Queen My Heart

Queen My Heart
Bab. 269


__ADS_3

Seperti sekarang Karina membantu Arman untuk memperbaiki posisi duduknya Arman sehingga mereka harus berdekatan. Hal ini dimanfaatkan oleh Arman dan di dalam hatinya sangat bersorak gembira.


"Kalau gini aku harus terus berpura-pura tidak cepat mengerti dan berpura-pura mengeluh sakit agar dia bisa berada di dekatku, entah kenapa wangi alami dari tubuhnya membuatku candu dan terus ingin selalu berdekatan dengannya," gumam Arman.


Sedangkan Karina yang polos tidak mengerti siasat dari Arman. Mama Elisabeth memantau mereka dari Cctv yang beliau pasang sembunyi-sembunyi dan Arman tidak mengetahui hal tersebut. Mama Elisabeth ingin mendekatkan mereka setelah mencari tahu identitas dari Karina melalui detektifnya.


Sudah seminggu Karina menjadi guru les privat Arman, sudah seminggu pula dirinya menetap di Villa megah dan mewah itu. Arman semakin gencar melaksanakan siasatnya demi bisa lebih dekat dengan Karina.


Bahkan Arman terus berpura-pura bodoh dan tidak cepat mengerti dengan penjelasan dari Karina agar Karina tidak cepat pulang ke rumahnya. Segala cara dan modus yang dilakukan oleh Arman untuk memikat hatinya Karina.


Tetapi Karina yang belum pernah merasakan jatuh cinta dan berpacaran menjadi polos dan lugu.


"Gimana lagi caranya aku untuk menyampaikan kepadanya kalau aku mencintainya? apakah aku harus langsung mengutarakan perasaan ku ini dihadapannya?" Batinnya Ahmad Arman.


Arman menatap wajah Karina yang sedang mengambilkan obat untuk Arman. Karina selain jadi guru pribadi Arman juga menjadi baby sitter untuk bayi besar seperti Arman. Tanpa sedikit pun rasa curiga Karina menyetujui permintaan dari Arman.


Berbagai modus Arman sudah tempuh tapi hati Karina masih tertutup. Sebenarnya Arman sudah bisa jalan dan berdiri sendiri dan sudah bisa shalat sendiri tanpa bantuan Karina. Arman Akhirnya akan memutuskan untuk mengutarakan langsung perasaannya dihadapan Karina.


Walaupun nantinya ditolak oleh Karina Arman akan tetap terus berusaha untuk meyakinkan kepada Karina bahwa perasaan yang dia miliki untuk Karina adalah tulus adanya. Sebelum membuka mulutnya Arman mengucapkan beberapa doa untuk kelancaran proses pernyataan perasaannya kepada Karina.


Arman pun meraih sebuah kotak kecil dan setangkai bunga mawar merah yang disimpan di dekat ranjangnya. Arman memanggil Karina dengan suara yang sangat lembut dan pelan hingga suaranya seperti orang yang bergumam saja.


Tapi masih mampu untuk ditangkap oleh indera pendengarannya. Karina menolehkan kepalanya dan tersenyum manis ke arah Arman. Arman yang melihat senyuman cantik di wajah Karina membuatnya klepek-klepek. Hatinya dag dig dug drrr dan jantungnya semakin berdetak tidak karuan.


"Karina maukah kamu menjadi...." ucapan Arman terpotong.


Karena tiba-tiba pintu kamarnya terbuka lebar dan masuklah seorang perempuan yang sangat cantik, dengan gaya yang agak tomboy, tapi tetap terkesan feminim langsung berhamburan ke arah Arman lalu memeluknya.


Arman pun sigap langsung menyembunyikan kembali kotak perhiasan yang ingin diberikan kepada Karina. Arman yang mendapatkan perlakuan seperti itu hanya tersenyum dan melirik ke arah Karina apakah ada perubahan raut wajahnya jika dirinya diperlakukan seperti itu oleh seorang cewek.


Arman pun membalas pelukan cewek tersebut. Sedangkan Karina yang melihat apa yang dilakukan oleh mereka hanya bisa menundukkan kepalanya.


"Ihh cewek ini genit juga datang-datang langsung peluk-peluk, apa dia tidak puasa yah," batinnya Karina yang sangat tidak menyukai kedatangan perempuan itu.

__ADS_1


Karina sudah misruh-misruh di dalam hatinya tapi wajahnya masih nampak datar dan seakan-akan dia hanya cuek dengan apa yang mereka lakukan.


"Heeemmmm," Karina pun berdehem untuk mengalihkan perhatian mereka.


Arman yang melihat hal yang dilakukan oleh Karina hanya tersenyum licik, "Maaf mbak, tuan Muda Arman harus meminum obatnya," ucap Karina sambil menyodorkan segelas air putih dan beberapa butir obat ke hadapan Arman.


Cewek tersebut hanya menatap ke arah Arman dan meminta penjelasan dengan memberikan isyarat. Arman hanya menaruh jari telunjuknya di depan bibirnya agar Ratna diam saja dan jangan banyak tanya. Karina membantu Arman untuk minum obat tapi seakan-akan tidak ikhlas, tapi Arman senang melihat reaksi dari Karina.


"Karena Tuan Muda sudah minum obat dan sudah selesai belajar, saya permisi ke bawah dulu," gerutunya Karina yang membereskan perlengkapan minum obatnya secara kasar sehingga menimbulkan suara gaduh.


Kamu mau sembunyi dimana


Aku bisa mengendus baumu


Jangan pernah lari dariku


Karena kita telah berjanji


Biar matahari bohong pada siang


Tak perlu menyiksa diri sendiri


Sembunyikan cinta yang ada


Aku tak perlu bahasa apapun


Untuk mengungkap aku cinta kamu


Aku tak pernah beristirahat


Untuk mencintai Kamu sesuai janjiku, promise


Seribu wajah menggoda aku

__ADS_1


Yang ku ingat hanya wajah kamu


janjiku tak pernah main-main


Sekali kamu tetap kamu


Where do you want to hide?


I can smell your smell


Never run from me


Because we promised


Let the sun lie at noon


Pretending not to be hot


No need to torture yourself


Hide existing love


I don't need any language


To reveal I love you


I never rest


To love you according to my promise, promise


A thousand faces tease me


All I remember is your face

__ADS_1


I promise never play


Once you're still you


__ADS_2