Queen My Heart

Queen My Heart
Bab. 276


__ADS_3

"Aku hanya meminta Anda untuk membayar semua jumlah makanan yang anda makan lalu Anda angkat kaki dari sini, dari pada mempermalukan diri Anda sendiri, coba perhatikan di sekeliling restoran bukannya anda sudah menjadi pusat perhatian," geramnya Firman lagi.


Ratna kemudian memperhatikan seluruh penjuru resto, banyak orang-orang yang sudah berbisik-bisik sambil melihat kearahnya. Ratna semakin dibuat jengkel karena seakan-akan dirinya sengaja dibuat esmosi jiwa raga.


"Berapa semua tagihannya aku masih sanggup untuk bayarnya jadi Anda semua tidak perlu marah dan mempermalukan saya seperti ini," tampiknya Ratna yang mulai jengah.


"Kenapa gak sedari tadi saja sih Mbak bayarnya kan gak akan sepanjang ini permasalahannya," ucap Mbak pelayan tersebut.


"Totalnya 2 juta Mbak," jawab Mbak Susan tersebut sambil menyerahkan secarik kertas nota atau bill ke tangan Ratna.


Ratna Antika Monata mengambil kertas tersebut dan mengambil sejumlah uang yang ada di dalam dompetnya dan untungnya kemarin masih sempat menarik tunai uang yang ada di kartu debitnya.


"Ini Uangnya kembaliannya ambil saja" ucap Ratna sambil menghentakkan kakinya di atas lantai lalu mengambil tasnya dengan kasar.

__ADS_1


Firman dan yang lainnya hanya tersenyum melihat tindakan yang dilakukan oleh Ratna. Firman sudah tahu siapa Ratna Antika Monata setelah ada yang membisikkan sesuatu ke telinganya tentang jati dirinya Ratna.


"Ini pasti ulah Papa dan Kak Arman yang sengaja memblokir semua kartuku, apa mereka ingin melihat aku hidup di jalan melebihi gelandangan," gumam Ratna yang menendang ban mobilnya.


Ratna segera mengemudikan mobilnya ke arah perusahaan milik keluarganya, karena ingin segera bertemu dengan Papanya. Ratna memarkirkan asal mobilnya di depan lobby perusahaan papanya dan langsung berlari ke arah lift.


Ratna yang berlari tidak sengaja menabrak tubuh seseorang tapi Ratna tidak perduli bahkan Ratna kembali berlari ke arah lift. Sedangkan pria yang ditabrak hanya tersenyum menanggapi dengan senyuman saja tanpa harus ingin menegur atau pun bertindak untuk membalas.


"Gadis yang sangat ceroboh dan urakan," gumam Firman.


"Aku tidak apa-apa Kok," ucapnya sambil membersihkan pakaiannya karena sempat terjatuh ke lantai dan bertabrakan dengan pegawai yang membawa troli beberapa berkas.


Semua pegawai yang melihat kejadian itu tidak satu pun dari mereka yang berani untuk berkomentar ataupun ikut campur. Mereka tahu siapa perempuan tersebut dan apa yang akan terjadi kepada nasib mereka jika mereka berani buka mulut. Sehingga mereka seolah-olah tidak tahu apa yang telah terjadi.

__ADS_1


"Maaf yah pak atas kelakuan dari putri Pak Hendry," ucap salah seorang karyawan perusahaan tersebut yang merasa bersalah karena telah membuat pria yang ada di depannya terduduk di lantai dan ada beberapa berkas yang jatuh ke atasnya.


"Tidak masalah kok Pak, tidak usah diperbesar juga ini hanya masalah sepele," tampik pria tersebut.


Ratna menoleh pun tidak sama sekali apa lagi akan perduli dengan nasib orang yang ditabraknya. Ratna tetap berlari hingga ke depan pintu ruangan kerja papanya pak Hendry.


Ratna tanpa permisi langsung saja masuk ke dalam ruangan kerja papanya. Untungnya saja klien papanya baru saja pergi yaitu pria yang ditabrak oleh Ratna di lobi perusahaan.


"Papa apa sih maksudnya papa yang memblokir semua kartu kredit dan kartu debit Ratna? apa papa ingin melihat Ratna kelaparan?" Kesalnya Ratna Antika Monata yang sedikit berteriak ke arah papanya.


"Apa kamu tidak ingin duduk dulu, capek loh kalau harus berdiri terus sambil marah-marah?" tuturnya Pak Hendry.


Ratna yang sedang marah-marah langsung duduk dan melempar tasnya di sembarang tempat. Pak Hendry yang melihat kejadian tersebut hanya geleng-geleng kepala.

__ADS_1


"Ya Allah lembutkanlah hati putriku dan berilah hidayah agar dia segera menyadari kesalahan dan kekeliruannya selama ini, dan maafkan lah saya ya Allah yang selama ini telah salah mendidiknya," batinnya Pak Hendri.


__ADS_2