Queen My Heart

Queen My Heart
Bab. 34 Ternyata Hanya Mimpi


__ADS_3

Mereka sama-sama tertawa penuh kemenangan menertawai sikap malang Pricilla.


"Semoga saja itu pertemuan pertamaku dengan gadis gila itu yang wajahnya seperti tante-tante girang," harap Amanda yang sumringah karena telah berhasil menumbangkan kesombongan Cilla cewek yang selalu menanggap dirinya paling populer.


Tidak berapa lama, mereka sudah sampai di Kampus mereka. Zoe bergegas berlari ke arah ruangan kelasnya dan berharap semoga saja tidak terlambat.


Zoeya membuka pintu itu lebar-lebar dan matanya melotot tak percaya dengan apa yang dia lihat. Zoeya mematung di tempatnya seperti patung Pancoran saja saking tidak percayanya dengan apa yang dia lihat itu.


Suara bariton yang terdengar hingga ke telinga Zoe mampu membuatnya kembali ke dunia nyatanya. Dan perlahan berjalan masuk ke dalam ruangan itu.


Tanpa ada sedikitpun rasa bersalah karena sudah datang terlambat hari ini, Zoe langsung mendudukkan bokongnya.


"Karena kamu datang terlambat sekitar 15 menit, Kamu setelah selesai kelas ini datang ke ruanganku," perintah Dosen baru di kelasnya.


Dosen yang berhasil membuat Zoe terkejut adalah Pria yang beberapa hari lalu keluar masuk toilet gara-gara ikut makan apa yang dimakannya.


Ia hanya makan sambal balado bersamanya di Restoran Bali-Bali yang ada di sekitar area Perpustakaan yang pernah mereka datangi.


"Wajahnya penuh karisma, bentuk tubuhnya sepertinya sangat seksi jika tidak memakai jas itu dengan dada yang kotak-kotak bak seperti roti sobek saja."


Pikiran Zoe bukannya tertuju pada pelajaran mata kuliahnya melainkan berpikiran absurd dan membayangkan yang tidak-tidak saja.


Zoe segera menggelengkan kepalanya agar pikiran aneh itu tidak kembali muncul dan mempengaruhi pikirannya. Apa yang dilakukan oleh Zoe mendapatkan perhatian khusus dari beberapa Mahasiswa.


Yang kebetulan berdekatan dengannya langsung menatapnya heran karena baru kali ini Zoe bertingkah aneh di saat Dosen mereka menjelaskan. Elang hanya tersenyum tipis melihat sikap aneh Zoeya.


"Setiap Minggu mulai hari ini kita akan bertemu gadis kecilku," Elang membatin.


Mata kuliah mereka pun selesai juga, Zoe Saldana Arya Wiguna baru saja ingin beranjak dari pintu keluar. Langkahnya terhenti oleh intrupsi dari seseorang yang sangat dikenalinya itu. Zoe segera menolehkan kepalanya ke arah Elang.

__ADS_1


"Apa Kamu sudah lupa dengan apa yang tadi Aku katakan?" tanyanya Elang yang menyadarkan tubuh tinggi nan tegapnya ke pinggiran meja dengan posisi tangannya berada di dalam saku celananya.


Zoe kembali dibuat terpana dan terpukau oleh gaya dari dosen barunya itu. Tapi, buru-buru Zoeya segera menetralkan perasaannya agar tidak ketahuan dengan apa yang dia lakukan itu.


"Maaf Saya hanya ingin...," ucap Zoe yang terpotong karena tidak tahu alasan apa yang akan dia ungkapkan di depan Dosennya itu.


"Ikut Bapak jika Kamu ingin nilai Kamu bagus semester ini," titahnya lalu berjalan mendahului Zoe Saldana yang masih mematung dengan raut wajah bingungnya.


Zoe mendengar kasat kusut dari mulut teman-temannya.


"Dosen baru kita ganteng banget yah, lihat bodynya itu kalau di atas ranjang pasti bisa membuat kita menjerit-jerit mana tahan," ucap si A.


"Aku pun suka dengan wajahnya yang begitu tampan dan sangat menggoda, tapi sayangnya dia Dosen Kita,"timpal si B.


Zoe tidak kuat dan jengkel setelah mendengar perkataan dari temannya yang begitu memuja dan mendanba Elang yang ingin mereka puaskan. Langkah kaki Elang yang begitu panjang dan lebar membuat Zoya ketinggalan jauh di belakangnya.


"Aauhh sakit," keluh Zoe sambil mengusap keningnya yang terbentur dengan dada yang agak keras milik Elang.


Zoe mendongak ke arah wajah Elang yang jarak wajah mereka yang sangat dekat itu hingga hanya terpangkas beberapa centimeter saja.


Mereka saling bertatapan satu sama lain, bahkan mereka seakan beradu pandang tanpa ada yang ingin berkedip sekalipun.


Elang refleks memeluk pinggang langsing Zoe dan tubuh Zoe semakin dekat sekali ke arah dadanya Elang.


Hingga hidung keduanya bertabrakan satu dengan yang lain. Refleks Zoe memejamkan ke dua mata indahnya itu dengan bulu mata yang lentik.


Elang sedikit memiringkan kepalanya dan dengan beraninya mencium bibir Zoe.


Elang Semakin memperdalam ciumannya karena tidak ada perlawanan dari Zoe, mereka sama-sama menautkan kedua lidah mereka hingga saling bertukar Saliva.

__ADS_1


Mereka berciuman begitu mesranya dengan penuh kasih sayang. Hingga pasokan udara dari keduanya semakin menipis sehingga nafas mereka memburu dan ngos-ngosan.


Hingga pukulan pelan mendarat dengan bebas di lengan Zoe yang membuatnya tersadar dari lamunan dan khayalan tingkat tingginya itu.


"Hey!! apa yang kamu pikirkan haaaa?" tanya Elang yang tersenyum penuh arti.


Zoe terbengong dan tidak menyangka jika apa yang terjadi yang hanyalah sekedar khayalan saja bukanlah kenyataan. Dia tidak menyangka jika itu hanya fantasi liarnya saja.


Betapa malunya Zoeya setelah mengetahui kenyataan yang sebenarnya. Wajahnya langsung merona memerah seperti kepiting rebus saja.


Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya:


...1. Dilema Diantara Dua Pilihan...


...2. Diantara Dua Pilihan...


...3. Tidak Ada Jodoh Yang Tertukar...


...4. Pelakor Pilihan...


...5. Aku hanya sekedar baby sitter...


...6. Cinta Ceo Pesakitan...


...7. Tetanggaku Idola Suamiku...


Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..


I love you all Readers….

__ADS_1


__ADS_2