
Arman yang melihat hal yang dilakukan oleh Karina hanya tersenyum licik, "Maaf mbak, tuan Muda Arman harus meminum obatnya," ucap Karina sambil menyodorkan segelas air putih dan beberapa butir obat ke hadapan Arman.
Cewek tersebut hanya menatap ke arah Arman dan meminta penjelasan dengan memberikan isyarat. Arman hanya menaruh jari telunjuknya di depan bibirnya agar Ratna diam saja dan jangan banyak tanya. Karina membantu Arman untuk minum obat tapi seakan-akan tidak ikhlas, tapi Arman senang melihat reaksi dari Karina.
"Karena Tuan Muda sudah minum obat dan sudah selesai belajar, saya permisi ke bawah dulu," gerutunya Karina yang membereskan perlengkapan minum obatnya secara kasar sehingga menimbulkan suara gaduh.
Karina meninggalkan kamar Arman dan menuruni tangga sambil ngomel-ngomel gak jelas. Mama Elisabeth yang melihat kejadian itu tersenyum penuh arti. Karina menutup pintu Kamarnya Arman dengan keras.
Sepeninggal Karina Arman tertawa terbahak-bahak melihat Karina yang ternyata cemburu juga. Ternyata kepulangan Ratna berhasil membuat Karina cemburu.
"Rencana aku berhasil, ternyata D
ia cemburu juga," gumam Armand.
__ADS_1
Ibu Elisabeth melangkahkan kakinya menuju ke dalam kamarnya dan langsung menelpon ke nomor suaminya pak Hendry.
Ratna adalah anak kedua dari pak Hendry, tapi hanya sekedar anak angkat saja. Pak Hendry dulunya mengangkat tiga orang anak yaitu Arman, Ratna dan Alia. Alia sudah meninggal dunia karena bunuh diri akibat obsesinya terhadap Arya Wiguna Albert Kim Said.
Cintanya yang bertepuk sebelah tangan membuatnya buta dan nekat untuk mengakhiri hidupnya. Hal ini yang menjadi dasar bagi Arman untuk balas dendam terhadap keluarga besar Wiguna.
Ratna adalah anak yang diangkat oleh pak Hendry dari panti asuhan di umurnya yang sudah terbilang cukup besar yaitu di usianya yang sudah menginjak 12 tahun. Sedangkan Arman dan Alia diangkat lebih dahulu oleh pak Hendry.
Mereka sejak lahir dididik oleh Linda mantan istrinya pak Hendry dengan cara yang tidak baik sehingga mereka hidup sebagai mesin balas dendam. Sedangkan Alia dididik dengan penuh kasih sayang dan sangat dimanja oleh Nyonya Linda.
Linda membawa kebenaran dan kenyataan itu bersamanya. Hingga sampai sekarang keberadaan Linda tidak diketahui. Arman dan Ratna diangkat jadi anaknya pak Hendry atas dasar keinginan dan permintaan dari nyonya Linda selaku Nyonya besar waktu itu.
"Kakak kalau suka apa sih susahnya untuk mengutarakan perasaannya Kakak sama itu cewek, lagian menurut aku dia itu cewek yang baik," cibir Ratna sambil berjalan ke arah jendela kamar Arman sambil merentangkan kedua tangannya.
__ADS_1
"Aku tuh tadi sudah mau nembak dia tapi kamu yang tiba-tiba muncul dan mengganggu rencanaku," pungkasnya Arman sambil melempar bantalnya ke arah Ratna.
Ratna pulang ke Indonesia setelah beberapa tahun diasingkan oleh pak Hendry ke luar negeri setelah incident yang Ratna lakukan dan Ratna pun sudah berhasil operasi plastik terhadap wajahnya yang dulu terkena air keras.
"Setelah bertahun-tahun akhirnya kamu pulang juga, apa kamu sudah bosan tinggal di Swiss," ketusnya Arman yang memperbaiki posisi duduknya dan melepas perban yang ada di kakinya.
"Sebenarnya aku sudah terbiasa hidup di Swiss dan suka dengan suasana di sana tapi papi menyuruhku pulang ke tanah air," ujarnya Ratna yang masih menikmati harumnya wangi bunga-bunga yang sedang bermekaran di taman.
"Ternyata papi yang menyuruh kamu untuk pulang, tapi apa kamu sudah tahu kalau papi sudah menikah lagi?" tanya Arman yang berjalan ke arah Ratna.
"Aku sudah mengetahuinya dan aku tidak bisa berbuat apa-apa kalau itu kemauan papi sendiri," keluhnya Ratna Antika Monata.
Ratna terkejut melihat kondisi Arman yang sudah bisa berjalan sendiri dengan lancar tanpa bantuan apa-apa.
__ADS_1
"Ternyata Kakak sudah bisa jalan tapi tadi bilangnya sama itu perempuan kakak belum bisa jalan," sarkas Ratna Antika Monata yang hanya geleng-geleng kepala dengan modus kakak angkatnya.