
Eliana menolehkan wajahnya ke arah belakang saat ada seseorang yang memanggilnya. Mata Eliana berkaca-kaca menahan butiran air mata yang Setiap saat akan jatuh membasahi pipinya. Hanya menunggu waktu yang tepat saja. Eliana berlari ke dalam pelukan orang itu.
"Mama," teriaknya disertai dengan deraian air matanya.
Ternyata yang datang menghampiri mereka adalah Mama Elisabeth, Delia, Arya Zoe dan Amanda. Eliana langsung memandang ke arah ketiga anaknya. Mereka hanya tersenyum dan mengangkat kedua bahunya. Elliana hanya tersenyum ke arah anak-anaknya.
"Mama sudah dengar dan tahu semuanya, Mama hanya bisa bilang kalau itu yang terbaik untuk Kamu nak maka lakukan saja,"
Elliana memeluk erat tubuh wanita yang telah melahirkannya.
"Maafkan Mama dan Papa semua ini terjadi karena Kami yang menjodohkanmu dengan Pria brengsek yang tidak bertanggung jawab," wajahnya berubah sendu.
Elliana menghapus air mata mamanya. Elliana tersenyum dan tidak ingin memperlihatkan kesedihannya di depan Mamanya.
"Kamu sangat kuat dan sabar Sayang, Mama bangga sama Kamu, merestui semua jalan yang telah Kamu pilih,"
"Mama jangan mengungkit semua yang sudah berlalu, saatnya kita memulai hidup baru tanpa bayang-bayang masa lalu, anggap saja semua tidak pernah terjadi di dalam hidupnya Eliana," senyuman yang selalu menghiasi wajahnya sedari tadi.
"Mama tidak habis pikir Mark seperti itu, entah apa yang sudah merasukinya hingga lupa daratan dan berbuat kebodohan yang nantinya akan disesali seumur hidupnya."
Mereka saling bertatapan satu sama lain, mereka larut dalam keharuan.
"Ternyata kita sudah jadi besan yah," timpal Arya yang ingin memecahkan kesedihan yang dirasakan oleh mereka.
"Iya, dari adik kembar sekarang jadi besan," balasnya disertai dengan senyuman canda tawanya.
"Jadi sekarang Apa rencana Mbak?" tanya Delia.
Aku bersama mereka akan ke Makassar setelah dari Makassar aku akan ke Bali," jawabnya.
"Zack apa Kamu ingin ikut bersama dengan ibu mertuamu?" tanyanya dengan mengalihkan pandangannya ke putra sulungnya.
__ADS_1
"Aku akan ikut kemanapun istriku Ayah," jawabnya dengan wajahnya yang penuh keseriusan dan ketegasan.
Arya Wiguna langsung memukul pelan lengan anaknya.
"Ayah bangga pada Kamu nak, Ayah tidak menyangka jika Kamu akan mengambil keputusan yang sangat penting seperti ini, Ayah akan selalu mendukung apapun yang Kamu inginkan dan Pilih, Ayah dan Mama akan selalu mendukung semua keputusan Kamu."
"Makasih banyak Ayah, Zack sangat bahagia mendengar perkataan Ayah."
Mereka berbicara tidak seperti seorang Ayah kepada putranya, tetapi sebagai seorang dua sahabat baik yang selalu saling memberikan support dan dukungan apa pun yang menjadi pilihan dan langkah mereka.
"Jadilah suami yang bertanggung jawab dan selalu merendahkan diri dan berhati sabar dalam menghadapi sifat pasangan Kamu nak, jujurlah satu sama lain, dan jadikan apa yang kalian lihat dalam kehidupanmu menjadi contoh untuk Kamu untuk menata hidup kalian kedepannya," Pesan-pesan moral Arya untuk kedua pasangan pengantin baru.
Zack memeluk tubuh Ayahnya dengan penuh kasih sayang. Zack bangga dengan sikap dan perilaku Ayahnya selama ini. Arya sudah membesarkan anak-anaknya dengan sangat baik.
Arya berhasil karena adanya seorang Istrinya di sampingnya yang sangat Cantik, istimewa, baik hati, penyayang serta selalu mengerti dengan Arya dalam keadaan apapun, selalu membantunya dalam memperbaiki karakternya.
Mereka mendidik anak-anaknya tanpa ada kekerasan atau pemaksaan kehendak nya kepada ketiga anaknya. Mereka memberikan kebebasan penuh untuk menentukan masa depan mereka.
Setiap orang memiliki cara dan tipe yang berbeda-beda dalam mengasuh dan mendidik buah hatinya. Ada yang sangat disiplin, adanya menggunakan cara kekerasan, bahkan ada yang memberikan kebebasan kepada anak-anaknya dan tidak tahu cara mendidik untuk kebaikan mereka kelak.
"Mama hanya menitip pesan, jadilah orang tua yang selalu bijaksana dalam mengambil keputusan dan kebijakan apa pun itu."
"Maafkan Mama, dan Ayah yang tidak sempat datang di hari spesial Kamu Nak, mama tidak tahu jadinya mama gak lihat kalian menikah," ucap sesal Delia.
"Mama tidak perlu menyesali semuanya, lagian ini semua pilihannya dan keputusan dari Zack sendiri, Zack sangat bahagia bisa hidup menjadi putra Mama," Zack memeluk tubuh Mamanya dengan sangat erat.
"Putra Ayah sudah besar dan bukan lagi anak muda seperti anak muda di luar sana, sekarang Kamu sudah punya tanggung jawab sebagai seorang suami nak," Delia memeluk tubuh putranya yang baginya baru beberapa hari lalu dia melihat anaknya yang berjalan dengan kaki kecilnya mereka.
"Key, tegur Suami Kamu jika dia salah melangkah dan semoga pernikahan kalian selalu dalam lindungan Allah SWT dan sakinah mawadah warahmah,"
"Iya Ma, Key akan berusaha jadi istri yang baik," timpalnya.
__ADS_1
Wedding rings are only a symbol of happiness, but true happiness is in the ark of the household.
A great marriage is not when the perfect couple gets together, but when the imperfect couple learns to enjoy their differences.
Silahkan mampir juga ke novel aku yg lainnya:
dilema diantara dua pilihan
cinta dan dendam
pelakor pilihan
hanya sekedar pengasuh
cinta ceo pesakitan
ketika kesetianku dipertanyakan
menggenggam asa
cinta kedua ceo
kau hanya milikku
Makasih banyak bagi kakak readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...
Tetap dukung my queen heart dengan cara like setiap babnya, rate bintang 5, favoritkan dan votenya serta komentarnya yah...
__ADS_1
Maaf jika banyak terdapat kesalahan dalam pengetikannya atau typonya...