
"Saya nikahkan dan kawinkan engkau Zack Lee Albert Kim Said dengan Keyna Azalia Muhamamd Ergardo dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan perhiasan emas 24 karat seberat 25 gram dan uang 25 juta dengan tunai."
"Saya terima nikah dan kawinnya Keyna Azalia Muhammad Mark Regardo dengan mas kawin tersebut tunai karena Allah," balasnya Zack dengan satu kali tarikan nafasnya yang penuh keyakinan dengan mantap.
Bapak penghulu menatap semua orang yang hadir di dalam ruangan tersebut lalu bertanya," Bagaimana para saksi Sah?"
"Hentikan pernikahan ini!! pernikahan tidak boleh terjadi."
Suara instruksi dari seseorang bersamaan dengan terbuka lebarnya pintu Masjid. Semua orang menoleh ke arah sosok orang yang hadir barusan.
Wajah mereka langsung pucat pasi dan tidak menyangka, jika orang tersebut akan datang dan mengetahui rencana mereka.
"Daddy," cicitnya Key dengan wajahnya yang mulai memucat dan gemetar ketakutan.
Suaranya tercekat saat melihat kedatangan Daddy-nya sebelum orang-orang mengucapkan kata Sah. Seluruh tubuhnya bergetar ketakutan, kedua matanya sudah berkaca-kaca dan hanya menunggu waktu yang tepat hingga air mata itu luruh. Key berusaha menahannya, dia tidak ingin lemah di hadapan suaminya.
Pria yang baru beberapa menit yang lalu resmi menjadi suaminya. Suara itu menggelegar di keheningan malam di dalam Masjid Baiturrahman. Tembok dan jendela kaca masjid itu terasa bergetar mendengar suara yang cukup keras itu. Nenek Clara berdiri dari duduknya, dan berjalan ke arah putranya berada.
"Sayang Kamu sudah datang, ayo masuk nak, putrimu sudah menikah dengan pria yang dicintainya," ujarnya.
Nenek Clara menuntun anaknya untuk masuk ke dalam Mesjid, tapi tangannya langsung ditepis oleh Mark.
"Mami!! kenapa membantu Key untuk membangkang? apa Mami suka melihat hal yang seperti ini?" tanya Mark dengan suara dan raut wajah yang berapi-api.
Kedua bola matanya memerah, tangannya mengepal kuat, wajahnya begitu tegang dipenuhi amarah.
__ADS_1
Ibu Clara kecewa melihat sikap anaknya yang begitu keras kepala.
"Mark, bukan itu maksud Mami, Mami hanya ingin melihat cucu satu-satunya Mami bahagia dengan hidupnya sendiri," jelasnya.
"Apa!!! bahagia menurut Mami? emangnya menurut Mami pria pilihan Mark tidak cocok dengan Key?" tanyanya.
"Perjodohan tidak selamanya membawa kebahagiaan, ada kalanya kita sebagai orang tua salah melangkah dan keliru dengan pilihan kita," terangnya.
Mark melihat jengah ke arah Maminya. Sedangkan yang lain kebetulan berada di dalam sana hanya bisa menatap mereka tanpa ada niatan untuk menimpali perbincangan anak dan ibu itu.
"Apa alasannya Mami bicara gitu? apa Mami melupakan jika saya dan Eliana juga dijodohkan bahkan Kami bahagia hingga detik ini," timpalnya.
"Betul semua yang Kamu katakan, tapi apa Kamu pernah berfikir dan bertanya pada istrimu apa dia bahagia dengan pernikahan kalian? tentu tidak,"
"Mami tidak perlu menyinggung atau pun membuka masalah rumah tangga kalian, Mami hanya meminta pada Kamu agar segera memberikan restumu untuk mereka."
"Restu!! sampai kapan Saya tidak akan memberikan restu untuk mereka, mereka sudah mencoreng nama baikku, dia sudah menentang keputusanku, dia sudah mempermalukan Aku di depan sahabatku."
Zack ingin membalas perkataan dari Daddy mertuanya, tapi dicegah oleh Emre. Emre menggelengkan kepalanya agar jangan membalas emosi dengan emosi juga.
......................
Silahkan mampir juga ke novel aku yg lainnya:
__ADS_1
dilema diantara dua pilihan
cinta dan dendam
pelakor pilihan
hanya sekedar pengasuh
cinta ceo pesakitan
ketika kesetianku dipertanyakan
menggenggam asa
cinta kedua ceo
kau hanya milikku
makasih banyak bagi kakak readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...
tetap dukung my queen heart dengan cara like setiap babnya, rate bintang 5, favoritkan dan votenya serta komentarnya yah...
maaf jika ada kesalahan dalam pengetikannya atau typonya...
__ADS_1