
"Gimana perasaaan kamu? pasti tadi deg deg degan iya kan?" tanya Alan.
"kalau perlu tutor nanti malam kamu hubungi saya saja" bisik Aditya yang membuat Rangga tersenyum malu-malu padahal ini pernikahan yang ke dua untuknya.
Setelah acara tersebut, mereka mengadakan syukuran atas pernikahan Rangga Azof dan Aulia Maharani di kediaman Wiguna. Rumah tersebut yang dipilih oleh mereka untuk melaksanakan syukuran karena ini atas usul dan permintaan dari Pak Subrata dan istrinya.
Subrata dan istrinya sudah menetap di Prancis sehingga menurut mereka semua sebaiknya syukuran tersebut dilaksanakan di kediaman Wiguna saja.
Suasa kekeluargaan sangat terasa kental dan mereka saling bercanda dan berbincang-bincang hingga siang. Suasana semakin ramai saat salah satu artis dangdut kesukaan Dessy turut hadir di acara tersebut. Dessy kaget karena ternyata artis favoritnya yang sengaja didatangkan oleh Rangga untuk menghibur mereka.
Rangga dan Dessy sudah berteman sejak mereka masih Putih abu-abu. Tetapi mereka terpisah saat mereka melanjutkan sekolahnya ke perguruan tinggi. Camelia Malik artis dangdut yang sudah senior meramaikan syukuran akad nikah dari Rangga dan Aulia.
Sang biduan pun mulai menyanyikan lagu hitsnya yang dulu sempat booming.
Rekaya Cinta..
Cinta kini sudah direkayasa
diolak alik
semanis madu tapi berbisa..
Cinta..
kini sudah jadi dilema
beritanya pun
selalu ada topik utama..
nuansanya lagi
Tak melukiskan
pesona indahnya kemesraan..
Jalinannya lagi
tak menjanjikan
masa depan kebahagiaan..
__ADS_1
Seperti itulah kira-kira lirik lagu yang sempat dipersembahkan oleh artis ibu kota Kamelia Malik yang khusus datang karena permintaan Rangga. Banyak yang ikut maju ke depan panggung untuk mempersembahkan lagu untuk pasangan mereka.
Suasana semakin meriah dengan persembahan dari Rangga khusus untuk Aulia lagu yang sempat dipopulerkan oleh band Naff yang membuat riuh tepuk tangan dari para tamu undangan. Ternyata suara Rangga bagus dan cukup menghibur mereka.
Setelah Rangga selesai menyanyi, perhatian tertuju kepada benda yang jatuh. Mereka histeris dan shock melihat pak Wiguna tumbang di pesta syukuran tersebut. Anak-anak dan cucunya berlarian ke arah dimana pak Wiguna terbaring lemah tak berdaya di dalam pangkuan Arya.
"Ayah!! apa yang terjadi?? teriaknya Arya yang sudah khawatir melihat kondisi dari ayahnya.
Mama Elisabeth sudah tahu saat ini pasti akan terjadi dan akhirnya hari itu datang juga yang beberapa hari ini mama Elisabeth khawatirkan. Mama Elisabeth tidak bisa berkata apa-apa hanya bisa menangis melihat suaminya yang sudah bernafas tidak teratur.
"Ayo cepat bawa Ayah ke rumah sakit!" Jeritnya Adrian.
"Angkat ayah, ayok kita bawa ayah ke rumah sakit," pintanya Eliana.
Tapi pak Wiguna memegang tangan Eliana untuk melarang membawa dirinya ke rumah sakit.
"Ti-dak u-sah nak.." ucap Pak Wiguna yang terbata-bata karena sesak nafas yang menyerangnya.
"Tapi Ayah tidak akan sembuh jika kita di sini terus," sanggahnya Emilia yang sudah meneteskan air matanya.
Untungnya saja dokter yang selama ini menangani pak Wiguna hadir di tengah-tengah mereka. Dan segera memeriksa keadaan pak Wiguna. Tapi raut wajah dokter tersebut menunjukkan kalau tidak ada lagi harapan untuk Pak Wiguna.
"De....elia," ucap pak Wiguna yang mencari keponakan sekaligus menantunya.
"Aaadrian," panggil Pak Wiguna.
"Iya Ayah Adrian ada di sini," imbuhnya Adrian.
"Maafkan ayah yah Nak, Ayah sudah banyak salah sama kalian ahuhuhu," tuturnya Pak Wiguna.
"Jangan banyak bicara Ayah," cegahnya Arya.
"Kelak jika Ayah sudah tidak ada apa pun cobaan yang kalian hadapi teruslah bersatu jangan ada yang egois nak," nasehatnya Pak Wiguna yang kemudian sesak nafas lagi.
Dokter ingin memberikan dan memasangkan alat pernafasan tersebut kepada Pak Wiguna tetapi pak Wiguna menolaknya.
"Ayah harus pakai alatnya yah!" Bujuknya Emilia.
"Maafkan Ayah Nak, Ayah sangat menyayangi kalian," ucap pak Wiguna.
"Ayah tidak punya salah apa pun kepada kami," ucap Delia dengan berusaha untuk menahan air matanya.
__ADS_1
"La..ilaha illallah..." ucap pak Wiguna sebelum menghembuskan napas terakhirnya.
Semua langsung histeris melihat pak Wiguna yang sudah menutup matanya. Tim dokter segera memeriksa keadaan pak Wiguna secara detail dan setelah beberapa saat mereka pun menyerah dan memberitahukan kepada mereka kalau pak Wiguna telah tiada.
"Maafkan kami, Pak Wiguna sudah meningga dunia,l" ucap Dokter sekaligus salah satu sahabat pak Wiguna.
"Itu tidak mungkin Dokter!! pasti dokter salah kan!!" Sanggah Arya yang ingin emosi Kepada dokter, tapi dicegah oleh Delia.
"Kakak jangan, marah tidak akan membuat Ayah kembali dan hanya akan menyiksa bapak dan kepergian bapak tidak akan tenang," ucap Delia.
Tawa bahagia yang sebelumnya menghiasi kediaman utama Wiguna Albert Kim Said sekarang berubah jadi tangis pilu yang menyayat hati. Mama Elisabeth menangis dalam diamnya. Sedangkan cucu-cucunya pun ikut menangis melihat kepergian kakek mereka di depan matanya.
Jenazah Pak Wiguna sudah dibawa ke dalam ruangan khusus. Berita duka atas kematian Pak Wiguna sudah tersebar ke seluruh seantero Negeri bahkan sampai ke luar negri.
Kesedihan dan luka mendalam sangat dirasakan oleh keluarga besar Wiguna dan masyarakat yang sudah mendengar kabar tersebut pun ikut menangis mendengar berita tersebut yang disiarkan langsung di televisi.
silahkan mampir juga ke novel aku yg lainnya ceritanya tidak kalah seru dengan my queen heart loh...
dilema diantara dua pilihan
cinta dan dendam
pelakor pilihan
hanya sekedar pengasuh
cinta ceo pesakitan
ketika kesetianku dipertanyakan
menggenggam asa
cinta kedua ceo
kau hanya milikku
makasih banyak bagi kakak readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...
__ADS_1
tetap dukung my queen heart dengan cara like setiap babnya, rate bintang 5, favoritkan dan votenya serta komentarnya yah....