Queen My Heart

Queen My Heart
Bab. 287


__ADS_3

"Aku takut jika malam hari datang apa lagi ada petir yang menyambar pasti akan banyak suara-suara aneh," tutur Ratna dengan air matanya yang sudah menetes membasahi pipinya.


Ratna pernah dikurung di dalam ruangan yang gelap tanpa ada cahaya apa pun yang masuk, dan saat itu adalah saat di mana hujan turun dengan lebatnya disertai petir dan halilintar saling bersahutan.


Ratna yang tubuhnya penuh luka semakin diperparah dengan suara dari Petir tersebut. Ratna meringkuk di pojok ruangan tersebut hingga pagi hari. Seperti itulah yang akan dialami oleh Ratna kecil jika Ibu Linda marah dan jengkel di saat Pak Hendry tidak ada di rumah.


Ratna masih defresi dan trauma jika ada yang memancing emosinya pasti akan mudah untuk marah bahkan akan mengamuk. Firman sedih melihat kondisi Ratna yang seperti sekarang ini, Firman bersyukur karena berkat kehadiran boneka Pororo yang menjadi teman masa kecilnya menjadi obat untuk membuat Ratna bisa tenang.


"Pororo apa kabarmu, kamu baik-baik saja kan? oy apa kamu merindukan Aku?" tanya Ratna kepada boneka pororonya yang sudah mirip orang yang tidak waras saja.


Firman tidak ingin mengganggu aktifitas Ratna dengan boneka kesayangannya sejak kecil sudah menemaninya. Tapi sejak Firman diangkat menjadi anak oleh pasangan suami istri yang menginginkan anak laki-laki sehingga mereka berpisah cukup lama.


Suatu hari Firman baru saja pulang dari kantornya. Langkah Firmansyah sangat panjang untuk menaiki undakan tangga tapi, tiba-tiba langkahnya terhenti ketika dia dipanggil oleh ayahnya.


"Firman bisa kita bicara Nak?" tanya bapak angkatnya Firman yaitu bapak Marcel Liu Khan.


"Baik Ayah," ucap Firman lalu berjalan ke arah ruangan pribadi Ayahnya.

__ADS_1


"Silahkan duduk Nak," ucap pak Marcel.


Firman pun menuruti perkataan ayah angkatnya dan sudah mengetahui pasti ada sesuatu hal yang penting sehingga Dia dipanggil oleh ayahnya untuk berbicara empat mata.


"Makasih Papa," ucap firman langsung mendudukkan bokongnya.


"Maafkan papa, Nak yang sudah mengganggu waktu istirahat kamu," sesalnya Pak Marcel.


Pak Marcel yang bingung untuk memulai pembicaraan karena merasa tidak ingin memaksakan kehendaknya kepada anaknya yang walaupun mereka tidak ada hubungan darah apa pun.


Tapi karena Pak Marcel yang sudah berjanji dan menyetujui permintaan dari sahabatnya yaitu Pak Hendry untuk menjodohkan putranya dengan putri angkat dari pak Hendry sehingga mau tidak mau pak Marcel harus mengungkapkan niatnya dihadapan putranya.


"Ayah dan teman ayah sudah sepakat untuk menjodohkan kalian dengan Putri pak Hendry yang kebetulan sekarang dia berada di luar negeri untuk menyelesaikan perkuliahannya dan Ayah mohon dengan sangat dan ayah berharap kepada kamu untuk tidak menolak keinginan dan permintaan Ayah ini," harapnya Pak Marcel yang melihat wajah putranya yang langsung berubah disaat beliau mengungkapkan keinginannya.


Walaupun berat tapi Firman tetap memenuhinya dan menyetujui permintaan dari Ayahnya yang akan menjodohkannya dengan putri dari sahabatnya.


"Firma siap Ayah dan kapan ayah akan melangsungkan perjodohan kami?" tanya Firman penuh bijaksana.

__ADS_1


"Insya Allah secepatnya jika Ratna putri teman ayah sudah berada di tanah air dan makasih banyak nak karena kamu sudah setuju dengan rencana Ayah," ujar Pak Marcel yang bahagia karena anaknya setuju dan siap untuk menikah.


"Maafkan imam yang tidak bisa memenuhi janji kita dan jika suatu hari nanti kita bertemu maka Kakak imam akan menjelaskan semuanya tentang keadaan kakak yang terpaksa memenuhi permintaan Ayah kakak,"batinnya Firman.


Pak Marcel langsung menyodorkan biodata Ratna disertai dengan fotonya. Firman hanya membacanya sepintas saja lalu dia pamit kepada Ayahnya dan langsung berjalan lunglai ke dalam kamarnya.


Firman sudah mempunyai janji dengan seorang cewek untuk menikahi perempuan itu tapi itu terjadi disaat Firman masih sangat kecil yang belum paham dan mengerti artinya tentang pernikahan. Tapi Firman tipe orang yang tidak suka mengingkari janjinya.


Sekali berjanji maka firman akan pantang untuk mengingkarinya dan hal ini terjadi karena adanya permintaan khusus dari ayah angkatnya yang sudah memberikan hidup yang layak dan merubah kehidupannya menjadi lebih baik lagi. Hingga mampu berdiri di tempat yang tinggi.


Boneka Pororo yang selalu menjadi teman dikala sepi dan rindu melanda Firman kepada sahabat kecilnya yang pernah berjanji untuk menikah dengannya.


"Aku harus mencari keberadaan kamu dan jika aku sudah berusaha dan hasilnya tetap sama maka maafkan kakak yang harus menikah dengan perempuan yang mirip dengan nama kamu," Firmansyah membatin.


Firman pun menyetujui perjodohan mereka. Tapi firman juga mencari tahu siapa sosok Ratna Antika Monata yang akan menjadi calon istrinya nanti. Firman pun diam-diam menyewa detektif yang paling handal bahkan mengalahkan kemampuan detektif swasta.


Firman karena hanya butuh waktu dua hari saja Firman sudah mendapatkan informasi tentang jati diri Ratna. Firman tidak percaya dengan apa yang tertulis di dalam kertas tersebut. Firman sempat tidak percaya bahkan tidak ingin mempercayai bahwa calon tunangannya adalah sahabat masa kecilnya sendiri.

__ADS_1


Sejak pertemuan pertamanya kembali setelah beberapa tahun lamanya akhirnya mereka berjumpa kembali di Resto miliknya yang sekaligus Firman yang menjadi Chef-nya di sana. Sejak dari itu, Firmansyah mulai gencar mendekati Ratna.


Firman bahkan dirinya rela ditugaskan oleh Pak Hendri calon Ayah mertuanya sebagai Stalker yang membuntuti terus ke mana saja perginya Ratna. Demi melindungi Ratna dari gangguan orang yang berniat jahat terhadapnya.


__ADS_2