Queen My Heart

Queen My Heart
Bab. 241


__ADS_3

"Baiklah karena bapak lihat kalian sepertinya bingung dengan maksud kedatangan kami maka dari itu ijinkan bapak untuk mengutarakan maksud kedatangan kami di kediaman kalian yaitu ingin melamar Ibunda kalian dan saya hanya perantara dan pak Hendri selaku pihak laki-laki yang ingin menikah dengan Ibu Elizah meminta izin agar kalian mengizinkan mereka untuk menikah," jelasnya Pak ustadz.


Pak Ustadz yang membuat Endah dan Echa saling bertatapan dan menatap lagi ke arah mamanya sedangkan yang ditatap tidak mampu membalas tatapan mata dari anaknya.


"Maafkan saya selaku anak tertua di keluarga ini pun tidak mampu memberikan Jawaban dari permintaan bapak Hendri karena semua ini adalah sepenuhnya hak dari Mama kami," ujarnya Andre.


Pak Hendri tanpa sengaja saling bertatapan dengan Andre yang membuat Pak Hendry kembali teringat dengan wajahnya dengan masa muda dulu hingga gestur tubuh Andre mirip dengannya.


"Tatapan mata itu sepertinya aku pernah lihat tapi di mana?" Batinnya Pak Hendry.


"Betul sekali apa yang dikatakan oleh kakak saya dan semua kami serahkan keputusan ini ditangan mama kami jika Mama setuju atau menolak pinangan Anda Pak Hendry maka kami mohon maaf yang sebesar-besarnya karena kami tidak ingin mencampuri keputusan dari Mama kami," ungkap Malik yang melihat ke arah mamanya.


"Dan mengenai lamaran bapak saya rasa kalian sudah tidak muda lagi untuk membina hubungan rumah tangga dan apa Anda sudah mengenal Ibunda kami sebelumnya atau bagaimana tapi kami tetap tidak bisa menolak perkataan dari Mama jika beliau sudah memutuskan sesuatu," timpalnya Adit yang masih bingung.

__ADS_1


"Baiklah saya akan memberitahukan sesuatu kepada kalian dan mungkin Mama kalian belum bercerita apapun tentang saya, saya adalah mantan suami pertama dari Mama kalian dan niat saya baik untuk kesehatan kembali menyambung tali silaturahmi diantara kami yang sempat terputus dengan jalan menikahi kembali Mama kalian," terangnya Pak Hendry.


Semua anggota keluarga Wijaya satupun dari mereka tidak ada yang tahu karena selama ini pak Wiguna sekalipun tidak pernah menceritakan tentang masa lalu istrinya kepada siapa pun itu bahkan pak Wiguna menutupi jati diri dari istrinya.


Pak Wijaya pun juga meminta kepada keluarga besar Mama Elisah yang ada di luar negeri untuk tidak membuka masa lalu mama Gelisah karena hanya mereka yang tahu sedangkan yang ada di Indonesia satupun tidak ada yang mengetahui kejadian itu.


"Kami memiliki dua orang anak dari hasil pernikahan kami dulu, tapi kami kurang beruntung karena putri pertama kami meninggal sedangkan putra kedua kami hilang dan tidak tahu keberadaannya sampai detik ini juga," ungkap Pak Hendri lagi.


Semua mata tak percaya dengan kejujuran dari mulut Pak Hendry membuat mereka menatap ke arah mamanya.


"Jadi bagaimana dengan lamaran kami apakah diterima atau tidak?" tanya pak Ustad Mansyur.


"Mama bagaimana dengan pinangan pak Hendri apakah Mama setuju dengan lamarannya atau tidak," Ucap Andre yang berbicara lantang dan tegas.

__ADS_1


"Iya Mama bersedia menerima lamaran dari bapak Hendry," jawab Mama Elisah.


Bu Elisah dengan tarikan nafas langsung menganggukkan kepalanya. Dengan berat hati ia menerima lamaran itu demi keselamatan anak dan juga anggota keluarganya yang lain.


"Karena ibu Elizabeth menerima lamaran ini jadi bagaimana dengan waktu pelaksanaannya?" Tanya Pak Ustadz Yusuf lagi.


"Saya ingin acaranya sederhana saja dan cukup keluarga inti yang hadir mengingat umur kami yang sudah tidak muda lagi dan kalau bisa dua hari dari sekarang acaranya tapi, jangan di rumah ini kalau bisa cari lah tempat yang baik saja," pinta Bu Elisha.


"Bagaimana dengan pak Hendry apa setuju dengan persyaratan dari ibu Elizabeth?" tanya pak Yusuf.


"Saya setuju sekali dengan usulan kalian," ucap pak Hendry dengan binar bahagia di wajahnya yang langsung terpancar setelah mendengar langsung mama Elisabeth setuju menikah dengannya.


"Alhamdulillah kalau begitu karena keduanya sudah sepakat untuk melaksanakan pernikahan ini di hari Jumat yah kami akan kembali untuk menikahkan kalian," ucap pak ustad Yusuf.

__ADS_1


Setelah mereka sepakat mereka pun pulang. Hati pak Hendry bahagia sekali walaupun mereka tidak muda lagi dan hal ini lah sudah lama dia impikan dan inginkan yang membuatnya gelap mata untuk membalas dendam kepada Wijaya Albert Kim Said dan keturunannya.


"Ya Allah semoga dengan pernikahan kami ini tidak akan ada lagi korban dari keegoisan dan dendam dari hati seseorang dan maafkan Mama tidak bisa mengutarakan hal ini kepada kalian," bathin Bu Elisha dalam hatinya.


__ADS_2