
Jangan menjelaskan tentang dirimu kepada siapapun karena yang menyukaimu Tidak butuh itu dan yang membencimu tidak percaya itu.
Keikhlasan mengantarkan kamu ke pintu yang dinamakan kesuksesan.
Bukan karena dia kuat, tapi karena Tuhan yang maha kuat bersama dengan langkahnya.
Rima yang mendengar dan melihat langsung suaminya dihina di depan matanya semakin terisak dalam tangisnya. Rima tidak menerima jika Emir pun ikut dihina baginya cukup dirinya saja yang diperlakukan tidak adil dan tidak baik oleh mereka.
Emir dan Rimah terduduk di lantai dihadapan semua anggota keluarga besar Oma Ella Fitzgerald Kennedy. Mereka sengaja karena ingin membuat Emir pergi dari sini sehingga semua harta kekayaan atas nama Emir pula beralih ke tangan mereka. Karena hanya Emir adalah keluarga murni dari keturunan Oma Ella.
Saudaranya yang lain adalah anak dari istri pertama dari suaminya Oma Ella Fitzgerald Kennedy. Dan pemilik seluruh kekayaan mereka adalah yang berhak mendapatkan semua itu hanya Emir Moeis seorang.
Sehingga mereka bekerja sama untuk menghancurkan Emir Moeis dan mengadu domba dengan Omanya. Sungguh kekuatan harta bisa membuat seseorang menjadi tamak dan bersifat perihewani.
Setiap biduk rumah tangga pasti mengalami yang namanya cobaan hidup. Hidup itu penuh perjuangan dan jika harus berjuang maka perjuangkanlah.
Apabila harus menyerah maka serahkan semuanya kepada Tuhan yang Maha Esa. Berserah dirilah dan bersujud kepada meminta tolong untuk jalan keluar dari permasalahan dan ujian yang kalian hadapi. Seperti halnya dengan yang sekarang dihadapi oleh Emir dan Rimah.
Semua anggota keluarga Nyonya Ella Fitzgerald Kennedy satu pun dari mereka tidak ingin melihat Emir dan Rima bahagia. Bahkan mereka rela melakukan segala cara untuk memuluskan langkah dan tujuan mereka.
Bu Ella yang sedang terbaring lemah tak berdaya harus dijadikan alat transaksi Emir dengan Rima, agar mereka bisa mendapatkan semua kekayaan atas nama Emir harus beralih ke tangan mereka.
Kondisi Emir sungguh mengkhawatirkan sudah banyak luka memar di sekujur tubuh dan wajahnya juga b sedangkan Rima tangan,kaki dan mulutnya diikat sedemikian rupa.
__ADS_1
"Kami masih punya jalan keluar agar kamu dan istrimu tidak berpisah!" Ancam Pamannya Emir sambil menyodorkan sebuah map merah kehadapan keponakannya itu.
Emir mengerutkan keningnya tanda tidak mengerti. Tadi sebelum diikat tangannya sudah memasang alat perekam suara yang kapasitasnya sangat besar dan menyalakan alat perekam tersebut. Alat perekam itu terpasang cantik dipakaiannya Rima yaitu sebuah bros mawar merah pemberian Emier dihari ulang tahun Rima yang ke 26 tahun beberapa hari lalu.
Alat itu otomatis akan terkirim ke nomor handphone seseorang yang sudah terpasang di dalam alat tersebut dan Jika nomor hp orang tersebut aktif maka akan langsung terkirim ke nomor hp itu tanpa menekan apa pun lagi.
Emir membuat alat tersebut khusus karena Emier sudah melihat banyaknya kejahatan yang selalu mengintainya dan keluarga besar mereka. Rekaman tersebut sudah terkirim ke nomor hpnya Pak Aiden yaitu sepupu dari bapaknya Emir yang sudah lama tinggal di luar kediaman utama Nyonya Ella dan juga sudah terkirim ke nomor hp polisi setempat.
"Buka pengikat tangannya agar ia bisa leluasa untuk berbicara dan menandantangani berkas tersebut Jika dia tidak mau pukul saja," perintah Pak Arkaliu ke anak buahnya.
Anak buahnya sebenarnya segan dan tidak ingin menuruti perintah tersebut karena mereka mengetahui Emir adalah cucu kesayangan dari Nyonya Besar Ella Fitzgerald Kennedy.
"Apa lagi yang kalian tunggu cepat buka ikatannya!!" teriak Pak Mutahar Samil kakak dari Arkaliu.
"Baik Bos!" ucap anak buahnya dengan terpaksa memenuhi permintaan dan perkataan dari Pak Samil.
"Sampai kapan pun aku tidak akan menandatangani surat itu!" Ketusnya Emir.
"Gampang saja kalau kamu tidak mau," ucap Pak Mutahar Samil.
Pak Mutahar yang berjalan ke arah Rima dengan membawa sebuah gunting yang cukup tajam sedangkan Rimah yang didekati langsung mundur dari tempat duduknya.
Emir menatap tajam ke arah Pak Samil, "Dasar kalian banci, penakut kalian beraninya cuma kepada perempuan kalau paman berani ayok hadapi saya jangan Istriku!!" teriak Emir yang tidak ingin terjadi sesuatu kepada istrinya.
__ADS_1
Untung saja Emir tidak membawa anak-anaknya ke Turki karena mereka sudah kembali aktif sekolah lagi sedangkan yang paling kecil tidak ingin berpisah jauh dari neneknya mamanya Rina.
Pak Mutahar tertawa terbahak-bahak, "kelemahan terbesar kamu itu pada perempuan ini jadi aku memilih untuk berbuat apa-apa terhadap istrimu dan paman yakin kamu pasti akan menandatangani berkas tersebut," geramnya Paman Mutahar.
Pak Samil langsung menampar pipi Rima hingga beberapa kali. Karena Rima yang tidak pernah diperlakukan seperti itu membuatnya pingsan. Emir sangat sedih dan kasihan melihat kondisi Istrinya tetapi Emir tidak bisa berbuat lebih banyak, apa lagi dalam keadaan tangan dan kakinya yang diikat membuatnya tidak berdaya.
Emir tidak bisa berbuat lebih untuk menolong perempuan yang paling disayanginya, "Maafkan Abang Rima bersabar lah,"Lirihnya Emir yang menatap sendu ke arah istrinya.
"Apa kamu masih tidak mau juga menandatangani surat itu?" Tanya Pak Mutahar yang sudah mulai tersulut emosinya.
"Sampai kapan pun Aku tidak akan menyerahkan harta yang bukan milik paman dan kalian perlu ketahui Oma Ella pasti akan sembuh," sanggahnya Emir Moeis yang menolak perkataan dari pamannya sendiri.
Oma Ella seharusnya sudah sadar dari komanya tetapi karena diberikan obat melalui suntikan yang membuat oma kembali tertidur padahal kondisinya sudah membaik.
"Apa kamu menginginkan istrimu mengalami nasib yang sama dengan Oma kesayangan kamu yang terpaksa kami berikan obat agar sakit dan menyuntikkannya lagi obat bius dengan dosis yang cukup tinggi kalau kamu tidak mencintai lagi istrimu Aku tidak bisa berbuat apa-apa lagi," sarkas Pak Samil.
"Ya Allah semoga Paman Hussein segera menyelamatkan Oma Ella secepatnya," batinnya Emir Moeis.
"Bawa Rimah ke dalam ruangan yang biasa kita pakai untuk mengeksekusi apabila ada yang melanggar aturan yang kita buat selama ini!' perintah Pak Mutahar.
Anak buahnya langsung membawa Rima ke dalam ruangan tersebut, "Maafkan kami tuan muda," ujarnya anak buah kepercayaan Oma Ella yang terpaksa harus mengikuti perintah dari Pak Mutahar.
Ketika membawa Rima ke dalam ruangan yang gelap dan bau anyir darah segar yang masih tercium menyengat hidung. Oma Ella sudah diamankan ke rumah sakit dan merahasiakan keadaan Oma Ella dari khalayak ramai untuk keamanan dan agar pak Mutahar tidak mengetahui hal tersebut.
__ADS_1
Semua anak buahnya Pak Mutahar sebagian besar sudah dilumpuhkan. Emir terus berdoa dan berharap akan ada keajaiban yang terjadi dan bala bantuan segera datang menolongnya.
"Ahmed masuk ke dalam ruangan tersebut dan lakukan apa yang kamu ingin lakukan kepada istrinya!!" perintah Pak Mutahar kepada putra pertamanya.