
Seakan-akan mereka berlomba untuk mendapatkan kepuasan yang maksimal tanpa adanya gangguan dari bocah kecil mereka. Hanya Suara lenguhan panjang yang tercipta dari mereka.
Delia dan Arya tidak ingin menambah sehingga Delia memakai alat kontrasepsi, sedangkan Mark dan Eliana pun sepakat juga sudah tidak ingin merubah daftar kartu keluarganya.
Tapi berbanding terbalik dengan Eliana dengan Adrian dan Pasangan Rina dan Emre yang baru memiliki seorang putri saja, Mereka berharap bisa memiliki keturunan lagi dan menambah buah cinta mereka.
Malam yang begitu panjang untuk pasutri tersebut. Sedangkan Alan dan Hyuna hanya menikmati pemandangan indah kota Sidney di malam hari. Mereka duduk di balkon kamar Hyuna sambil menikmati secangkir kopi dan kue ringan.
Hyuna yang terdiam dan meresapi manis dan pahitnya kopi yang ada di dalam gelas tersebut tiba-tiba dibuat kaget oleh apa yang dilakukan oleh Alan.
Alan berlutut di depannya Hyuna sambil memegang sebuah kotak beludru warna pink yang sangat cantik. Hyuna heran dengan apa yang dilihatnya.
"Mau kah kamu menjadi pasangan hidupku, dan siap kah kamu menjadi ibu dari anak-anakku kelak?" tanya Alan yang bingung tidak tahu harus berkata apa untuk meyakinkan Hyuna agar dirinya menerima dan siap menikah dengan Alan.
"Maaf, Aku tak pandai merangkai kata-kata indah dan romantis, Tapi satu hal yang perlu kamu tahu bahwa hatiku telah memilihmu untuk menjadi kekasih halalku," ucap Alan lagi.
Hyuna kaget dan tidak tahu harus menjawab apa. Hyuna tidak ingin Alan berubah setelah mengetahui kalau dirinya sudah tidak vir gin lagi.
Hyuna hanya menangis tersedu-sedu dan tidak kuasa untuk berkata apa pun. Hyuna merasa dirinya sangat tidak pantas untuk bersanding dengan Alan.
"Maaf" hanya kata itu yang mampu Hyuna ucapkan dan langsung berlari ke dalam kamarnya.
Hyuna tidak mengambil cincin yang sangat cantik itu dan tentunya harganya ga fantastis dan mahal. Hyuna langsung berlari ke dalam kamarnya. Hyuna menangis tersedu-sedu di atas ranjangnya.
__ADS_1
Hyuna sangat bahagia dan mendambakan hidup bersanding dengan Alan tapi Hyuna menyadari bahwa dirinya tidak layak dan tidak pantas untuk itu semua.
Alan masih berlutut di hadapan kursi yang tadi di duduki oleh Hyuna. Alan tersenyum kecewa karena Hyuna tidak menerima lamarannya yang dadakan tersebut. Alan pun meneteskan air matanya yang untuk pertama kalinya dirinya mengenal cinta, untuk pertama kalinya dirinya melamar cewek tapi langsung kecewa dan patah hati.
Hyuna semakin menangis saja sedangkan di kamar lain mereka ngos-ngosan secara bersamaan. Hanya suara lenguhan yang tercipta dari penghuni kamar lainnya sedangkan di dalam kamar Hyuna tangisan kesedihan yang ada.
"Maaf, aku tidak pantas bersanding denganmu kak, Aku mencintaimu tapi aku sudah kotor, kamu pasti akan meninggalkan aku setelah kamu tahu apa yang terjadi denganku," ucap Hyuna disela Isak tangisnya.
Alan langsung berteriak kencang dan menangis tersedu-sedu karena dirinya ditolak oleh Hyuna. Tanpa menjelaskan kepada Alan apa alasannya kenapa Hyuna menolak lamarannya. Hanya kata maaf yang Alan dapatkan. Keesokan harinya, mereka kembali dibuat terpesona dan terkesima.
Satu hari sebelumnya mereka dibuat takjub dengan perubahan penampilan Helena yang cukup cantik sekarang mata mereka dibuat kembali terkesima dan pangling setelah melihat kedatangan Hyuna.
Hyuna kali ini berpakaian lebih dewasa, lebih tertutup dan sopan bahkan Hyuna sangat cantik dengan penampilan barunya. Hyuna yang akhirnya memutuskan untuk memakai hijab yang membuat semua mata memandang terkesima dan yang paling pangling adalah Alan.
Sedangkan ini Helena yang sehari sebelumnya juga memutuskan untuk memakai hijab sebelum dirinya resmi menjadi istri dari Aditya. Mereka berkumpul pagi hari ini untuk sarapan bersama. Canda tawa menghiasi saat itu.
Mereka menikmati makanan khas Australia untuk menu sarapan mereka. Mereka rata-rata memuji makanan tersebut. Kecuali Delia yang sudah terbiasa makan pagi dengan sepiring nasi jadi meminta disediakan nasi putih khusus untuknya. Hyuna yang menyadari kalau dirinya sedari tadi ditatap dan diperhatikan oleh Alan jadi salah tingkah dan grogi.
Beberapa saat kemudian, mereka telah menyelesaikan sarapan mereka dan sudah ingin balik ke kamar mereka masing-masing tapi tiba-tiba Hyuna dipeluk oleh seseorang. Hyuna tidak berkomentar ataupun meronta dalam pelukan tersebut.
Hyuna sangat tahu dan sadar siapa orang yang memeluknya. Sejak dari dulu Hyuna menginginkan pelukan tersebut..Arya dan yang lainnya kaget setelah melihat pak Edward datang dan langsung memeluk tubuh Hyuna.
Silahkan mampir juga ke novel aku yg lainnya ceritanya tidak kalah seru dengan My Queen Heart loh...
__ADS_1
dilema diantara dua pilihan
cinta dan dendam
pelakor pilihan
hanya sekedar pengasuh
cinta ceo pesakitan
ketika kesetianku dipertanyakan
menggenggam asa
cinta kedua ceo
kau hanya milikku
Makasih banyak bagi kakak readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...
__ADS_1
Tetap dukung my queen heart dengan cara like setiap babnya, rate bintang 5, favoritkan dan votenya serta komentarnya yah...
Maaf jika banyak terdapat kesalahan dalam pengetikannya atau typonya....