
Arman langsung berdiri dari duduknya dan mengambil gelas kaca lalu melemparnya ke sembarang arah. Mama Elisabeth langsung menutup telinganya. Sedangkan Maid dan yang lainnya hanya terdiam dan takut. Mereka hanya terdiam dan menjadi saksi perdebatan mereka.
"Jangan berharap kamu sudah menang dan sampai kapan pun kamu itu bagiku hanya orang yang menumpang di rumah ini, camkan itu baik-baik!" Ancam Ahmad Arman sambil menunjuk wajah Mama Elisabeth.
Arman berlalu dari hadapan mereka dan berjalan ke arah pintu. Arman mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi dan membunyikan klakson mobilnya dengan keras.
"Sial, kenapa hidupku jadi begini, selama dua menikah dengan papa aku semakin tidak betah dan tenang tinggal di rumah," umpatnya Arman lalu memukul setir mobilnya.
Arman melajukan mobilnya tak tentu arah hanya mengikuti arah jalan saja. Sampai sore hari Armand hanya berkeliling kota M tanpa ada niat untuk mencari Resto yang terbuka atau kafe. Rasa laparnya hilang dikarenakan emosinya yang membuncah. Hingga tanpa sengaja Arman melihat Karina mengayuh sepedanya.
Arman pun memelankan laju mobilnya. Kemudian memperhatikan apa yang dilakukan oleh Karina. Arman tanpa sadar tersenyum ke arah Karina dan amarahnya langsung reda hanya melihat wajah lugu Karina.
Karina sedang melayani pembelinya. Karina jika tidak masuk bekerja Dia dan ibunya membuat kue jajanan dan membawanya berkeliling kampung dan beberapa kompleks perumahan yang dekat dari rumahnya.
__ADS_1
Karina mencepol asal rambutnya sehingga semakin cantik dipandang mata. Karina sibuk melayani pembeli yang semakin banyak mengelilingi sepedanya. Karina Ahmad adalah gadis yang terlahir dari keluarga kurang beruntung.
Ayahnya sudah lama meninggal dan Ibunya kembali menikah tapi sayangnya suami dari ibunya pemalas dan suka judi bahkan suka mabuk-mabukan. Karina anak pertama dari tiga bersaudara. Dua Adiknya terlahir dari bapak sambungnya.
Karina adalah gadis yang periang, mudah bergaul dan suka menolong orang lain. Usia Karina baru menginjak 20 tahun tapi cukup dewasa dan bijaksana dalam menghadapi kerasnya kehidupan.
Bapak tirinya yang sering pulang malam dalam keadaan mabuk tidak pernah ia hiraukan kecuali jika bapak sambungnya itu berbuat yang tidak-tidak baru lah Karina menegur bapaknya.
Walaupun sering judi dan mabuk tapi Bapak sambungnya tidak pernah memukul dirinya, adiknya dan juga ibunya. Arman berjalan ke arah Karina dan langsung memilih beberapa kue jajanan yang dijual oleh Karina. Karina menjual macam-macam kue takjil mulai dari kue yang dikukus hingga gorengan.
"Harganya sebiji 2k Pak," jawab Karina.
"kalau semua berapa??"? tanya Arman lagi.
__ADS_1
"500rb Pak," ucap singkat Karina.
"Bungkus semuanya lalu bagikan ke orang-orang yang ada di sana," ucap Arman lalu menunjuk ke arah banyaknya pengamen, pemulung maupun tukang Parkir jalanan.
"ini uangnya, kembaliannya ambil saja," ucap Arman yang langsung berjalan cepat kembali ke dalam mobilnya lalu melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi agar dirinya tidak dikenali.
Karina menghitung jumlah uangnya dan ternyata jumlahnya lebih dari jumlah uang yang seharusnya Arman bayar yaitu lebih 500rb.
"Pak uangnya lebih!" Teriak Karina sambil berlari mengejar mobilnya Arman.
Tapi upaya yang dilakukan oleh Karina sia-sia saja. Mobil itu melaju dengan kecepatan tinggi.
"Alhamdulillah makasih banyak ya Allah," ucap Karina yang bersyukur karena dagangannya habis dan dapat bonus dari pembeli.
__ADS_1
Karina lalu membungkus kuenya ke dalam kantong kresek kemudian membagikan kue tersebut pada orang yang dikehendaki oleh pembeli tadi.
"Semoga besok ada lagi yang membeli seperti orang tadi amin ya rabbal alamin' batinnya Karina lalu mengemas seluruh perlengkapan jualannya lalu kembali ke rumahnya untuk segera bersiap ke Bar tempat kerjanya.