
Mereka melupakan jika ada orang ketiga diantara mereka, tapi bukan Pelakor. Pricilla harus rela jadi penonton setia dari kebucingan dan kemesraan yang mereka lakukan di hadapan cewek cantik yang jomblo akut itu.
"Hmmm," Pricilla berdehem untuk mengalihkan perhatian mereka agar mereka tahu jika ada orang lain selain mereka di meja itu.
Agung dan Amanda refleks menoleh ke sumber suara dan saling berpandangan dan tertawa terbahak-bahak.
"Maaf! Kami lupa kalau Kamu masih ada di sini," ucap Amanda lalu menutup mulutnya untuk menahan tawanya.
"Kalian jahat sekali sama Cilla," ucapnya yang kemudian menangis tersedu-sedu di hadapan Amanda.
Amanda langsung berdiri dan memeluk tubuh Cilla. Dia tidak mungkin membiarkan Pricillia menangis dalam keadaan seperti itu, bagaimanapun dia masih punya hati nurani.
"Pricilla Kamu itu cantik, pintar, kaya dan populer, tapi Mas Agung bukan untuk Kamu, Kami akan menikah bulan depan, Amanda harap Cilla bisa legowo dan berbesar hati untuk menerima kenyataan ini," terang Amanda yang berdiri, tapi masih memeluk tubuh Cilla.
"Apa yang dikatakan oleh Amanda benar adanya, Aku harus berusaha untuk melupakan Mas Agung."
"Apa yang dikatakan oleh Amanda benar sekali Cilla, Mas yakin tidak ada satupun pria diluar sana yang menolak pesonamu, dan Mas yakin akan ada Pria yang bisa menerima kamu dengan sepenuh hati dan jiwanya," timpal Agung.
Agung berharap apa yang dia katakan dengan Amanda bisa diterima dengan baik oleh Cilla dan berhenti untuk mengganggu kehidupan mereka yang akan menikah beberapa minggu lagi. Cilla memeluk erat tubuhnya Amanda dan menganggukkan kepalanya.
Hp Amanda yang tergeletak di atas meja berdering dan nama orang yang memanggil itu adalah Kakak sepupunya Andreas.
"Assalamu alaikum Kak Andreas," ucap Amanda.
"Waalaikum salam, Dek Kamu ada di mana, apa mobilnya Zoeya ada sama Kamu?" tanya Andreas.
"Masih di Kafe nih Kak, sama Mas Agung tapi bentar lagi akan balik juga, kalau mobilnya Zoeya ada di bengkel sih Kak," jelas Amanda.
__ADS_1
"Kamu aku jemput yah, kebetulan aku ada di sekitar area Kafe juga nih, sekitar 5 menit sudah sampai di situ," jawabnya.
"Kalau gitu Aku tunggu Kakak saja terus kita barengan pulang kalau sama Mas Agung kasihan harus muter jauh lagi kalau mau pulang," tuturnya.
"Tunggu Kakak sampai datang,"
"Siap Kak," jawab singkat Amanda.
Sambungan telpon pun terputus. Amanda kembali menatap ke arah Cilla. Amanda mengelus punggung Cilla dan sangat berharap agar Priscilla bisa berubah jadi lebih baik dan lebih dewasa lagi kedepannya.
Setelah merasa lega dan cukup tenang, Pricilla kembali memeluk tubuh Amanda.
"Maaf Mas kalau selama ini Cilla sudah ganggu hidupnya Mas, sudah membuat Mas harus berpindah-pindah tempat untuk mengajar dan tinggal juga, Cilla sangat menyesal dengan apa telah Cilla lakukan kepada Mas," ucap Cilla yang setulus hatinya meminta maaf kepada Agung dan juga Amanda.
"Alhamdulillah, kalau Cilla sudah menyadari kekeliruan yang selama ini Cilla lakukan, semoga hari ini Cilla bisa ambil hikmahnya dan pelajaran dari semuanya, yang telah terjadi" jelas Amanda yang kali ini tersenyum manis ke arah Cilla tanpa embel-embel licik.
"Makasih banyak Amanda, berkat Kamu aku bisa menyadari semua kesalahanku dan Saya berjanji akan berubah menjadi lebih baik lagi," tutur Cilla lalu kembali memeluk tubuhnya Amanda.
"Makasih," ucapanya singkat.
"Kamu tidak berbakat jadi pelakor," sindir Amanda lagi.
"Iya betul sekali, kamu berhak untuk bahagia dan cari Pria yang lebih baik dari saya," timpal Agung menambahkan pembicaraan calon istrinya itu.
Mereka bersantai sambil menikmati makanan dan minuman yang barusan mereka pesan. Andreas sudah berjalan ke arah Mereka yang sedang menyesap kopinya. Wajah tampannya semakin kelihatan jika tersenyum. Andreas berdiri tepat di belakang Cilla.
"Hey dek, sudah lama nunggunya gak?" tanya Andreas yang sudah berada di hadapan mereka.
__ADS_1
Cilla mendongakkan kepalanya ke atas dan kopi yang baru saja minumnya tersembur keluar tepat di wajah Andreas. Wajah yang awalnya putih bersih dan ganteng sekarang sudah dipenuhi oleh noda Kopi yang berasal dari mulutnya Cilla.
Cilla pun berdiri dan Ingin memastikan bahwa apa yang dilihatnya tidak salah.
"Kamu," ucap keduanya yang sama-sama saling menunjuk ke arah wajahnya masing-masing.
Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya:
Dilema Diantara Dua Pilihan
Diantara Dua Pilihan
Tidak Ada Jodoh Yang Tertukar
Pelakor Pilihan
Aku hanya sekedar baby sitter
Cinta Ceo Pesakitan
Tetanggaku Idola Suamiku
Ketika Kesetianku Dipertanyakan
__ADS_1
Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..
I love you all Readers….