Queen My Heart

Queen My Heart
Bab. 200


__ADS_3

Satu persatu pelayak datang bergantian ke rumah pak Wiguna. Mereka sangat terpukul dan kehilangan sosok seorang pimpinan perusahaan dan Ayah yang baik, bijaksana dan suka menolong orang lain yang sedang kesusahan.


Mereka sangat kehilangan sosok yang selalu mereka puji, karena ketulusan dan kebaikan hatinya pak Wiguna yang tanpa banyak pikir akan membantu mengatasi masalah dari orang-orang yang datang meminta bantuan.


Satu persatu pelayak datang bergantian ke rumah pak Wiguna. Mereka sangat terpukul dan kehilangan sosok seorang pimpinan perusahaan dan Ayah yang baik, bijaksana dan suka menolong orang lain yang sedang kesusahan.


Mereka sangat kehilangan sosok yang selalu mereka puji, Karena ketulusan dan kebaikan hatinya pak Wiguna yang tanpa banyak pikir akan membantu mengatasi masalah dari orang-orang yang datang meminta bantuan.


Setelah shalat Dzuhur, Jenazah pak Wiguna disemayamkan dan disholatkan serta akan dimakamkan di TPU khusus untuk keluarga nya. Semua berbondong-bondong ikut mensholati jenazah pak Wiguna.


Ruangan yang dipadati oleh masyarakat yang ingin mensholati jenazah pak Wiguna saling berdesakan dan berhimpitan saking banyaknya orang yang ingin ikut mensholati. Padahal ruangan tersebut sangat besar.


Setelah disholatkan, jenazah Pak Wiguna diantar ke peristirahatan terakhirnya pas di samping ibunya, Oma Estella. Pak Ustadz membacakan do'a untuk kelancaran proses pemakaman pak Wiguna. Satu persatu menaburkan bunga di atas pusara tersebut setelah sudah ditutup dengan tanah.


Arya tidak mampu berkata-kata lagi hanya air mata yang bisa mewakili rasa kehilangan sosok seorang ayah yang bijaksana, baik dan pemimpin yang tegas dan disiplin. Satu persatu pelayak meninggalkan TPU tersebut.


Sedangkan anak, cucu keluarga dekat belum ada yang beranjak dari pemakaman tersebut. Mereka masih ingin memandang gundukan tanah yang sudah dipenuhi oleh bunga.


Nisan yang bertuliskan nama Wiguna Albert Kim Said tidak hentinya dicium oleh Mama Elisabeth dan anak dan cucunya. Dibalik air mata kesedihan itu ada tawa bahagia yang terukir di wajah seseorang setelah mendengar berita duka tersebut.

__ADS_1


"Selamat jalan wahai sahabatku akhirnya kamu mati juga, tunggu lah anggota keluargamu yang akan menyusul mu di alam sana hahahaha," ucap orang tersebut yang sangat bahagia karena pak Wiguna telah mati.


Ke esokan harinya, rumah duka masih didatangi oleh pelayak yang tidak sempat datang di hari sebelumnya. Mereka mengucapkan do'a dan ucapan bela sungkawa atas meninggalnya Pak Wiguna.


Malam harinya, mereka mengadakan tausiyah meninggalnya pak Wiguna. Kediaman utama pun kembali di padati oleh keluarga, masyarakat dan beberapa rekan bisnisnya baik dari ibu kota sendiri maupun yang dari luar kota.


Rekan bisnis pak Wiguna yang dari Korea, Jepang dan Amerika juga hadir di sana. Tausiyah tersebut berlangsung selama tiga hari tiga malam berturut-turut.


Dari mulai hari meninggalnya pak Wiguna sampai hari ke tujuh Mommy kece dan hot Daddy belum ada yang beranjak dari kediaman Wiguna.


Mereka masih kadang ada rasa tidak percaya dan sangat kehilangan sosok ayah mereka. Kematian sungguh datangnya tiba-tiba tanpa ada sinyal informasi sebelumnya. Tak ada satupun orang yang tahu akan kabar kematian dari anak cucu Adam.


silahkan mampir juga ke novel aku yg lainnya ceritanya tidak kalah seru dengan my queen heart loh...



dilema diantara dua pilihan


cinta dan dendam

__ADS_1


pelakor pilihan


hanya sekedar pengasuh


cinta ceo pesakitan


ketika kesetianku dipertanyakan


menggenggam asa


cinta kedua ceo


kau hanya milikku



makasih banyak bagi kakak readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...


tetap dukung my queen heart dengan cara like setiap babnya, rate bintang 5, favoritkan dan votenya serta komentarnya yah....

__ADS_1


__ADS_2