
"Mama sangat sayang sama kalian, Mama akan semakin bahagia jika kalian sudah memiliki pasangan hidup yang akan nantinya menjaga kalian dan berada di samping kalian hingga akhir waktu." Tuturnya Delia Paramitha Wirawan.
Kesenangan bermula dari kebersamaan bersama orang-orang terdekat, terutama keluarga.
Fun starts from being together with the closest people, especially family.
"Alhamdulillah. Hidupku memang tidak sempurna, tetapi aku selalu bersyukur atas apa yang aku miliki karena semua itu juga pemberian dari Tuhan."
Awalnya ciumannya sedikit kasar dan menuntut, karena tidak ada balasan dari Zoe. Zoe tidak tahu harus berbuat apa, dirinya kebingungan dan salah tingkah. Elang menunggu balasan dari Zoeya, tapi Zoe hanya bisa menganga saja tanpa ada tindakan.
Membuat Elang bahagia karena itu tandanya Elang adalah pria yang pertama mencicipi manisnya bibir merah merona milik Zoe. Perlahan tapi pasti, Zoe terbawa suasana dan mengikuti alur yang diciptakan oleh Elang hingga tanpa dia sadari membalas ciumannya Elang.
Awalnya sangat kaku hanya terdiam yang bisa dia lakukan. Zoe tanpa disadarinya sudah mengalunkan tangannya di leher Elang. Mereka lupa daratan dan melupakan orang yang menonton secara langsung dan Live adegan nekat mereka.
Andrew langsung pergi dari sana, Sedangkan yang lain masih asyik menikmati tontonan live tersebut. Hingga nafas mereka ngos-ngosan barulah mereka hentikan ciuman perdana di depan khalayak umum.
Setelah berhenti, Zoe baru menyadari jika dia telah berciuman dengan begitu hot dan syahdunya di depan sahabat dan pengunjung Kafe. Zoe langsung berlari dan wajahnya sangat memerah menahan malu.
"Ya Allah kenapa aku sampai melakukan hal itu di depan orang lain, ada apa denganku? hingga lupa daratan."
Dia terust berlari hingga dia kembali tidak menyadari jika tangannya diraih oleh seseorang, hingga mereka berlarian di Tengah jalan yang sunyi. Seperti seseorang yang sedang dikejar Penjahat saja. Zoe menatap penuh ke arah orang tersebut.
Hingga langkah kaki mereka menuntunnya ke Pantai. Lokasi Kafe yang mereka datangi tadi, tidak terlalu jauh dari Laut. Zoe melepaskan pegangan tangannya, nafasnya memburu tak beraturan. Dia berpegangan pada pagar pembatas antara pantai dengan jalan raya. Beberapa saat kemudian, Elang meraih ke dua tangan Zoe.
"Maaf." Ujarnya Elang.
Kata itu yang sedari tadi terucap dari bibirnya Elang.
__ADS_1
"Buat apa minta maaf? semuanya sudah terlanjur membuatku malu," balasnya.
Elang menarik dengan sedikit kasar tubuhnya Zoe ke dalam pelukannya. Elang mengelus lembut punggung Zoe.
"Maafkan aku, tadi aku sangat cemburu melihat dirimu yang diperlakukan dengan sangat romantis oleh pria itu," ujarnya Elang.
Zoe tercengang mendengar penuturan dari Elang yang mengatakan dirinya cemburu melihat kejadian itu.
"Aku tidak bisa melihatmu tersenyum ke arah pria lain, hatiku sangat sakit Zoya Saldana," tuturnya Elang dengan jujur.
Mereka berpelukan sangat erat. Hingga seakan-akan Zoe akan pergi dari hidupnya Elang jika, dia melepaskan pelukan itu.
"Aku akan hancurkan siapa pun pria yang berani menyentuh wanitaku, aku tidak akan biarkan tangan mana pun yang menyentuh dirimu ini."
Elang melepas pelukannya lalu menyentuhkan kening mereka hingga hidung mancungnya saling bertabrakan satu sama lainnya.
Perkataan barusan yang meluncur dari mulutnya Zoe membuat Elang sangat marah. Dia kembali ******* bibir seksi Zoe kembali. Zoe ingin berusaha melepaskan ciuman itu tapi gagal.
Elang kali ini bersikap sedikit kasar karena Zoe berusaha untuk mengehentikan kegiatan Elang yang membuatnya bahagia. Ia memegang tengkuk leher jenjangnya Zoe, dan sedikit memiringkan kepalanya agar posisinya rileks dan lebih tepat ciuman.
Zoe kembali dibuat tak berdaya, hingga dia membalas ciuman itu. Bibir mereka bertautan dan saling ******* hingga saliva mereka saling bertukar satu sama lain.
"Kenapa pria ini begitu arogannya, dan tinggi banget rasa cemburunya, apa sebesar itu rasa cintanya padaku," batinnya Zoe.
Ciuman mereka kali ini cukup lama dibandingkan dengan yang pertama. Elang melepaskan tautan bibirnya, dan melihat ada sisa saliva di ujung bibirnya Zoe.
Silahkan mampir juga ke novel aku yg lainnya ceritanya tidak kalah seru dengan My Queen Heart loh...
__ADS_1
dilema diantara dua pilihan
cinta dan dendam
pelakor pilihan
hanya sekedar pengasuh
cinta ceo pesakitan
ketika kesetianku dipertanyakan
menggenggam asa
cinta kedua ceo
kau hanya milikku
Makasih banyak bagi kakak readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...
Tetap dukung my queen heart dengan cara like setiap babnya, rate bintang 5, favoritkan dan votenya serta komentarnya yah...
Maaf jika banyak terdapat kesalahan dalam pengetikannya atau typonya...
__ADS_1