Queen My Heart

Queen My Heart
Bab. 67. Perhatian Khusus Untuk Sang Istri


__ADS_3

As well as the regrets of life, we can correct the mistakes that make us regret. We can also make regrets as life lessons so that in the future we will be more careful and not repeat the same mistakes.


Regret cannot change the past, nor can worry change the future.


"Terima kasih ya Allah, Engkau telah menitipkan Malaikat kecil ini di dalam tubuhku, Kan ku jaga dengan penuh kesungguhan," batinnya Pricilla.


Mendapatkan hadiah berupa amanah seorang anak merupakan sumber kebahagiaan yang dinanti sepasang suami isteri. Mendapatkan momongan menambah lengkapnya suatu keluarga.


"Seketika aku menjadi wanita yang paling bahagia di dunia, ketika aku tahu ada segumpal darah dalam rahimku," gumamnya sembari mengelus perutnya yang masih rata.


Kebahagiaan membuncah di dada ke duanya, setelah melihat calon bayinya melalui layar komputer. Walaupun sangat masih kecil, tapi Andreas dan Pricilla sangat bahagia.


Setelah mengantri mengambil obat beserta vitamin yang kualitas super nomor Wahid khusus untuk calon penerus Wiguna Albert Kim Said.


Andreas tersenyum ketika mengingat kembali perkataan dokter Aulia sekaligus bundanya itu, ia penasaran sehingga harus bertanya tentang masalah hubungan suami istri disaat istri sedang hamil muda. Awalnya bunda Aulia tertawa simpul mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh Andreas sedangkan Andreas malahan kebingungan melihat tanggapan dari Bundanya.


"Andreas jangan setiap ingin gitu Kamu hajar istrimu, ingat dia lagi hamil muda, jangan terlalu digenjot, harus pelan-pelan saja dulu selow, nanti dimasa kehamilannya sudah jalan 8 bulan baru bisa hari-hari," gurau Bundanya dokter Aulia.


"Jadi harus puasa kalau gini dong," ucap Andreas polos raut wajahnya yang mulai sendu.


"Bukannya harus puasa, tapi pelan satu kali dalam seminggu bolehlah, tapi jangan lebih dari itu," ujarnya.


Dalam hatinya, Dokter Aulia ingin tertawa terbahak-bahak melihat reaksi dari wajahnya Andreas saat tahu jika hanya bisa sekali dalam seminggu diperbolehkan untuk berhubungan intim.


"Emang enak dikerjain, makanya jangan suka mandul alias bin main duluan," umpatnya Dokter Aulia yang berusaha sekuat tenaga menahan tawanya.


Wajah Pricilla langsung memerah menahan malu kala itu. Dengan wajah lesu dan menundukkan kepalanya, Andreas meninggalkan ruangan praktek Dokter Aulia dengan perasaan yang bercampur aduk antara bahagia dan resah, gunda gulana karena lagi hangat dan enaknya harus menjalankan puasa. Mereka sudah berjalan ke arah parkiran mobil karena akan kembali ke rumahnya Aunty Delia.


Separuh nafasku ku hembuskan untuk cintaku Biar rinduku sampai kepada bidadariku


Kamu segalanya tak terpisah oleh waktu Biarkan bumi menolak ku tetap cinta Kamu

__ADS_1


Biar mamamu tak suka papamu juga melarang Walau dunia menolak ku tak takut


Tetap ku katakan kucinta dirimu


Karena kamu bintang di hatiku


Takkan ada yang lain mampu goyahkan rasa cintaku padamu


Kamu segalanya tak terpisah oleh waktu Biarkan bumi menolak ku tetap cinta kamu


Biar mamamu tak suka papamu juga melarang Walau dunia menolak ku tak takut


Tetap kukatakan kucintai dirimu


Sudah jangan kau usik lagi


Cinta yang tertanam di hati akan ku bawa sampai mati


Kamu segalanya tak terpisah oleh waktu Biarkan bumi menolak ku tetap cinta kamu


Biar mamamu tak suka papamu juga melarang Walau dunia menolak ku tak takut


"Sayang kita langsung pulang saja yah," pinta Cilla yang merasa kurang enak badan.


"Kamu kenapa sayang, Kamu baik-baik saja kan?" tanya Andreas yang langsung menghentikan langkahnya karena mulai panik dan cemas.


Andreas berhenti sebelum sampai di depan mobilnya itu. Lalu ia memeriksa kondisi istrinya. Keningnya segera diperiksa oleh Andreas dengan seksama.


"Tubuh kamu sedikit panas dari biasanya, kita harus segera pulang saja, Abang tidak ingin melihat ada sesuatu yang terjadi sama kamu," ucapnya sudah Khawatir dengan kondisi fisik dan tubuhnya dari istrinya.


"Aku hanya kecapean mas,mataku juga ngantuk banget nih," ujarnya Pricilla.

__ADS_1


Andreas segera berinisiatif menggendong tubuh istrinya ke dalam mobilnya. Andreas mendudukkan tubuh istrinya dengan sangat pelan dan hati-hati ke dalam mobilnya.


"Makasih sayang," tuturnya Pricilla dengan wajahnya yang merah merona.


Silahkan mampir juga ke novel Aku yg lainnya:



Dilema Diantara Dua Pilihan


Cinta dan Dendam


Pelakor Pilihan


Hanya Sekedar Pengasuh


Cinta ceo Pesakitan


Ketika Kesetianku Dipertanyakan


Menggenggam Asa


Cinta Kedua CEO


Kau Hanya Milikku



Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...


Maaf jika ada kesalahan dalam pengetikannya atau Typonya...

__ADS_1


__ADS_2