Queen My Heart

Queen My Heart
Bab. 21. Meminta Menikah


__ADS_3

Walau pun ia juga dalam keadaan yang tidak baik-baik saja setelah tangannya mendarat bebas di atas puncak mount Everest milik Zoya.


" Entah kenapa setiap kali aku berdekatan dengannya, apalagi bersentuhan dengan tubuhnya secara tidak langsung ada perasaan aneh yang muncul dari dalam diriku hingga membuat gairah nafsu meningkat."


Elang berjuang keras untuk melawan hasratnya yang tiba-tiba muncul hingga membuat kepalanya sedikit pusing. Untung saja pintu Lift segera terbuka karena mereka sudah berada di lantai 20.


Perasaan membuncah dari dalam hatinya yang paling terdalam. Dia sangat bahagia karena Zoe perhatian padanya.


Elang langsung menyunggingkan senyumnya yang sangat tipis, sehingga Zoya tidak melihat senyumannya itu.


"Aku tidak apa-apa kok, hanya saja...," Tutur Elang yang sengaja menggantung perkataannya.


Elang dengan wajah yang pura-pura kesakitan. Sepertinya Elang jago akting dan berbakat jadi aktor saja mumpung wajahnya mirip dengan Ji Chang Wook dari pada jadi pemimpin gangster Black Dragon.

__ADS_1


"Maaf tadi aku cuma refleks mendorong tangan Kamu soalnya tangannya menyentuh an.....buku," ucap Zoya yang sudah sangat malu jika melanjutkan perkataannya.


Wajah bersemu kemerahan yang sangat memerah menahan malu seperti warna kepiting rebus saja.


Elang tersenyum penuh kemenangan telah berhasil mempermainkan dan juga bisa mendapatkan pegangan gratis di area aset terpenting Zoya secara gratis, sekaligus menjadi orang yang paling pertama melakukan hal itu.


Walaupun dalam keadaan yang tidak disengaja sama sekali. Keadaan Elang juga tidak baik-baik saja karena juga dalam kondisi yang tidak dalam keadaan yang normal.


"Entah kenapa setiap kali aku berdekatan dengannya apalagi bersentuhan langsung dengan kulit dan tubuhnya secara tidak langsung ada perasaan aneh yang muncul dari dalam diriku hingga membuat gairah nafsuku meningkat." Batinnya Elang.


Elang berjuang keras untuk melawan hasrat yang tiba-tiba muncul hingga membuat kepalanya sedikit pusing. Untung saja pintu Lift segera terbuka karena mereka sudah sampai berada di lantai 20 unit apartemen nya Elang.


Zoya kembali memapah tubuh Elang masuk ke dalam ruangan Apartemen Elang. Zoya mendudukkan tubuhnya Elang ke atas kursi ruang tamu.

__ADS_1


Zoya tidak ingin masuk jauh lebih ke dalam lagi di Apartemen Elang. Di Apartemen sepupunya sendiri Zoya pun akan bersikap seperti itu. Hidup dari sejak kecil hingga sekarang di Inggris tapi tidak membuat sikap dan tingkah lakunya seperti orang London dan Eropa pada Umumnya.


Zoya masih menjunjung tinggi nilai-nilai budaya ketimuran. Untuk mengantar Elang hingga ke dalam ruangan tamunya pun penuh dengan pertimbangan dan terpaksa mengantar Elang.


Zoe melakukan hal itu, karena panggilan jiwa sebagai sesama manusia untuk saling tolong menolong apalagi Elang sakit juga ada andilnya dalam campur tangannya di dalam kejadian tersebut.


"Maaf aku tidak bisa mengantarmu hingga ke dalam kamar, soalnya tidak enak aku masuk lebih jauh lagi, kita ini tidak ada hubungan apapun, keluarga juga bukan," tutur Zoya yang menolak mengantar ke dalam kamar pribadinya Elang.


"Kalau begitu Kita menikah saja gimana?" tanya Elang yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari Zoya.


"Hahahaha!!" Zoya tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan dari Elang.


Tawanya Zoya menggema di seluruh ruangan Apartemen mewah tersebut.

__ADS_1


__ADS_2