
Dessy langsung tersenyum melihat Alan yang sudah berhenti bersin-bersin Setelah Hyuna menyentuh bagian kaki Alan secara tidak sengaja. Mereka yang ada di sana pun heran melihat Alan yang tiba-tiba berhenti bersin-bersin setelah Hyuna berada di depannya.
"Aku yakin dengan sangat kalau penawar Alergi Alan ada pada diri Hyuna," batinnya Dessy yang tersenyum penuh arti.
Kebersamaan yang terjalin antar mereka sesungguhnya semakin akrab saja. Suasana sore itu sungguh meriah, dikarenakan mereka mengadakan nonton bareng moto GP. Dan ditemani oleh aneka macam kue dan minuman.
Hanya Aditya yang merasa galau dari semua yang hadir di dalam ruangan tersebut, sedangkan yang lainnya happy dan enjoy saja.
"Saya mohon minggu depan kalian datang yah di Acaraku, hitung-hitungan kalian jalan-jalan ke Australia," pinta Helena yang memohon kepada yang lain agar mereka bisa hadir di acara pernikahannya.
"Insya Allah kalau schedule dari suami saya tidak padat pasti kami akan datang, iya kan kak??" Balas Delia.
"Iya, Helena kalau emang kami ada waktu pasti sempatkan diri untuk hadir," Jawab Arya.
"Kalau yang lain gimana?" tanya Helena yang sangat berharap mereka bisa turut hadir juga.
"Kalau aku mau, hitung-hitungan lanjut bulan madunya di Australia, mau cari inspirasi goyangan baru soalnya" ucap Dimas yang tersenyum penuh arti dan langsung mendapat polototan dari Dessy.
"Ayok Dimas gempur habis mumpung masih hangat-hangatnya," gurauan Emre.
"Pengantin baru emang semakin di depan yah," timpal Adrian yang sengaja semakin memanaskan keadaan.
"Pengantin lama pun harus gaspol loh," balas Arya yang tidak kalah dari mereka.
"Iya jangan mau kalah, walaupun pun kita sudah lama nikahnya tapi goyangannya jangan kalah," imbuhnya Mark.
Semua orang tertawa dengan candaan mereka, suasana nonton bareng semakin happy dan ramai karena mereka nonton sambil bercanda. Pak Wiguna dan Istrinya yang melihat mereka dari jauh sangat bahagia dan bersyukur karena mereka sama-sama kompak dan saling mendukung satu sama lainnya.
"Semoga persahabatan dan persaudaraan kalian erat dan semakin kuat sampai kalian tua, cukup kah ayah yang karena gara-gara perempuan membuat persahabatan ayah menjadi hancur bahkan terpecah belah dan berakhir dengan dendam," jelas pak Wiguna yang teringat dengan masa lalunya dulu saat bersama ke tiga sahabatnya.
__ADS_1
"Aku sangat sangat senang dan bahagia loh yah, melihat mereka yang akur dan seperti saudara kandung saja," terang Mama Elisabeth.
"Tapi aku takut jika persahabatan mereka terganggu karena adanya pihak lain yang ingin memecah belah mereka," ucap Pak Wiguna yang khawatir.
"Kita jangan putus berdo'a untuk kebaikan mereka semua Ayah, insya Allah persahabatan mereka Sampai akhir hayat mereka dan apa yang Ayah khawatirkan tidak akan pernah terjadi," terang Mama Elisabeth istrinya.
"Amin yra, kita terus memantau mereka dan selalu waspada, karena aku takut Ma, Dia muncul lagi dan ingin menghancurkan keluarga besar kita," ucapnya pak Wiguna.
"Berdoalah kepada Allah, moga Dia berubah dan dilunakkan hatinya untuk tidak menghancurkan keluarga kita dengan dasar kesalahan pahaman dan kecemburuannya," Mama Elisabeth memandang ke arah suaminya.
Pak Wiguna dan Istrinya kembali melanjutkan perjalanannya yang sempat tertunda karena Melihat kekompakan dan kebersamaan dari anak,menantu dan keponakannya, mereka ingin mengunjungi beberapa rumah warga yang berada di pulau T tersebut tetapi lokasinya ada di luar resort dan agak jauh.
Perjalanan mereka menempuh beberapa menit saja dan untuk mengjangkau wilayah tersebut harus menggunakan kapal kecil. Sedangkan di tempat lain, Tempat anak-anak menghabiskan waktunya untuk bermain.
"Amanda please dan stoop!! jangan panggil aku kakak lagi, berapa kali harus aku bilang sama kamu, jangan panggil aku kakak lagi, karena kamu bukan adikku dan kita itu hanya beda 1 bulan saja", ucap Keyna yang sudah tidak tahan jika dipanggil terus kakak oleh Amanda sambil berlalu dari hadapan Amanda.
"Ya Allah kira-kira gimana reaksinya jika Kakak keyna tahu kalau kami ini saudara, apa Dia akan menolakku atau akan merentangkan kedua tangannya untuk menyambutku?" Batinnya Amanda yang penuh dengan tanda tanya pada dirinya sendiri.
Amanda masih mematung di tempatnya, Bahkan keyna sudah kembali ke dalam kamarnya dan Ingin baring di ranjangnya.
"Kok aku merasa Sedih yah, kalau aku bentak dan marah-marah sama Amanda??." tanya Keyna pada dirinya sendiri.
Keyna memikirkan perkataannya tadi kepada Amanda dan ikut merasakan sedih disaat keyna melihat wajah sedihnya Amanda.
"Aku suka sebenarnya dipanggil Kakak sama Amanda, tapi Amanda kan bukan adikku jadi wajarlah jika aku marah-marah" monolog Keyna.
Sedangkan Amanda berlari ke dalam kamarnya, dan langsung membanting tubuhnya ke atas kasur empuk miliknya.
"Apa salahku jika aku memanggilnya kakak, apa aku tidak pantas jadi adiknya kak Keyna," gumamnya Amanda yang menangis tersedu-sedu.
__ADS_1
Silahkan mampir juga ke novel aku yg lainnya ceritanya tidak kalah seru dengan My Queen Heart loh...
dilema diantara dua pilihan
cinta dan dendam
pelakor pilihan
hanya sekedar pengasuh
cinta ceo pesakitan
ketika kesetianku dipertanyakan
menggenggam asa
cinta kedua ceo
kau hanya milikku
Makasih banyak bagi kakak readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...
Tetap dukung my queen heart dengan cara like setiap babnya, rate bintang 5, favoritkan dan votenya serta komentarnya yah...
Maaf jika banyak terdapat kesalahan dalam pengetikannya atau typonya...
__ADS_1