
Zoya terbelalak melihat sebuah cincin Emas murni 24 Karat yang bertahtakan berlian yang sangat cantik.
"Mau kah Kamu menjadi istriku sekaligus menjadi Ibu dari anak-anakku?"
Ke dua matanya melebar, mulutnya menganga membulat sempurna. Saking tidak percayanya mendengar perkataan dari Elang.
Akhirnya ku menemukanmu
Saat hati ini mulai merapuh
Akhirnya ku menemukanmu
Saat raga ini ingin berlabuh
Ku berharap engkau lah
Jawaban segala risau hatiku
Dan biarkan diriku
Mencintaimu hingga ujung usiaku
Jika nanti ku sanding dirimu
Miliki aku dengan segala kelemahan ku
Dan bila nanti engkau di sampingku
Jangan pernah letih tuk mencintaiku
Akhirnya ku menemukanmu
Saat hati ini mulai merapuh
Ku berharap engkau lah
Jawaban segala risau hatiku
Dan biarkan diriku
Mencintaimu hingga ujung usiaku
Jika nanti ku sanding dirimu
__ADS_1
miliki aku dengan segala kelemahan ku
Dan bila nanti engkau di di sampingku
Jangan pernah letih untuk mencintaiku
Elang memasangkan sandal tersebut dan sangat pas di kakinya Zoe. Elang masih berlutut di hadapan Zoe.
Bahkan ada sebuah kotak beludru yang dia pegang diarahkan ke hadapan Zoe. Zoya terbelalak melihat sebuah cincin Emas murni 24 Karat yang bertahtakan berlian yang sangat cantik.
"Maukah Kamu menjadi istriku sekaligus menjadi Ibu dari anak-anakku?" Tanya Elang dengan sepenuh dan setulus hati.
Kedua matanya melebar, mulutnya menganga membulat sempurna. Saking tidak percayanya mendengar perkataan dari Elang.
Zoya Saldana menutup mulutnya saking tidak percayanya dengan apa yang didengar oleh kedua telinganya. Wajahnya memerah menahan malu. Bahagia, shock, heran bercampur menjadi satu.
Bagaimana tidak malu Bandara adalah tempat umum, yang pastinya banyak masyarakat yang datang. Pernyataan cinta sekaligus lamaran Elang ditonton oleh beberapa pengunjung Airport.
Bahkan ada di antara mereka yang menyiarkan langsung dan mengabadikan momen tersebut ke dalam hpnya. Zoe tidak menyangka, jika pria yang baru beberapa kali bertemu dengannya hanya hitungan jari saja berani melamarnya.
Lamaran itu di hadapan kedua orang tua dan keluarga besarnya. Memang diakui, jika ada rasa yang berbeda yang dia rasakan saat bersama dan berada di dekat Elang.
Tapi, dia tidak yakin apa perasaan yang dirasakan olehnya adalah cinta atau hanya obsesinya semata. Beberapa menit kemudian, Elang masih berlutut seperti tadi. Di mana Elang berlutut dengan satu kakinya bertumpu ke atas lantai.
Elang kembali mengulangi perkataannya. Karena hingga saat ini, Zoeya sama sekali tidak memberikan jawaban apapun, apakah menolak atau menerima lamaran Elang.
"Ayok terima saja." Teriak orang-orang.
"Jawab yes dong, kasihan cowoknya sedari tadi, berlutut." Timpal yang lain lagi.
"Kalau Kamu gak mau, aku saja yang gantikan Kamu."
Teriakan demi teriakan di dengungkan oleh semua orang yang melihat langsung lamaran dadakan Elang. Arya dan Delia saling berpandangan, lalu berjalan ke arah di mana mereka berada. Delia memegang tangan putrinya dengan penuh kasih sayang.
"Zoe, jawab lamaran Elang Nak, kasihan sedari tadi berlutut, gimana kalau entar lututnya terkelupas bergesekan dengan lantai."
"Putriku tercinta, untuk mencari pria yang berani melamar Kamu di depan orang banyak, itu sangat susah, dan yakin lah jika ada pria melamar Kamu, berarti dia itu serius dan tidak akan membuat Kamu menangis."
Delia dan Arya sebagai orang tuanya, memberikan wejangan dan nasehat kepada putri tunggalnya itu. Zoe menatap satu persatu anggota keluarganya. L
Mereka hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Elang berharap agar Zoe menerima lamarannya. Walaupun Elang hanya sepintas memikirkan hal tersebut.
Tetapi, dia memantapkan hatinya dan yakin jika jalan yang dia pilih adalah yang terbaik. Walaupun dia mengesampingkan siapa dia sebenarnya.
__ADS_1
Kisah hidup Elang yang sesungguhnya penuh dengan tantangan dan sangat berisiko. Jam terbang di Dunia bawah tanah pun penuh dengan rintangan yang harus mereka lalui.
Tapi, Elang yakin bahwa Zoe adalah wanita yang paling cocok jadi pendamping hidupnya. Dengan mengesampingkan perasaannya kepada gadis Indonesia yang sejak pertemuan pertamanya, sudah membuatnya tertarik dan penasaran.
Elang tersenyum ke arah calon mertuanya. Dengan dukungan dari mereka membuat perasaan Elang melambung tinggi hingga ke Langit ke tujuh. Raditya segera mengirim chat ke nomor hpnya Aditya untuk mencari tahu siapa Elang.
Setelah ditatap oleh Arya. Dia segera bertindak untuk melaksanakan perintah dari Arya tersebut. Arya mengamati dari ujung kaki hingga ujung rambutnya, Elang bukanlah orang biasa saja.
"Aku yakin Elang bukanlah pria yang mudah di ganggu dan dari wajahnya seperti seseorang yang memiliki kekuasaan yang tidak terbantahkan."
"Aku tahu Ayah mencari tahu siapa saya, tapi yang Ayah akan dapatkan hanya sebatas sebagai CEO ternama saja, bukanlah pemimpin Black Dragon."
Senyuman Elang mengisyaratkan bahwa dia suka dengan apa yang dilakukan oleh ke dua calon mertuanya. Berarti mereka tidak sekedar menerima lamaran begitu saja tanpa mengetahui asal usulnya.
...----------------...
Silahkan mampir juga ke novel aku yg lainnya ceritanya tidak kalah seru dengan My Queen Heart loh...
dilema diantara dua pilihan
cinta dan dendam
pelakor pilihan
hanya sekedar pengasuh
cinta ceo pesakitan
ketika kesetianku dipertanyakan
menggenggam asa
cinta kedua ceo
kau hanya milikku
Makasih banyak bagi kakak readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...
Tetap dukung my queen heart dengan cara like setiap babnya, rate bintang 5, favoritkan dan votenya serta komentarnya yah...
__ADS_1
Maaf jika banyak terdapat kesalahan dalam pengetikannya atau typonya...