
"Itu tidak mungkin Aunty, apa yang Aunty lakukan aku tidak akan pernah bisa meninggalkan Rima bahkan kalian mengambil semua hartaku aku tetap dengan keputusanku," kekeh Emir
"Apa yang kamu harapkan dari perempuan macam diaaaaa, perempuan yang tidak ada apa-apanya, perempuan miskin yang hanya bisa hidup di bawah ketiak suami, kenapa kamu tidak meninggalkan dia dan menikah dengan perempuan pilihan aunty dan uncle kamu?" teriak Aunty Emir sambil menunjuk ke arah wajah Rimah.
Rima yang langsung mendengar hal tersebut shock dan tidak berhenti menangis. Dia tidak menyangka kalau kedatangannya mereka kembali ke Turki hanya ingin dipisahkan.
Hyuna yang tiba-tiba mengamuk dan hampir mencelakakan anaknya sendiri terpaksa keluarga besar Wijayanto mengambil keputusan untuk segera membawa Hana ke rumah sakit jiwa. Berat sebenarnya mereka untuk melakukan hal itu. Tetapi, menurut dokter ini yang terbaik untuk penyembuhan dan terapi Hana.
Mereka bercermin pada kisah Rafli yang defresi dan tidak sengaja membunuh istrinya sendiri. Karena itu lah Mama Elisah dan ibu mertuanya Hana mengiyakan dan menerima usulan dari dokter spesialis jiwa. Tangis sedih mengantar kepergian Hana ke rumah sakit jiwa.
Ibu mertuanya histeris melihat nasib dan kondisi dari Hana yang satu hari sebelumnya mereka sudah bahagia karena kondisi dan mentalnya Hyuna sudah membaik.
Hana sudah bisa berkomunikasi dengan beberapa orang tapi, baru saja ia mengamuk dan melukai beberapa keamanan di rumah utama keluarga Wijaya dan hal yang paling berbahaya adalah hampir saja Kim Hana melempar salah satu bayi kembarnya.
Untungnya saja, mereka segera datang dan cepat mengamankan Nathan dan mengikat tangan dan kedua kaki Hana yang sudah memberontak dan berbicara tidak jelas.
"Tolong lepaskan Aku, aku tidak bersalah, Aku ingin mengejar orang itu!!" Teriak Hana sebelum dirinya dibawa ke rumah sakit.
Semua anggota keluarga Wijayanto yang lainnya sedang sibuk dan berada di luar negeri dengan urusan pekerjaan yang sangat urgen dan tidak bisa ditunda lagi. Kesedihan mewarnai kediaman utama Wijaya hari itu, hal yang paling mereka hindari dan takutkan terjadi juga.
Baby Noah dan Nathan sampai sekarang masih rewel dan tidak ingin minum susu. Sehingga membuat semua Baby sitter dan Maid kelimpungan dan dibuat repot. Bu Elisha dan Ibu Ratu bergantian menggendong Baby kembar mereka pun sudah tidak tahu bagaimana cara mendiamkannya.
Baby Nathan dan Noah yang tidak hentinya menangis. Keduanya tertawa terbahak-bahak ketika tiba-tiba Noah melihat ke arah dinding di sana terpajang foto pengantin Hana dan Ricky.
Nyonya Elisah dengan yang lainnya yang berada di dalam ruangan tersebut heran karena tiba-tiba Baby Arjuna terdiam dari tangisannya dan tertawa dan berceloteh mom yah mom yah.
__ADS_1
"Mom yah.. mom yah, Mommy…" celoteh Noah.
Mereka memperhatikan arah pandang dari arah pandangnya Noah dan akhirnya mereka tahu penyebab hal tersebut. Yaitu Baby Nathan senang melihat foto kedua orang tuanya.
"Maaf Nenek yang tidak bisa menjaga Mami kamu Nak!" Ratap Ibu Ratu yang menyesal hal yang terjadi pada Hana yang sudah menggendong bayi Nathan.
"Kamu harus jadi anak yang kuat seperti nama kamu yah sayang nya Nenek," ucap harap Bu Elisyah.
Sudah dua minggu Hana berada di rumah sakit jiwa. Tetapi kondisinya belum pulih juga bahkan kondisinya semakin parah. Hal ini diperparah karena seorang Dokter yang menangani Hana ternyata, berkomplot dengan seorang pria yang tidak pernah memperlihatkan wajah dan jati dirinya agar menyuntikkan obat setiap hari ke tubuh Hana.
Obat itu adalah obat yang bisa membuat seseorang berhalusinasi dan berfikiran yang tidak-tidak dan selalu dalam rasa ketakutan yang sangat besar. Setiap ada yang datang menjenguknya pasti Hana berteriak kencang.
Dan meminta tolong agar segera dibawa pulang tetapi tidak ada yang perduli dan percaya dengan perkataan Hana itu. Seperti halnya hari ini, Mama Elisah dan Dinda membesuk Hna. Dinda membuatkan makanan kesukaannya Hana yang sering dibuatkan oleh Dinda, jika Hana berkunjung ke rumahnya.
Hana baru saja ingin berlari tapi dokter tersebut yang berada di sampingnya, langsung menyuntikkan obat itu lagi ke dalam tubuh Hana secara bdiam-diam.
"Aunty kakak tolong Hana!! Kakak aku tidak sanggup lagi berada di sini!!" teriak Hana sebelum dirinya tidak sadarkan diri.
Bu Elisah dan Dinda sangat sedih dan terpukul melihat kondisi dari Hana,"Maaf dokter kok adikku disuntik padahal dia baik saja dan tidak mengganggu kami?" Tuturnya Dinda yang heran dengan cara pengobatan Dokter tersebut. Rombongan Alan pun kembali ke kediaman Alan. Tidak butuh waktu lama mereka sudah sampai karena pak Bahar menunjukkan arah jalan pintas untuk mudah untuk pulang.
Beberapa saat kemudian, mereka sudah sampai dan Alan langsung ke arah dapur.
Alan kaget melihat Hyuna yang tertidur pulas di atas meja dapur mereka. Alan langsung mencuci bersih kelapa tersebut lalu masukkan buah kelapa tersebut ke dalam alat khusus untuk memarut kelapa tersebut dan kemudian memisahkan kelapa yang sudah Alan parut menjadi dua bagian.
Mama Elisah yang ingin mendekat Hana pun dilarang keras oleh dokter itu.
__ADS_1
"Tolong jangan mendekat jika ibu mendekat bisa-bisa ibu disakiti," ucap dokter itu yang takut jika apa yang dua lakukan diketahui oleh mereka.
"Itu tidak mungkin dokter, Hana sudah tidak sadarkan diri gimana mungkin bisa mengamuk dan mencelakai saya?" tanya Bu Elisah yang tidak mengerti dengan penjelasan dokter.
Dinda diam-diam merekam apa yang terjadi di sana karena feeling-nya mengatakan bahwa ada yang aneh serta gerak gerik Dokter itu yang tidak biasa.
"Kalau begitu ibu pulang saja dulu nanti kami kabari jika pasien sudah membaik," ujarnya Dokter tersebut yang sudah mengusir Mama Elisah dan Dinda dari sana.
"Tapi adikku belum makan dokter kasihan dia yang semakin kurus," pungkasnya Dinda yang tidak terima dirinya diusir.
Terkadang cobaan menghampiri hidup kita, agar kita menjadi orang yang lebih sabar dan ikhlas untuk menghadapi segalanya.
Hal yang paling sulit dari hidup ini adalah menerima kenyataan pahit, percuma disesali jadikan saja pelajaran.
Semua hanya tentang waktu, tunggulah dan tetap doakan, jangan berubah atau menyerah.
"Kenapa kalian ngotot sih kalau kami sudah bilang tidak boleh yah tidak boleh!!' bentak Dokter yang mulai tersulut emosinya.
"Tapi kami hanya...." Ucapan Dinda terpotong karena belum menyelesaikan perkataannya sudah ditarik ke luar oleh Mama Elisah.
"Sudah Nak nanti kita datang lagi kalau kondisi Hyuna sudah agak stabil," bujuk Bu Elisah kepada Dinda.
Rezeki merupakan anugerah artinya segala sesuatu yang kita miliki baik itu rezeki sehat, rejeki harta, rezeki kebahagiaan, rejeki kecerdasan, itu semua merupakan anugerah yang diberikan oleh Allah SWT kepada kita.
Sebagai umat yang taat kepada Tuhannya, kita harus pandai-pandai bersyukur terkait dengan semua rejeki yang kita dapat.
__ADS_1