
"Alhamdulillah aku sangat senang melihat mereka juga tersenyum saat mereka menerima bingkisan yang kita berikan," ucap pak Wiguna.
Baby Zi segera menghapus air mata kakeknya, "Grandpa jangan nangis yah kan ada Zidane," ucap Zidane dalam gendongan cucunya.
Semua anggota keluarga Wiguna menangis terharu disaat ada seorang anak laki-laki yang mendatangi pak Wiguna dan mempersembahkan sebuah kotak besar ke tangan Pak Wiguna.
Semua orang heran karena apa yang dilakukan anak laki-laki tersebut tidak ada dalam daftar jadwal agenda acara aqiqah tersebut. Pengurus panti dan beberapa guru panti asuhan pun kaget karena mereka tidak tahu sebelumnya akan hal tersebut. Pak Wiguna menyambut baik pemberian anak tersebut.
"Pak Wiguna saya buat lukisan ini untuk khusus Bapak," ucap anak tersebut saat Benda itu sudah dibuka oleh Pak Wiguna.
Betapa bahagianya pak Wiguna mendapatkan hadiah dari anak panti tersebut yang dengan ikhlas dan sudah membuat khusus lukisan tersebut untuk dirinya.
Walaupun lukisan itu terbilang tidak sempurna tetapi karena anak ini memberikan dengan penuh perjuangan sehingga pak Wiguna meneteskan air mata bahagia.
Pak Wiguna pun berjongkok untuk menyamakan tingginya dengan anak kecil itu yang baru berusia 10 tahun dan kelak akan menjadi bagian dari anggota keluarganya Wiguna Albert Kim Said. Pak Wiguna mengelus rambut pendek kecoklatan anak tersebut.
"Nama kamu siapa nak? makasih banyak atas hadiahnya," ucap Pak Wiguna.
"Alexander agung," jawab anak tersebut dengan suara yang lantang.
"Nama yang bagus, Bapak do'akan semoga kelak kamu menjadi anak yang hebat, bijaksana dan baik hati, bapak berikan ini untuk Alexander," tutur Pak Wiguna sambil menyerahkan ballpoint kesayangannya yang ada di saku bajunya.
Ballpoint tersebut adalah paling disayangi oleh Pak Wiguna karena itu adalah ballpoint yang paling banyak kenangannnya yang dimiliki oleh Pak Wiguna disaat dirinya mulai merintis karir hingga sukses seperti sekarang.
__ADS_1
Bisa dibilang ballpoint tersebut lah yang menjadi saksi bisu perjuangan Pak Wiguna merintis perusahaannya. Baby Zidane langsung memeluk Alexander.
"Kakak," ucap Zidane yang bahagia disaat Alexander menggendongnya.
Sejak itu lah pak Wiguna memberikan beasiswa kepada Alexander agung hingga keperguruan tinggi karena Alexander juga termasuk anak yang berbakat dan pintar.
Tidak ada satupun orang yang ada dalam sana yang tidak merasakan kebahagiaan.
Seperti itulah kebiasaan dari keluarga Wiguna siapa yang berhak dan layak untuk mendapatkan beasiswa. Pak Wiguna memberikan dana kepada putranya untuk mendirikan beberapa sekolah dan perguruan tinggi.
Pak Wiguna ingin disaat terakhir dalam hidupnya Pak Wiguna bisa mempergunakan hartanya di jalan yang baik.
"Tolong simpan lukisan ini dengan baik dan pajang di dalam ruangan pribadiku" ucap pak Wiguna kepada anak buahnya.
Sedangkan Keyna berdiri di sampingnya Zack, dan Amanda berdiri di sampingnya Zoe Saldana, dan Zidane memeluk tubuh anaknya Rina.
Mereka sangat bahagia dengan kegiatan hari ini. Aqiqahan baby dari Rina dan Dessy terbilang meriah dan sukses. Kegembiraan dari seorang orang tua adalah jika mereka melihat senyum bahagia dari anak-anaknya.
Sekaya apa pun dan sesukses apa pun itu jika seorang kesepian dalam hidupnya pasti harta, pangkat dan jabatan tidak akan berguna.
silahkan mampir juga ke novel aku yg lainnya ceritanya tidak kalah seru dengan my queen heart loh...
__ADS_1
dilema diantara dua pilihan
cinta dan dendam
pelakor pilihan
hanya sekedar pengasuh
cinta ceo pesakitan
ketika kesetianku dipertanyakan
menggenggam asa
cinta kedua ceo
kau hanya milikku
makasih banyak bagi kakak readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...
tetap dukung my queen heart dengan cara like setiap babnya, rate bintang 5, favoritkan dan votenya serta komentarnya yah..
__ADS_1