Queen My Heart

Queen My Heart
Bab. 190


__ADS_3

arya dan anak buahnya sempat berkelahi dengan dion karena dion tidak ingin menyerah sehingga polisi langsung menembak untuk melumpuhkan dion di kakinya. arya segera membantu dimas yang sudah tidak sadarkan diri dan segera melarikan dimas ke rumah sakit.


arya langsung memberikan kabar tersebut ke seluruh keluarganya terutama kepada dessy agar dirinya tidak khawatir dengan keadaan dimas, arya terpaksa berbohong mengingat dessy yang sedang hamil muda.


"dessy sementara waktu kamu nginap di rumahku dulu nanti selesai masalah dimas baru kamu pulang bersama dimas," tuturnya arya yang sebenarnya tidak kuasa melihat keadaan adik sepupunya.


Ruangan yang hanya berukuran 2x3 menjadi saksi bisu dari kejahatan yang dilakukan oleh Dion kepada Dimas atas dasar balas dendam karena salah paham. Dimas sudah terkapar di lantai.


Dengan darah yang masih mengucur dari paha dan kakinya. Arya segera melarikan Dimas ke rumah sakit untuk segera mendapatkan pertolongan dari Dokter.


"Dimas bertahanlah, apa yang aku katakan sama mamamu jika kamu seperti ini," ucap Arya yang memangku Dimas.


Tidak butuh waktu lama, mobil Arya sudah sampai ke rumah sakit. Arya berteriak kencang agar perawat segera membawa bangkar.


"Suster tolong!!!" teriak Arya.


Perawat pun berlari setelah mendengar teriakan dari pemilik rumah sakit tempat mereka mengadu nasib. Perawat tergesa-gesa dan mempercepat langkah mereka karena takut mereka di-berhentikan jika terlambat. Dimas dilarikan ke dalam ruang operasi atas perintah dari dokter.


"Segera siapkan ruang operasi!" perintah dokter.


Perawat hari ini dibuat bekerja extra oleh Arya karena Arya tidak ingin terjadi apa pun terhadap Dimas.


"Lakukan yang terbaik untuk adikku jangan biarkan terjadi sesuatu pada dirinya," pinta Arya sebelum tim dokter dan perawat menutup ruang operasi.


Dessy tidak bisa tenang, hati Dessy selalu tertuju kepada Dimas suaminya. Akhirnya seharusnya dirinya sudah tidur tapi, karena setiap kali mencoba untuk memejamkan matanya lagi-lagi tidak bisa.


Dessy pun memilih untuk berjalan ke luar rumah tepatnya di belakang rumah Arya tepatnya di gazebo yang di kelilingi oleh tanaman yang bisa membuat seseorang terkesima dengan kecantikan dan keindahan bunga tersebut.


Tetapi belum sampai diambang pintu, Dessy mendengar Delia sedang menelpon dan mengatakan bahwa Dimas sedang di operasi. Betapa kagetnya Dessy mendengar hal tersebut.


Dessy pun langsung mendekati Delia. Sedangkan Delia tidak menyangka kalau Dessy akan mendengar perkataannya.

__ADS_1


"Delia itu tidak mungkin kan, aku pasti tadi salah dengar?" tanya Dessy yang sudah tersedu-sedu.


Delia hanya memeluk tubuh Dessy untuk berusaha menenangkan Dessy, "Delia tolong antar aku ke rumah sakit," perintah Dessy.


"Baiklah tapi ingat kamu itu sedang hamil jangan macam-macam," ujarnya Delia yang mengingatkan Dessy kalau dirinya sedang hamil.


Dessy hanya menganggukkan kepalanya tanda dirinya setuju dengan permintaan Delia. Mereka sudah berada di dalam mobil dan akan ke rumah sakit. Sedangkan Dessy tak henti-hentinya menangis.


"Ya Allah selamatkan suamiku, lindungi lah suamiku dari segala marabahaya," ucap Dessy.


Di Rumah Sakit DA, Arya mondar mandir ke sana kemari seperti setrikaan, yang tidak bisa tenang karena khawatir dengan kondisi Dimas. Sedangkan Emre, Aditya, Mark, Alan hanya geleng-geleng kepala melihat reaksi Arya yang misruh-misruh tidak jelas seperti emak-emak saja.


Pintu Ruang operasi pun terbuka, Dokter keluar dan Arya langsung memberondong dengan berbagai macam pertanyaan yang dia lemparkan untuk dokter yang menangani Dimas.


"Gimana dengan adik saya dokter, apa dia baik-baik saja?" tanya Arya dengan raut wajahnya yang khawatir.


Dokter tersenyum sebelum menjawab pertanyaan tersebut dan melepaskan masker yang ada diwajahnya terlebih dahulu.


"Alhamdulillah kalau seperti itu dokter," ucap semua yang ada di sana.


Dimas yang masih pinsang akibat karena masih ada pengaruh dari obat bius waktu dioperasi. Dimas pun segera di bawah ke ruang perawatan VVIP. Dan kondisi Dimas yang semakin membaik setelah mendapat perawatan intensif dari tim dokter. Delia dan Dessy sudah sampai di rumah sakit saat Dimas sudah dipindahkan ke Ruang perawatan.


Dessy tidak pernah meninggalkan Dimas walaupun hanya sebentar saja. Dessy Ingin disaat Dimas membuka matanya Dirinya lah yang pertama kali Dimas lihat. Hingga tengah malam Dimas baru tersadar. Sedangkan Dessy sudah terlelap di samping bangkar Dimas sambil memegang tangan Dessy.


Dimas tersenyum melihat istrinya berada disampingnya. Dimas masih kepikiran dengan Diion yang ternyata selama ini menaruh dendam padanya. Tapi Dimas bersyukur kakau komplotan Dion sudah diamankan oleh pihak kepolisian. Arya baru ingin meninggalkan rumah sakit tapi telponnya kembali berdering. Delia yang bersamanya meminta Arya untuk melihat siapa yang menelponnya.


"Kak angkat telponnya sempat itu telpon yang penting," ucap Delia.


Arya langsung mengangkat telponnya dan ternyata yang menelpon adalah Aulia.


"Assalamu alaikum Aulia," ucap salam Arya.

__ADS_1


"Waalaikum salam Kak, boleh datang ke rumah sakit?" tanya Aulia.


"Emang ada apa Aulia, kamu baik-baik saja kan, Tante sama Om baik-baik saja kan?" tanya Arya.


"Alhamdulillah saya dan mereka baik-baik saja, Rangga Kak sudah sadar dari komanya," jawab Aulia yang sangat bahagia karena Rangga sudah sadar dari komanya.


silahkan mampir juga ke novel aku yg lainnya ceritanya tidak kalah seru dengan my queen heart loh...



dilema diantara dua pilihan


cinta dan dendam


pelakor pilihan


hanya sekedar pengasuh


cinta ceo pesakitan


ketika kesetianku dipertanyakan


menggenggam asa


cinta kedua ceo


kau hanya milikku



makasih banyak bagi kakak readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...

__ADS_1


tetap dukung my queen heart dengan cara like setiap babnya, rate bintang 5, favoritkan dan votenya serta komentarnya yah...


__ADS_2