mendekati orang tuanya dan langsung bersimpuh di hadapan mereka untuk meminta maaf atas kesalahan-kesalahan yang mereka perbuat selama ini.


"Ayah Maafkan Adrian yang sudah lancang menikahi putri bungsu Ayah tanpa meminta restu terlebih dahulu kepada Ayah dan Mama," ucap Adrian.


"Maafkan kami Ayah, Emilia tidak bermaksud untuk menyembunyikan pernikahan Emilia dari kalian semua tapi Emilia takut jika kalian tidak merestui kami dan akan memisahkan kami lagi," Tutur Emilia.

__ADS_1


"Adrian sangat sadar Ayah jika apa yang Adrian lakukan adalah kesalahan besar, tapi Adrian sangat mencintai putri Ayah dan Adrian juga ingin mempertanggung jawabkan perbuatan Adrian Ayah, Adrian tidak bisa berpisah jauh dari Emilia, Adrian sangat tersiksa Ayah," pinta Adrian yang sudah menangis tersedu-sedu di hadapan mertuanya.


"Ternyata dipandangan kalian, Ayah ini seorang Ayah yang sangat jahat yah," ucap Pak Wiguna yang sesekali mengusap air matanya.


Mama Elisabeth dan yang lainnya ikut terbawa suasana dan ikut terharu melihat mereka. Yang tidak mengetahui hubungan mereka pasti kaget tapi sekaligus bahagia karena itu sudah menjadi jalan pilihan mereka.


"Kalau kalian jujur dari dulu Ayah pasti tidak akan kecewa dan merasa tidak dibutuhkan lagi, kalian sudah dewasa dan sama-sama memilih jalan ini, tapi pernah kah kalian bertanya dan meminta restu langsung dari Ayah?"ucap pak Wiguna yang kecewa dengan keputusan anak-anaknya.


Mama Elisabeth hanya terdiam dan tak kuasa menyela perkataan suaminya. Mama Elisabeth bahagia sekaligus kecewa karena mereka merahasiakan berita bahagia ini.


"Kalian pasti tidak tahu kalau Amanah terakhir Ayah nya Adrian sebelum meninggal dunia adalah beliau meminta ijin untuk menikahkan Adrian dengan putri Ayah, Ayah pun menyetujui permintaan dari sahabat Ayah waktu itu, walaupun Mama kalian baru hamil tapi ayah menyetujui permintaan dari sahabat ayah tersebut padahal Ayah tidak tahu apa kah Anak Ayah yang lahir itu adalah perempuan atau laki-laki," ungkap Pak Wiguna.


Pak Wiguna menjeda perkataan serta penjelasannya," tapi ayah tidak ingin melihat hari terakhir sahabat Ayah kecewa disisa Hidupnya, Karena itu lah Ayah setelah tahu hubungan kalian Ayah memisahkan kalian sementara waktu, Karena Ayah tidak ingin apa yang dirasakan oleh Adrian kepada putri ayah hanyalah obsesi dan cinta yang tidak tulus," terang Pak Wiguna panjang lebar.


****************


 


Silahkan mampir juga ke novel aku yg lainnya ceritanya tidak kalah seru dengan My Queen Heart loh...


__ADS_1


dilema diantara dua pilihan


cinta dan dendam


pelakor pilihan


hanya sekedar pengasuh


cinta ceo pesakitan


ketika kesetianku dipertanyakan


menggenggam asa


cinta kedua ceo


kau hanya milikku



Makasih banyak bagi kakak readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...

__ADS_1


Tetap dukung my queen heart dengan cara like setiap babnya, rate bintang 5, favoritkan dan votenya serta komentarnya yah...


Maaf jika banyak terdapat kesalahan dalam pengetikannya atau typonya...


__ADS_2