Queen My Heart

Queen My Heart
Bab. 130


__ADS_3

"Jadi, aku harus gimana?" Tanyanya yang memandang ke arah Pria yang tidak jelas statusnya di antara mereka.


"Kita datangi ke rumahnya pamanmu itu lalu berbicara baik-baik, jika dia tidak ingin diajak kerja sama baru Kamu tempuh jalur hukum atau kekeluargaan dengan memberitahukan kepada semua anggota keluargamu terutama Ayah dan Mama," jelasnya.


Zoa kembali terdiam, dia bersyukur karena berkat kedatangan Elang dia bisa mengetahui kebusukan dan kejelekan dari beberapa karyawan Ayahnya.


Zoe sebenarnya saat di Inggris,dia juga kuliah di Manajemen Bisnis, tetapi dia lakukan itu secara diam-diam tanpa banyak yang tahu tentang hal itu.


"Ayok kita pulang, sudah larut malam, nanti besok baru dilanjutkannya," Elang memerintahkan kepada Zoe sedangkan Zoe tanpa ada bantahan atau penolakan sedikit pun.


Hanya bisa menuruti perkataan dari Elang yang tidak mungkin terbantahkan. Mereka berjalan beriringan menuju lift. Elang melihat ada bayangan seseorang di balik tembok yang kebetulan ada hiasan guci antik di baliknya.


Elang hanya tersenyum sinis melihat tingkah orang itu. Dia berjalan mendekat ke arah Zoe. Elang langsung merangkul pinggang slim Zoe lalu mendekatkan wajahnya ke arah telinga Zoe. Zoe Saldana yang diperlakukan seperti itu hanya terdiam dan mengikuti alurnya saja.


"Ada seseorang yang sedari tadi membuntuti kita, Kamu pura-pura saja tidak mengetahuinya dan ayok kita bermain," semakin menempel ke tubuh Zoe.


Wajah Zoe memerah diperlakukan seperti itu. Dia tersipu malu walaupun ada niat dan maksud yang terselubung dari perlakuan Elang tersebut. Elang sudah memikirkan cara untuk menangkap basah penguntit tersebut.


"Kamu masuklah ke dalam Lift, aku akan berpura-pura untuk masuk ke Toilet," suaranya yang sangat pelan dan kecil itu.


Tapi, masih sanggup untuk didengar oleh Zoe. Dia hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti dengan rencana Elang.


"Sayang, tunggu aku di Loby yah, aku ingin ke Toilet sudah kebelet soalnya," ujarnya yang sengaja mengeraskan suaranya.


Elang heran dengan malam itu. Biasanya petugas keamanan dan beberapa petugas kebersihan masih bekerja di jam sekarang yang baru jam 10 malam.


Tetapi, keadaan sudah sunyi dan sepi tanpa ada aktifitas apapun. Elang segera menghubungi asisten pribadinya dan beberapa anak buahnya untuk segera datang ke lokasi tersebut. Di dalam toilet dia meretas cctv Perusahaan Sinopec melalui hpnya.

__ADS_1


Kemampuannya di bidang IT sangat tidak diragukan atau pun dipandang sebelah mata saja. Dan dia menemukan jika tidak hanya dua orang saja yang mengawasinya, tetapi ada banyak hingga lebih dari tiga puluh orang.


"Ternyata kalian lumayan banyak juga," ujarnya.


Dia mengirim chat pesan singkat ke nomor hpnya Zoe dan mengabarkan kondisi Perusahaan saat itu juga. Zoe tidak percaya jika ada bahaya yang mengancam keselamatannya.


Dia pun segera menghubungi nomor Zack dan Ayahnya. Dia terus menekan tombol lift agar tidak terbuka,karena menurutnya hanya tempat itu yang paling aman untuk menghubungi keluarganya.


"Kakak angkat dong telponnya," berulang kali dia menghubungi nomor Zack dan Ayahnya, tapi dari mereka satu pun tidak ada yang menjawab telponnya. Dia mengirim chat ke nomor mereka dan mengatakan jika keadaan di Perusahaan sangat gawat darurat, genting dan berbahaya.


Setelah mengirim pesan tersebut dia membuka sepatunya dan ingin kembali ke dalam ruangan kerjanya untuk mengambil senjatanya. Untungnya beberapa hari yang lalu dia menyimpan pistol di dalam laci meja kerjanya.


Dia keluar dari Lift dengan cara mengendap-endap ternyata kedatangannya sudah ditunggu oleh beberapa komplotan penjahat yang membawa senjata tajam. Mereka berjumlah tiga orang yang memakai pakaian serba hitam dengan penutup masing-masing di kepalanya.


Zoe hanya tersenyum saja.


"Hey nona cantik, selamat datang kembali, ternyata nyalimu besar juga yah," ujarnya sembari ingin mencolek pipinya Zoe.


Kreeekkkk…


Seperti tulang yang retak dan patah jadi dua.


"Aaaahhhhhhh!!!!


Ke dua orang lainnya nyalinya mulai menciut. Mereka tidak menyangka jika anak dari pemilik Perusahaan tempat mereka ingin beraksi ternyata memiliki kemampuan yang terpendam dan tersembunyi dari orang lain.


 

__ADS_1


 


Silahkan mampir juga ke novel aku yg lainnya ceritanya tidak kalah seru dengan My Queen Heart loh...



dilema diantara dua pilihan


cinta dan dendam


pelakor pilihan


hanya sekedar pengasuh


cinta ceo pesakitan


ketika kesetianku dipertanyakan


menggenggam asa


cinta kedua ceo


kau hanya milikku



Makasih banyak bagi kakak readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...

__ADS_1


Tetap dukung my queen heart dengan cara like setiap babnya, rate bintang 5, favoritkan dan votenya serta komentarnya yah...


Maaf jika banyak terdapat kesalahan dalam pengetikannya atau typonya...


__ADS_2