Queen My Heart

Queen My Heart
Bab. 107


__ADS_3

"Kenapa pria ini begitu arogannya, dan tinggi banget rasa cemburunya, apa sebesar itu rasa cintanya padaku," batinnya Zoe.


Ciuman mereka kali ini cukup lama dibandingkan dengan yang pertama. Elang melepaskan tautan bibirnya, dan melihat ada sisa saliva di ujung bibirnya Zoe.


"Kalau emang bapak sangat mencintaiku, aku ingin Bapak buktikan di depan mataku," sarkas Zoe dengan senyuman liciknya itu.


Zoe ingin melihat apa benar Elang sangat mencintainya. Dan berani melakukan apa pun itu.


"Kamu minta apa pun, aku akan berikan dan buktikan jika aku sangat mencintaimu," timpalnya Elang dengan senyuman smikrnya.


Mereka masih berhadapan satu sama lain hingga puncak gunung Bromo menyentuh dada bidangnya Elang.


"Aku ingin bapak lompat dari ujung sana ke dalam Lautan, apa bapak berani?" Zoe semakin tertantang untuk menguji pria yang ada di depannya.


Zoe tahu kalau dalamnya laut di sekitar tempat itu cukup dalam, jadi hanya itu yang terlintas di dalam benaknya. Mungkin jika ada yang melihat mereka pasti akan menganggap Zoe ketinggalan Zaman.


Karena menguji cinta seorang pria dengan cara kampungan yang ketinggalan jaman Zoe tidak mungkin meminta dibelikan barang apa pun karena Elang pasti bisa memenuhinya, belikan sebuah pulau saja bisa dikabulkan oleh Elang hanya dalam sekejap saja.


"Kalau Saya lompat dari ujung tebing tinggi itu dan bisa membuat Kamu percaya, pasti Saya akan lakukan," jelasnya Elang dengan penuh keyakinan.


"Oke saya tunggu dan saya ingin secepatnya melihat pembuktian itu," pinta Zoe dengan melipat kedua tangannya di depan dadanya.


Zoe melipat kedua tangannya di depan dadanya. Dan tersenyum penuh arti. Elang tanpa banyak pikir segera berjalan ke arah tebing tinggi itu.


Tapi, tiba-tiba dia berbalik ke arah Zoe. Hal tersebut membuat Zoe tersenyum meremehkan Elang yang menganggap kalau Elang mengubah pikirannya dan ketakutan.


Elang merogoh saku celananya dan mengeluarkan hp serta dompetnya. Dugaan Zoe ternyata salah sama sekali. Dan sebelum berjalan dia mendekatkan bibirnya ke telinga Zoe.


"Aku bukan berbalik karena takut tapi aku tidak mau barang-barangku basah dan rusak," gurau Elang lagi.


Seringai licik muncul di ujung bibirnya Elang. Zoe berdiri mematung dan tidak percaya jika Elang bisa membaca isi hatinya saat itu.

__ADS_1


Dia kembali berjalan dan sesekali menatap ke arah Zoe yang berdiri mematung di tempatnya. Matanya hanya sibuk memperhatikan apa yang akan dilaksanakan oleh Elang selanjutnya.


Elang tanpa ragu, langsung melompat ke dalam laut yang cukup dalam itu. Bahkan suara tubuhnya Elang yang jatuh saat terjun bebas, tidak terdengar hingga ke tempat Zoe. Saking dalamnya air laut di bagian itu.


"Ya Allah ternyata dia nekat melakukan apa pun yang aku katakan."


Zoe berlari ke tempat di mana Elang tadi melompat. Dia menengadahkan kepalanya ke arah bawah, tapi tidak melihat keberadaan dari Elang.


Dia menutup mulutnya dan khawatir jika ada sesuatu yang terjadi pada Elang. Sang Dosen baru yang mengajar di kelasnya. Pria yang selalu berusaha untuk mengejar dan ingin mendapatkan cintanya. Pria sudah berani melamarnya di hadapan ke dua orang tua dan keluarganya.


Zoe celingak celinguk mencari sosok Elang hingga beberapa menit lamanya, Elang tidak muncul juga di Permukaan air laut.


"Ya Allah bagaimana kalau terjadi sesuatu kepada Pak Elang dan dia meninggal."


Zoe menghidupkan senter hpnya karena pengcahayaan di tempat itu sangat minim cahaya lampu.


Zoe sudah berlarian mengitari sekitar lokasi tebing tinggi tersebut, tapi hasilnya nihil. Dia semakin dibuat khawatir dan ketakutan.


"Pak Elang" teriaknya.


Dengan langkah yang pasti,dia terus berlari sangat kencang. Dia kemudian masuk ke dalam laut dan berenang ke tempat benda yang diyakini olehnya adalah tubuhnya Elang yang sudah mengapung. Dengan sekuat tenaga, dia mengeluarkan semua kemampuan yang dia miliki untuk menyelematkan diri Elang si pria bodoh yang terlalu nekat itu.


Dugaannya benar sekali, tubuh yang terapung itu adalah tubuhnya Elang si Pemimpin Black Dragon. Dia berenang sambil menarik dan memegang tangannya Elang hingga ke atas pasir.


"Pak Elang bangun," ucapnya sambil memukul-mukul pipinya Elang.


Elang sama sekali tidak bergeming dalam pingsannya. Zoe semakin khawatir dan cemas melihat kondisi Elang yang tidak sadarkan diri. Zoe mendekatkan wajahnya ke atas dadanya Elang, berulang kali dia lakukan hal yang sama. Raut cemas dan ketakutan sangat jelas terlihat di wajahnya.


"Ya Allah ini tidak mungkin, kenapa jantungnya berhenti berdetak, apa aku sebaiknya mencoba untuk memberikan nafas buatan saja?" Zoe nampak kebingungan dalam segala pertimbangannya.


Dia kemudian segera mendekatkan mulutnya ke atas bibirnya Elang. Dia memberikan nafas buatan hingga berulang kali. Tapi apa yang dilakukannya tidak membuahkan hasil apa pun.

__ADS_1


"Tidak!!!!!" teriaknya Zoeya yang sangat kencang hingga menggema ke seluruh penjuru pantai malam itu.


...----------------...


Silahkan mampir juga ke novel aku yg lainnya ceritanya tidak kalah seru dengan My Queen Heart loh...



dilema diantara dua pilihan


cinta dan dendam


pelakor pilihan


hanya sekedar pengasuh


cinta ceo pesakitan


ketika kesetianku dipertanyakan


menggenggam asa


cinta kedua ceo


kau hanya milikku



Makasih banyak bagi kakak readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...


Tetap dukung my queen heart dengan cara like setiap babnya, rate bintang 5, favoritkan dan votenya serta komentarnya yah...

__ADS_1


Maaf jika banyak terdapat kesalahan dalam pengetikannya atau typonya...


__ADS_2