
"Iya betul sekali emangnya di rumah ini ada berapa orang yang bernama Pak Ade," timpalnya Ratna yang mulai jengah dengan jawaban Pak Ade.
"Saya kira Bapak salah dengar," guraunya Ade dengan tawa cengengesannya.
"Diam!! bapak tidak usah tersenyum atau pun tertawa aku panggil bapak ke sini bukan untuk tertawa," gertaknya Ratna yang membentak Pak Ade dengan meninggikan suaranya.
Pak Ade hanya mengelus dadanya saja dan sudah tahu tabiat dan karakter Ratna seperti apa, "Siapkan makanan untukku, Saya ingin makan siang!" Ketusnya Ratna yang semakin jengkel dengan sikap Pak Ade.
"Maaf Non, kami tidak masak makanan apa pun lagi kalau orang-orang di Villa sudah makan sahur dan nanti jam 4 kami akan kembali masak untuk santapan berbuka," jelas pak Ade panjang lebar.
"Apa!!! yang benar saja pak Ade, apa bapak ingin membuat saya mati kelaparan haaaa!!" hardik Ratna.
"Tapi ini arahan dari Nyonya besar Non," ucap Pak Ade lagi.
"Kalau mereka pu..... apa namanya saya lupa, biarkan saja mereka yang melaksanakan tapi saya tidak pernah melaksanakan hal itu jadi tolong hargai saya juga dong," pungkasnya Ratna yang mulai tersulut emosi nya dan perutnya semakin berbunyi.
"Tapi Non," ucap Pak Ade.
__ADS_1
"Tidak ada tapi-tapian, kalau nyonya besarmu marah aku yang akan bicara dengannya," ucap Ratna yang tidak habis fikir dengan jalan pikiran orang di rumah ini yang sudah berubah akibat kedatangan perempuan itu.
Pak Ade menatap ke arah Mama Elisabeth yang kebetulan ada di sana, tapi memberikan isyarat agar kehadirannya tidak diketahui oleh Ratna. Mama Elisabeth pun menganggukkan kepalanya saat Pak Ade meminta ijin untuk membuat makanan siang untuk Ratna.
"Nona muda mau makan apa, biar Bapak buatkan," tanya pak Ade yang hanya tersenyum saja.
"Aku ingin makan sup ayam dan ayam geprek saja," ujar Ratna.
"Tapi maaf Nona masak makanan yang seperti nona inginkan pasti butuh waktu lama, apa nona masih sanggup untuk menunggu?" tanya pak Ade yang langsung menundukkan kepalanya.
Ratna pun berfikir sejenak, dan memikirkan perkataan dari pak Ade yang ada benarnya juga. Karina pun terbangun dari tidurnya dan langsung bangkit dan merapatkan sarungnya Karena cuaca semakin dingin.
"Teman Mbak sudah dioperasi jadi tolong selesaikan secepatnya administrasinya agar pasien segera dipindahkan ke ruangan perawatan," jelas Suster tersebut.
"Kalau gitu buatkan aku spaghetti saja tapi Pake topping udang yah," ucap Ratna.
Pak Ade pun segera memasak makanan yang dipesan oleh Ratna dengan ijin langsung dari Mama Elisabeth. Pak Ade baru ingin memutar badannya, Tapi Ratna kembali berkicau.
__ADS_1
"Satu hal lagi pak Ade jangan pakai lama oke," dengusnya Ratna.
Pak Ade langsung menuju kompor dan segera memasak makanan yang diminta oleh Ratna. Dia menunggu masakan yang dua inginkan jadi, Ratna misruh-misruh di tempat duduknya.
"Kenapa sih Papa harus kembali menikahi perempuan itu padahal mereka kan sudah cerai lagian di rumah ini sudah sangat banyak yang berubah gara-gara kehadirannya, aku gak suka jika dia terus tinggal di sini lagian apa papa lupa kalau Elisabeth itu adalah istri dari musuh bebuyutan papa dan gara-gara menantunya lah wajahku harus rusak sehingga aku harus melakukan operasi plastik sebanyak tiga kali, tapi sampai kapan aku akan tidak suka dan tidak akan menerima kehadirannya di Villa ini, aku akan mencari Waktu untuk balas dendam atas rasa sakit yang aku rasakan selama ini," batinnya Ratna Antika Monata.
Beberapa menit kemudian, sphageti pesanan Ratna sudah jadi. Tapi Ratna kembali marah-marah karena tidak ada udang di atas pasta tersebut.
"Pak Ade apa bapak tuli atau sudah pikun Haaa, aku sudah bilang pakai toping udang di atas spaghettinya bukan pakai suiran ayam pak Ade!" bentak Ratna lalu membanting piring itu ke atas lantai yang membuat suasana gaduh di dalam dapur.
"Maaf Bapak Non, stok udang di kulkas sedang kosong, Mbak Tuti baru berangkat untuk belanja bersama Nyonya besar," ucap pak Ade yang kaget dengan kelakuan kasar Ratna.
"Mungkin bapak sudah tua jadi sudah tidak becus bekerja di sini lagi, bapak sebaiknya mengundurkan diri saja dari pada buat saya setiap hari marah dan naik darah," cibirnya Ratna lalu berdiri dan berlari naik ke lantai dua.
Ratna berpapasan dengan Mama Elisabeth dan langsung menghentikan langkahnya sejenak dan menoleh ke arah Mama Elisabeth.
"Ini semua gara-gara kamu, ingat ini hanya awal dari kehancuranmu, jangan harap hidupmu akan tenang selama kamu tinggal di sini dan satu hal lagi walaupun Kak Arman dan papa sayang sama kamu tapi kau tidak bakalan sayang sama kamu sampai kapan pun," sindir Ratna yang berbisik di telinga Mama Elisabeth sambil menunjuk ke arah dadanya.
__ADS_1
Ratna pun berjalan ke arah kamarnya dan langsung membanting pintunya dengan sangat keras.
Buuukkkkk!!