
Sejak pertemuan pertamanya kembali setelah beberapa tahun lamanya akhirnya mereka berjumpa kembali di Resto miliknya yang sekaligus Firman yang menjadi Chef-nya di sana. Sejak dari itu, Firmansyah mulai gencar mendekati Ratna.
Firman bahkan dirinya rela ditugaskan oleh Pak Hendri calon Ayah mertuanya sebagai Stalker yang membuntuti terus ke mana saja perginya Ratna. Demi melindungi Ratna dari gangguan orang yang berniat jahat terhadapnya.
Tapi kenyataan pahit harus diterimanya ketika mengetahui bahwa Ratna Antika Monata menderita depresi dan trauma terhadap perlakuan kasar yang diterima Ratna semasa kecilnya.
"Pororo kakak Imam sudah pergi jauh dari sisi kita Pororo jangan sedih jangan nangis yah kan ada Nana yang temani Pororo bermain, tidur sama apa yah?" Tuturnya Ratna yang tingkahnya seperti anak kecil yang baru berumur enam tahun saja.
Sikap dan tingkah laku Ratna yang berubah-ubah setiap saat tergantung dari sikap dan moodnya membuat Firman meneteskan air matanya dan tak menyangka jika orang yang dicintainya mengalami trauma yang mendalam bahkan sudah defresi.
"Kamu harus sabar Nak untuk hadapi sikap Ratna, kami sudah berusaha untuk mengobati Ratna hingga ke rumah sakit yang ada di luar negeri, tapi hasilnya masih sering kambuh penyakitnya dan Om mohon bantu Ratna untuk terbebas dari penyakitnya," jelas Pak Hendry.
Pak Hendra sebagai papa nya yang ikut meneteskan air matanya melihat putri tunggalnya seperti orang yang linglung saja sambil menepuk pundak Firman.
"Insya Allah Firman akan berusaha untuk melepaskan Ratna dari bayang-bayang masa lalunya," timpalnya Firman yang tersenyum ke arah Pak Hendry.
Firman menunggu Ratna hingga Ratna terlelap dalam tidurnya. Firman bercerita tentang masa kecilnya saat mereka masih tinggal seatap di Panti Asuhan. Hal itu membantu Ratna untuk lebih tenang dan nyaman sehingga tidak terasa Ratna pun tertidur pulas.
Firman menyelimuti seluruh tubuh Ratna dengan selimut yang cukup tebal dan mencium keningnya Ratna. Firman sudah ingin beranjak dari kamar Ratna setelah dia merasa Ratna sudah tidur nyenyak dan tenang tiba-tiba Ratna terjaga dari tidurnya dan langsung mencari keberadaan Firman disisinya.
"Kakak imam, kakak ada dimana, jangan pergi Nana takut gelap!!" Pekiknya Ratna yang berjalan mencari Firman.
Firman langsung berlari kecil ke arah Ratna dan menuntun Ratna agar kembali naik ke atas ranjangnya,"Kakak ada di sini kok, kakak tidak akan pergi mana-mana kok, jadi Nana tidur yah," bujuknya Firman yang membujuk Ratna agar mendengar semua perkataannya.
Firman akhirnya menginap di rumahnya milik Pak Hendry dan sekamar dengan Ratna tapi tempat tidur mereka terpisah karena mereka masih belum menikah. Hal tersebut berlangsung hingga beberapa hari ke depan.
Sampai Ratna dirasa sudah cukup bisa ditinggal sendirian di dalam kamarnya. Berkat bantuan dari Firman kondisi Ratna semakin membaik dan berangsur pulih dari traumanya.
Karena ketulusan dan perhatian yang tidak putusnya dari Firman membuat Ratna dinyatakan hampir sembuh dari penyakitnya.
__ADS_1
Malam harinya, setelah mereka berbuka bersama, Pak Hendry, Arman, Firman serta Nyonya Elisah duduk bersantai di ruangan keluarga. Seperti sekarang Karina membantu Arman untuk memperbaiki posisi duduknya Arman sehingga mereka harus berdekatan. Hal ini dimanfaatkan oleh Arman dan di dalam hatinya sangat bersorak gembira.
Mereka membahas pernikahan antara Arman dan Karina, pernikahan Firman dengan Ratna.
"Bagaimana kalau mereka kita nikahkan saja dulu selama bulan suci Ramadhan dan pestanya tergantung dari keinginan mereka kapan mereka memiliki waktu luang baru lah kita adakan pesta besar-besaran," imbuhnya Bu Elisah.
"Ide Mama sangat lah baik menurut Papa yang paling penting adalah akad nikahnya kalau masalah pestanya mereka itu urusan belakangan lagian Mama Karina juga baru beberapa hari meninggalnya dan adik-adiknya belum ditemukan keberadaannya sedangkan Ratna kondisinya juga belum sembuh total dari penyakitnya," timpalnya Pak Hendra yang memberikan saran kepada mereka yang hadir.
"Ide Papa baik juga, aku setuju dengan perkataan dari Papa dan kira-kira kapan hari baiknya Papa?" tanya Arman yang sudah tidak sabaran untuk menikahi Karina.
"Bagaimana kalau hari jumat saja dan Mama akan memberitahukan kepada semua anggota keluarga untuk hadir di acara tersebut," usulnya Nyonya Elisyah.
"Menurut saya gimana kalau hari itu kita adakan buka bersama untuk semua kalangan open house gitu Ma, dan berbagi sembako maupun perlengkapan untuk menyambut kedatangan hari raya idul Fitri," imbuhnya Arman yang sudah membayangkan malam pertamanya bersama Karina.
"Baiklah kalau begitu hari jumat tiga hari dari sekarang adalah akad nikah kalian berdua dan Papa mohon jangan sampai ada kesalahan lagi," tutur Pak Hendra yang setiap saat dirinya mendapati perkataan dari orang yang paling maha benar jika menunda pernikahan mereka lagi.
"Alhamdulillah akhirnya buka juga, Allah mendengar doa pengantin baru kita!" teriak Ahmed yang masih bekerja untuk membagikan sisa sembako kepada masyarakat yang membutuhkan.
Karena berhubung masyarakat yang ada di sana semakin larut semakin berkurang jumlahnya saja hingga tak ada satu pun yang masih memadati area Villa milik Pak Hendra.
"Alhamdulillah akhirnya semuanya sudah selesai dan berjalan lancar saja tanpa ada hambatan atau kendala yang berarti dalam pelaksanaan acara akad nikah double antara Arman dengan Karina dan antara Firman dengan Ratna," gumamnya Ayu Sita.
Warga masyarakat yang hadir di tempat tersebut sangat bahagia karena mendapatkan hadiah berupa sembako serta bantuan tunai langsung yang diberikan oleh keluarga besar Wiguna Albert Kim Said dan keluarga besar Agnes Kanya Adinda.
Mereka pun masuk ke dalam Villa untuk berbuka bersama dengan keluarga yang lainnya. Mereka sudah duduk di masing-masing tempat yang sudah disusun sesuai dengan rencana awal mama Elisah.
Mereka sangat bahagia dan bersyukur karena acara yang mereka laksanakan sudah berjalan dengan baik dan lancar tanpa ada hambatan yang sangat berarti.
Pak Hendra pun mengucapkan syukur dan makasih atas kedatangannya anggota keluarga besar Winata Afrizal Kusuma Prayoga untuk melancarkan acara akad nikah dan acara syukuran pernikahan mereka.
__ADS_1
"Alhamdulillah Papa sangat bahagia karena pernikahan kalian bisa selancar dan sesukses ini, dan ini berkat bantuan dan campur tangan kalian pasti acaranya tidak seramai ini," ucap syukur Pak Hendry yang sangat bersyukur bisa menikahkan kedua anak kembarnya secara bersamaan pula seperti apa yang mereka harapkan.
"Bapak tidak perlu mengucap makasih kepada kami karena kalian adalah anggota keluarga kami dan sudah menjadi tanggung jawab kami untuk membantu anggota keluarga yang membutuhkan bantuan apa pun itu," jelas Arsene.
"Iya Paman, kami senang membantu paman dan kami juga turut berbahagia atas pernikahan antara Arman dan Agnes," ujarnya Ahmed.
"Betul sekali apa yang dikatakan oleh Arsene dan Ahmed kita ini semua bersaudara jadi sudah menjadi tanggung jawab kami untuk membantu
semampu kami," imbuhnya Arfandi yang ikut berbicara.
"Di keluarga kami seperti itu Paman berat sama dipikul ringan sama dijinjing, tetapi itu pun sesuai dengan kemampuan kami juga," ucapnya Arinda Farhana Winata Sing.
"Mama sangat bahagia melihat kalian seperti sekarang ini dan Mama berharap apa pun yang akan terjadi nanti Mama mohon tetaplah bersatu dan jangan mudah terprovokasi oleh apa juga," ucap Bu Elisyah yang berharap agar mereka tetap selalu kompak dan saling menerima segala kekurangan apa pun itu.
"Kalau gitu kita makan yuk lapar nih Tante Elisaeh," tuturnya Angelina.
Angela yang sudah tidak sabar ingin menikmati makanan yang tersedia di atas meja makan yang cukup besar dan panjang. Mereka tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan dari Angela yang kalau berhubungan dengan makanan pasti akan lupa dengan segala hal.
Anaknya pun tidak dihiraukan jika sudah dihadapkan pada makanan yang pastinya lezat dan menggugah selera makan bagi siapapun juga.
Malam yang begitu panjang dan membuat beberapa pasangan sudah Memasuki kamar mereka masing-masing terutama kepada anak cucu dan cicitnya Mama Elisah yang sudah berada di dalam kamar mereka masing-masing.
Sedangkan Armani yang sudah ngomel-ngomel karena Arimbi belum muncul juga ke dalam kamarnya sedangkan di dalam kamar Ardian Liem dan Aliena.
"Ya Allah… istriku benar-benar mengundang sesuatu yang harus bangkit," Gumam Ardian.
Ardian hanya geleng-geleng kepala melihat istrinya Aliena Ratna Antika Monata. Ia yang sudah tertidur pulas tapi dengan gayanya yang memancing sesuatu yang ada di dalam dirinya Firman Untuk segera dituntaskan dan dikeluarkan.
"Siap Pak, kenapa bukan dari dulu saja untuk mengijinkan kami menikah," gurau Arman.
__ADS_1
"Emangnya kamu punya calon istri yang pantas kamu jadikan istri, selama ini kamu hanya membawa ke rumah ini perempuan yang tidak jelas gitu," candanya Pak Hendry sambil tersenyum melihat reaksi putra pertamanya yang sudah kebelet kawin.
Mereka tertawa setelah mendengar perkataan dari Pak Hendry yang mengatakan bahwa Arman baru menemukan perempuan yang cocok dan benar.