
Selama kamu masih ada waktu dan Ingin berubah maka berubah lah untuk menjadi lebih baik lagi walaupun kadang banyak yang mencibir atau pun tidak percaya dengan apa yang akan kamu lakukan.
Arman hari ini mulai belajar bacaan Shalat dan tata cara wudhu tapi baru sekedar teori saja karena kondisi Arman yang belum bisa untuk praktek langsung. Mama Elisabeth dengan sabar dan telaten membantu Arman untuk belajar.
Pintu kamar Arman di ketuk oleh seseorang. Mama Elisabeth pun berdiri dan langsung membuka pintu kamar tersebut.
"Maaf ganggu nyonya, di bawah sudah datang Orang yang akan membantu Tuan Muda Arman belajar ngaji" ucap Maid itu yang memakai seragam ungu soft.
"Makasih banyak, suruh beliau duduk dulu baru saya turun menemuinya" ucap Mama Elisabeth.
"Baik Nyonya" ucap maid itu.
Dua hari yang Lalu, Mama Elisabeth bertanya kepada salah satu Security-nya tentang seseorang yang mampu dan sanggup untuk mengajarkan Arman menbaca ayat suci Al-Qur'an dan Security tersebut punya tetangga yang katanya pintar dan fasih dalam baca tulis Al-Qur'an. Security tersebut pun menyarankan untuk menggunakan jasanya.
"Maaf yah nak, mama turun sebentar untuk bertemu dengan orang yang akan membantu kamu untuk mengaji dan Mama ingin melihat apa dua pantas untuk mengajarimu".
__ADS_1
Arman hanya menganggukkan kepalanya sambil dan menatap sepintas ke arah Mamanya dan kembali melanjutkan untuk membaca buku panduan bacaan sholat serta doa harian.
Mama Elisabeth menuruni tangga dengan wajahnya yang semakin menunjukkan keibuannya. Wajah yang menyimpan rasa rindu kepada ke dua putrinya yaitu Emilia dan Eliana beserta cucunya. Tapi wajah itu dua tutupi dengan senyuman yang selalu terukir di wajahnya.
Seseorang yang duduk di kursi tamu membelakangi tangga yang memakai Hijab biru tosca yang senada dengan gamisnya walaupun pakaiannya terbilang sederhana tapi tetep memancarkan aura kecantikan alami dan natural tanpa polesan make up. Mama Elisabeth terkejut sekaligus terpesona setelah berada di depan perempuan itu dan bertatapan langsung dengan ustadzah tersebut. Mama Elisabeth langsung memeluk tubuh Karina yang semakin cantik dengan penampilan barunya yang lebih tertutup. Karina pun membalas pelukan Mama Elisabeth.
"Silahkan duduk Nak" ucap Mama Elisabeth setelah melepaskan pelukannya.
"Saya ke sini sesuai perintah pak Anwar yang katanya ibu membutuhkan seseorang yang bisa membaca tulis Al-Qur'an" ucap Karina dengan wajah seriusnya
"Iya benar sekali dan kebetulan anak Saya yang butuh seseorang yang bisa membimbingnya dan mengajarkan tentang pengetahuan agama serta tata cara shalat, sebenarnya Saya bisa tapi saya lebih mempercayakan hal tersebut kepada kamu dan saya yakin Anak saya akan cepat belajar dan cepat pintar jika kamu yang mengajarinya" ucap mama Elisabeth yang tersenyum penuh arti.
Setelah berbincang-bincang beberapa saat dan mereka telah sepakat dengan perjanjian tersebut, Karina mendapatkan gaji terbilang cukup besar yaitu 15 juta perbulan. Mama Elisabeth tidak ingin main-main Jika menyangkut pendidikaa agama anak dan cucunya dan ini berlaku untuk semua anggota keluarga Wiguna.
"Kalau gitu ini Al-Qur'an serta beberapa buku tentang doa harian dan tata cara shalat yang bisa kamue pakai untuk membantu putraku," ucap Mama Elisabeth fat meletakkan ke atas Meja beberapa buku tersebut.
__ADS_1
Karina sempat terdiam dan bingung dan bertanya-tanya apa kah anak kecil yang ingin belajar, tapi sudah dua kali dia ke sini tapi tidak pernah melihat anak kecil.
Karina memang hanya tamatan sekolah dasar tapi kalau masalah pengetahuan agama tidak diragukan lagi Wati selama ini Karina tidak memakai hijab dalam kesehariannya.
Bahkan Karina sempat jadi juara satu kori'ah setingkat kabupaten dan tingkat propinsi karena itu lah pak Anwar menyarankan untuk dia menjadi guru les privat Tuan Muda Arman.
"Kalau gitu saya antar kamu ke atas," pintanya Bu Elisha.
Beliau lalu berjalan terlebih dahulu ke arah tangga. Mereka pun berjalan ke kamar pribadi Arman. Mama Elisabeth membuka perlahan pintu kamar yang bercat cokelat itu.
Masuklah keduanya ke dalam kamar tapi Arman sedang serius membaca buku panduan bacaan sholat dan tidak menyadari kehadiran Mamanyq dan Karina. Karina yang sedari tadi menundukkan kepalanya dan terkejut setelah melihat kondisi Arman.
"Arman, orang yang akan mengajari kamu untuk mengaji, orangnya sudah datang," jelasnya Bu Elisabeth sambil mengelus pundak putranya.
Bu Elisha agar perhatian tertuju kepada apa yang beliau katakan. Arman hanya memandangi perempuan cantik dengan hijab yang menutupi kepalanya yang semakin cantik dengan penampilan barunya dan yang belakangan ini membuatnya merindukan senyuman dan suara perempuan tersebut.
__ADS_1