
Dan ada juga yang hanya diam seribu bahasa. Tapi ada seorang yang tertarik setelah melihat kedatangan Alan.
"Maaf, mungkin diantara kalian banyak yang bertanya-tanya apa sebenarnya maksud dan tujuan saya mengumpulkan kalian di tempat ini, berhubung karena saya telah menemukan keberadaan salah satu putri saya dari mendiang istri pertama saya dan putri saya itu telah hadir di tengah-tengah kita semua bersama dengan calon suaminya," jelasnya Pak Edward panjang lebar kali tinggi sama dengan luas.
Semua yang ada di ruangan tersebut kaget dan tidak percaya dengan perkataan dari pak Edward, "Maaf apa kakak yakin kalau dia ini adalah anaknya Kim Nara bisa saja kan kakak salah orang atau ia ini hanya penipu," ucap adiknya pak Edward yaitu pak Steven.
"Iya benar apa kata Kakak Steven kak, kita tidak bisa mengambil keputusan secara sepihak saja tanpa ada bukti yang akurat, Mungkin dia ini penipu yang menginginkan harta kakak saja," timpal Ibu Luciana adik bungsu pak Edward tapi beda ibu.
Pak Edwards bersaudara ada 7 Orang tapi mereka semua beda ibu, sedangkan pak Edward anak tunggal dari ibunya. Semua kekayaan yang dimiliki oleh Pak Edward adalah harta dari ibunya jadi sebenarnya saudara pak Edward tidak berhak sedikit pun untuk menganggu dari keputusan yang akan diambil oleh pak Edward.
"Kalian setuju atau tidak, bahkan kalian menuntut dan tidak percaya dengan kenyataan yang ada Saya sama sekali tidak mempermasalahkan hal itu," ucap tegas pak Edward.
Hyuna dan Alan hanya terdiam dan menjadi penonton saja. Mereka tidak ingin berbicara jika tidak diminta.
"Dan jika ada yang menentang keputusanku maka sebaiknya kalian angkat kaki dari sini, kalau perlu aku ingatkan lagi kalian itu tidak punya hak sedikit pun dan yang punya hak adalah Hyuna," ucap tegas pak Edward.
Semua langsung terdiam dan tidak ada lagi yang berani menentang keputusan dari pak Edward. Mau tidak mau mereka menyetujui dari pada mereka harus hidup jadi gelandangan.
"Baiklah kalau gitu, Hyuna siap-siap lah Nak kita akan ke Hotel tempat pernikahan kakakmu" ucap Pak Edward kepada putrinya.
Hyuna dan Alan mengikuti langkah Pak Edward. Hyuna langsung memperlihatkan kepada semua yang ada di sana bahwa Alan adalah calon tunangannya. Karena Hyuna mendengar bisik-bisik dari orang yang memuji ketampanan Alan. Hyuna langsung meraih tangan Alan dan langsung menggandeng tangan Alan dengan posesif.
Alan langsung tersenyum melihat tingkah lakunya Hyuna. Alan sangat bahagia diperlakukan seperti itu oleh Hyuna. Mobil mereka sudah memasuki area hotel yang akan menjadi tempat saksi akad nikah antara Helena dan Aditya. Aditya cemburu melihat kedekatan yang ditunjukkan oleh Hyuna dan Alan.
__ADS_1
Tapi Aditya buru-buru membuang jauh perasaan tersebut. Aditya berusaha untuk tidak mengingat masa lalunya. Aditya memaksakan senyumannya. Agar tidak ada orang yang tahu tentang hal tersebut.
Rombongan Mommy kece dan hot Daddy pun sudah berada di dalam balroom hotel menunggu acara akad nikah Aditya dan Helena. Tidak lama kemudian rombongan pengantin wanita pun datang.
Aditya terpesona melihat Helena yang hari sangat cantik dengan balutan gaun pengantin yang sangat pas ditubuh Helena dengan warna putih gading yang senada dengan warna hijabnya. Helena langsung membalas senyuman Aditya.
"Kalau memang Hyuna adalah jodohku maka buka lah pintu hati ini untuk menerima hubungan ini, dan tolong bantu aku untuk melupakan Hyuna ya Allah…" batinnya Aditya sebait do'a yang sempat Aditya lantunkan kepada Allah sebelum Aditya dan Helena resmi menjadi suami istri.
"Mudah-mudahan aku bisa menjadi makmum yang baik untuk suamiku dan jadikanlah Aditya imam yang bisa membantu Helena menjadi istri yang sholeha dan berbakti kepada suami," gumam doa Helena.
Beberapa saat kemudian, akhirnya Helena dan Aditya sudah resmi menjadi pasangan suami istri. Semua bahagia menyambut pengantin baru tersebut. Sebelum acara resepsi pernikahan, Helena dan Aditya melempar buket bunga mawar ke khalayak tamu undangan.
Setelah hitungan ke tiga Helena pun melempar bunga tersebut dan diluar dugaan bunga tersebut mengarah ke tubuh Alan dan Hyuna. Mereka berebut bunga tersebut dan tidak menyadari satu sama lain saking kuatnya tarikan mereka dan diantara mereka tidak ada yang menyadari kalau Hyuna dan Alan lah yang saling berebut.
Akankah Alan dan Hyuna menyusul dan ikut berbahagia juga dengan pasangannya??
Akankah Aditya mampu untuk melupakan semua kenangan indah bersama Hyuna adiknya??
Silahkan mampir juga ke novel aku yg lainnya ceritanya tidak kalah seru dengan My Queen Heart loh...
dilema diantara dua pilihan
__ADS_1
cinta dan dendam
pelakor pilihan
hanya sekedar pengasuh
cinta ceo pesakitan
ketika kesetianku dipertanyakan
menggenggam asa
cinta kedua ceo
kau hanya milikku
Makasih banyak bagi kakak readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...
Tetap dukung my queen heart dengan cara like setiap babnya, rate bintang 5, favoritkan dan votenya serta komentarnya yah...
Maaf jika banyak terdapat kesalahan dalam pengetikannya atau typonya....
__ADS_1